potret Deddy Mizwar (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Berbicara mengenai karya-karya Deddy Mizwar memang nyaris tak pernah lepas dari isu sosial. Sejak awal kariernya hingga kini, ia konsisten menjadikan realitas masyarakat sebagai napas utama dalam setiap karyanya, terutama lewat sinetron Para Pencari Tuhan. Bagi Deddy Mizwar, setiap peristiwa yang sedang terjadi di masyarakat perlu direfleksikan ke dalam karya agar penonton merasa dekat dan terwakili.
“Dari fenomena sosial yang ada pada saat itu. Itu yang harus kita refleksikan, supaya penonton merasa relate dengan keadaannya dan terwakilkan.”
Aktor, sutradara, dan produser berusia 70 tahun tersebut menjelaskan bahwa proses merefleksikan fenomena sosial sebagai ide cerita sinetron Para Pencari Tuhan pun gak sesederhana yang dibayangkan. Ia dan timnya harus melakukan riset hingga diskusi yang panjang agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang merasa tersakiti.
“Contohnya, masalah Indonesia gelap dan lain-lain. Dari situ kita kemas dengan cerita dan tokoh-tokohnya yang berbeda. Sederhana sebenarnya, cuma untuk meramu dalam sebuah ceritanya yang tidak sederhana. Ini dibutuhkan diskusi yang panjang. Kerap ada revisi seperti, ‘Ini terlalu kencang nih, revisi deh.’ Tapi intinya tetap sama,” kata Deddy Mizwar sambil tertawa.
“Ini kan bukan karya-karya pamflet. Bukan sekadar ngomong buat orang sakit hati. Tapi untuk menghibur dan mewakili suara masyarakat yang tidak pernah tersampaikan," tambahnya.
Nah, sejalan dengan penjelasan Deddy Mizwar, penulis naskah Amiruddin Olland yang ikut duduk bersama dalam wawancara ini menambahkan, isu sosial yang diangkat ke sinetron Para Pencari Tuhan bukan bermaksud untuk merundung pemerintah, melainkan untuk mengingatkan para pengampu kebijakan akan tanggung jawab mereka. Ia kemudian mencontohkan isu anak-anak jalanan, seperti yang tertuang dalam Pasal 34 Ayat 1 UUD 1945 dan kemudian diangkat ke Para Pencari Tuhan Jilid 19.
“Khusus untuk PPT jilid ke-19 ini tentang bagaimana anak jalanan itu sudah diperlakukan oleh pemerintah? Sejauh mana pemerintah itu concern terhadap mereka?” tambahnya.