Respon Naya Anindita Soal Persaingan Film Lebaran: Harus Bersaing Sehat!

- Naya Anindita berharap film-film Lebaran bisa bersaing secara sehat
- Film-film Lebaran seharusnya jadi standar tinggi bagi perfilman Indonesia
- Senang melihat penonton Indonesia mulai menunjukkan tren positif
Jakarta, IDN Times – Gak bisa dipungkiri, Lebaran menjadi pilihan bagi sejumlah rumah produksi untuk merilis karya film. Nuansa liburan dan kumpul keluarga serta kerabat, biasa menjadi lahan bagi rumah produksi untuk menelurkan karya film di waktu tersebut.
Pada tahun ini pun terdapat sejumlah film yang sudah dipastikan tayang pada saat Lebaran. Namun di sisi lain, muncul fenomena baru yang menimbulkan dinamika tersendiri. Salah satunya adalah serangan buzzer yang secara tiba-tiba mempromosikan sebuah film di lapak film lain.
Naya Anindita, sebagai sutradara salah satu film yang akan rilis di Lebaran ini, Tunggu Aku Sukses Nanti, turut menanggapi fenomena ini. Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Selasa (3/2/2026), Naya menekankan tentang pentingnya persaingan yang sehat di antara film-film Lebaran.
1. Respons soal fenomena buzzer, Naya Anindita berharap film-film Lebaran bisa bersaing secara sehat

Naya Anindita mengaku jarang membaca komentar-komentar di media sosial. Kendati demikian, ia tetap mengetahui tentang isu persaingan film Lebaran yang sedang jadi perbincangan akhir-akhir ini, terutama terkait fenomena buzzer yang mempromosikan sebuah film di lapak film lain.
“Kebetulan aku tuh bukan tipe yang suka baca-bacain komen, jadi aku baru tahu juga gara-gara lihat postingan orang-orang. Ada yang komplain soal ada buzzer yang komen di film orang lain,” kata Naya saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Selasa (3/2/2026).
Naya pun mengaku menyayangkan fenomena buzzer tersebut. Menurutnya, film-film Lebaran seharusnya dapat bersaing secara sehat untuk mendorong kemajuan perfilman Indonesia.
“Menurut aku, ada baiknya kita semua bersaing dengan sehat dan tentunya pengennya sih kita maju bareng-bareng karena bagaimanapun juga, ini membicarakan soal bagaimana film Indonesia akhirnya maju dengan penonton yang luar biasa banyaknya,” lanjutnya.
2. Menurut Naya, film-film Lebaran seharusnya jadi standar tinggi bagi perfilman Indonesia

Naya melanjutkan, kehadiran film-film Lebaran seharusnya bisa menjadi tolak ukur standar tinggi bagi perfilman Indonesia. Sehingga, para produser dan sineas tanah air semakin terdorong untuk menciptakan karya yang lebih baik dan berkualitas.
“Harapannya dengan adanya film-film lebaran ini, juga nge-set standar yang tinggi untuk film Indonesia. Jadi, bisa bikin film yang lebih bagus lagi,” ungkap Naya.
Menurutnya, ketika film-film berkualitas tayang di momen Lebaran dan ditonton oleh banyak orang, maka standar perfilman Indonesia pun secara otomatis juga akan meningkat.
“Jadi, ketika film-film lain yang bagus-bagus bisa tayang di Lebaran dan bisa ditonton banyak orang, jadinya standar film kita pun ikut naik juga,” tambahnya.
3. Senang melihat penonton Indonesia mulai menunjukkan tren positif

Di sisi lain, Naya juga mengaku senang karena penonton Indonesia semakin menunjukkan tren yang positif. Ia kemudian mencontohkan film Sore: Istri Masa Depan, yang awalnya dianggap memiliki cerita kompleks dan sulit diterima oleh masyarakat, namun pada kenyataannya justru berhasil meraih tiga juta penonton dan disukai banyak orang.
“Contohnya film Sore, film yang menurut aku kayaknya ini agak sulit diterima oleh masyarakat Indonesia karena secara cerita kompleks gitu kan, tapi ternyata 3 juta gitu dan orang suka,” kata Naya.
Melihat kesuksesan yang telah diraih oleh film Sore: Istri dari Masa Depan, Naya pun mengaku memiliki harapan besar untuk film Tunggu Aku Sukses Nanti.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan film kedua Naya Anindita yang tayang di momen Lebaran, setelah Komang pada tahun lalu. Naya sendiri pun mengaku gak menyangka Komang bisa meraih 3 juta penonton, padahal awalnya ia hanya menargetkan sekitar 700 ribu penonton, lho!


















