Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Sinetron Ramadan Garapan Deddy Mizwar, Para Pencari Tuhan Awet Pol!

5 Sinetron Ramadan Garapan Deddy Mizwar, Para Pencari Tuhan Awet Pol!
Sinetron Ramadan karya Deddy Mizwar (dok. DGCS)
Intinya Sih
  • Deddy Mizwar dikenal konsisten menghadirkan sinetron religi Ramadan yang membumi, memadukan dakwah dengan cerita ringan dan nilai moral yang relevan bagi penonton lintas generasi.

  • Lima karyanya masing-masing menonjolkan tema spiritualitas dengan pendekatan berbeda.

  • Para Pencari Tuhan menjadi sinetron Ramadan terpanjang yang masih tayang hingga kini, menandai keberhasilan Deddy Mizwar menjaga tradisi tontonan religi di televisi Indonesia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bulan Ramadan selalu punya tontonan khasnya sendiri. Salah satu yang paling membekas tentu karya-karya sinetron religi dari Deddy Mizwar. Aktor dan sineas ini salah satu sosok yang konsisten menghadirkan dakwah lewat cerita yang membumi. Sinetron legendaris Lorong Waktu bahkan kembali tayang setelah 26 tahun, dan Para Pencari Tuhan tidak pernah absen hingga hari ini.

Nostalgia, nilai Islam, dan sentuhan fiksi ilmiah disajikan untuk generasi lama dan baru oleh Deddy Mizwar. Selain itu, masih ada sejumlah sinetron Ramadan lain yang juga lahir dari tangan kreatifnya. Semuanya menuai pujian dan legendaris, berikut daftarnya!

1. Lorong Waktu (1999–2006)

Lorong Waktu.jpg
Lorong Waktu (dok. SCTV/Lorong Waktu)

Kalau Ramadan punya mesin waktu, mungkin bentuknya memang Lorong Waktu. Tayang pertama kali pada 1999, sinetron ini memadukan dakwah Islam dengan konsep perjalanan waktu yang saat itu terasa revolusioner untuk televisi Indonesia.

Kisah Haji Husin, Zidan, dan Ustaz Addin yang menjelajah masa lalu maupun masa depan bukan sekadar petualangan sci-fi. Di baliknya, selalu ada pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dari isu kejujuran sampai pentingnya ibadah, semua dibungkus ringan tanpa terasa menggurui.

2. Kiamat Sudah Dekat (2003)

Kiamat Sudah Dekat.jpg
Kiamat Sudah Dekat (dok. SCTV/Kiamat Sudah Dekat)

Berawal dari film, Kiamat Sudah Dekat kemudian hadir dalam format sinetron. Ceritanya tentang Fandy (Andre Taulany), pemuda bandel yang jatuh cinta pada Sarah (Zaskia Adya Mecca), putri seorang ustaz. Untuk mendapatkan restu, ia harus belajar agama dari nol.

Premisnya sederhana, tetapi daya tariknya ada pada konflik batin dan transformasi karakter. Deddy Mizwar menghadirkan proses hijrah yang tidak instan. Ada jatuh bangun, ada ego yang dilunakkan, ada cinta yang diuji.

Kiamat Sudah Dekat jadi salah satu tontonan Ramadan yang membumi karena menggambarkan realitas anak muda perkotaan yang berusaha menemukan arah spiritualnya.

3. Demi Masa (2005)

Demi Masa (2005).jpg
Demi Masa (dok. RCTI/Demi Masa)

Demi Masa mungkin tidak sepopuler Lorong Waktu atau Para Pencari Tuhan, tetapi sinetron ini punya napas reflektif yang kuat. Judulnya diambil dari Surah Al-Asr, yang menekankan pentingnya waktu dan amal saleh.

Cerita-ceritanya berfokus pada dinamika keluarga, pilihan hidup, dan konsekuensi moral. Tidak bombastis, tetapi justru intim. Demi Masa seolah mengajak penonton duduk sejenak, merenung, lalu bercermin.

4. Para Pencari Tuhan (2007–sekarang)

Para Pencari Tuhan.jpg
Para Pencari Tuhan (dok. SCTV/Para Pencari Tuhan)

Inilah maraton Ramadan yang tak pernah benar-benar selesai. Sejak 2007 hingga sekarang, Para Pencari Tuhan terus hadir hampir setiap tahunnya. Jarang ada sinetron religi yang bisa bertahan selama ini dengan konsisten.

Kisah Bang Jack dan para mantan narapidana yang belajar menjadi lebih baik terasa dekat dengan realitas. Humor, kritik sosial, dan pesan agama diramu dalam porsi seimbang. Tidak terlalu berat, tapi juga tidak dangkal. Sudah 19 tahun berjalan, sejumlah cast-nya pun sudah berubah. Meski begitu, inti jiwa dari sinetron Ramadan ini masih terus menyala.

5. Rumah Bidadari (2021)

Rumah Bidadari (2021).jpg
Rumah Bidadari (dok. SCTV/Rumah Bidadari)

Rumah Bidadari hadir dengan nuansa yang lebih modern. Fokusnya pada kehidupan perempuan dan dinamika keluarga dalam bingkai nilai-nilai Islam. Deddy Mizwar menunjukkan bahwa cerita Ramadan bisa terus berevolusi mengikuti zaman tanpa kehilangan ruhnya.

Sinetron ini memperlihatkan bagaimana perempuan menjadi pilar penting dalam rumah tangga, sekaligus menghadapi tantangan sosial dan emosional. Isu yang diangkat terasa lebih kontemporer, tetapi tetap dalam koridor religi.

Nah, dari lima judul di atas, mana yang paling membekas buatmu?

Share
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More