TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Yuk! Belajar Jadi Youtuber Sukses dari Tiga Bintang Garnier IDN CreativeFest

Siap jadi YouTuber jagoan nih!

Dok. IDN Times

Saat ini, perkembangan dunia sosial media khususnya YouTube tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Situs berbagi video itu kini bukan hanya dijadikan alat untuk meraih popularitas semata, namun juga dapat menjadi ladang bisnis bagi generasi millenials.

Tren ini kemudian justru melahirkan profesi baru sebagai Youtuber. Sebut saja nama-nama seperti SarapTV, Jovi Adhiguna, hingga Jovial Da Lopez.

Lalu gimana sih caranya agar bisa jadi Youtuber yang menghasilkan banyak duit? Berikut simak tips-tips jadi Youtuber sukses ala tiga Youtuber ini

1. Inspirasi bisa muncul dari mana saja

Dok. IDN Times

SarapTV adalah kanal YouTube yang digawangi oleh duo Star Irawan dan Indra Bramudjito. Menurut mereka, hal penting yang harus diperhatikan jika ingin membuat konten berkualitas adalah inspirasi."Semua hal bisa jadi inspirasi, bahkan 1 tripod pun bisa. Harus pintar memanfaatkan inspirasi menjadi ide," kata Itol, sapaan akrab Indra Bramudjito. 

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Jovi Adhiguna. Uniknya, alih-alih mencari inspirasi dari luar, Jovi justru mendapatkan inspirasi dari para fansnya. "Senang rasanya ketika tahu bahwa di luar sana ada orang yang menunggu karya kamu, dan merasa mendapatkan manfaat dari situ. Secapek apapun, rasanya inspirasi dan semangat langsung bangkit lagi ketika baca komen-komen mereka," kata Jovi.

Baca juga: 10 Potret Keseruan Malam Tahun Baru di Garnier IDN CreativeFest 2017

2. Angkat hal-hal sederhana

Dok. IDN Times

Bagi seorang Youtuber pemula, salah satu tantangan awal adalah mencari tema konten yang akan diunggah. Padahal banyak sekali tema-tema keseharian yang ada disekitar kita. Jovi Adhiguna contohnya yang sering mengangkat tema sederhana seperti makanan kesukaan, tingkah polah lucu teman-temannya, hingga make-up yang sedang digunakan. 

"Bagi aku, bercerita secara jujur adalah suatu prinsip yang harus dijunjung. Gak perlu lah dibuat-buat; justru lebih senang ‘kan kalau orang tahu kita apa adanya?"jelas Jovi.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Jovial Da Lopez. Dirinya mengaku motivasi awal membuat kanal YouTube hanya untuk bersenang-senang bersama sang adik, Andovi Da Lopez.

3. Jangan dengar kata haters!

Dok. IDN Times

Harus diakui bahwa tak semua konten yang diproduksi oleh Youtuber akan disukai oleh penonton. Dari sini kemudian muncul istilah haters, yang merujuk pada sekelompok orang yang tidak suka terhadap konten yang dihasilkan. Pengaruh haters yang kuat bahkan dapat membuat Youtuber menjadi hilang motivasi.

Itu sebabnya Jovi Adhiguna memilih untuk tidak ambil pusing, dan fokus untuk berkarya secara positif bagi para penikmat karyanya. "Kalau ada yang mengapresiasi positif, ya aku bersyukur banget. Yang penting tetap jujur sama karakter aku dan gak melukai orang lain, itu udah cukup bagi aku," katanya. 

Lain pula dengan duo SarapTV, bukannya membalas komentar-komentar negatif yang masih, mereka malah membuat karya-karya yang lebih baik. "Ada yang sempet nyinyir, kami balas dengan karya. Eh akhirnya mereka jadi berbalik memuji," ujar Star.

Baca juga: 10 Gaya Keren Para Dancer di Garnier CreativeFest 2017

#GarnierIDNCreativeFest #MyNo1Inspiration

 

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya