Kasus penulis Nova dan Aru (instagram.com/akararutalaa)
Usai tagar #JusticeforNova trending di X (Twitter), Akararutalaa atau Aru buka suara yang diwakili oleh sang ibu di akun Instagram pribadinya. Dalam klarifikasi tersebut, Aru menegaskan tidak melakukan plagiarisme, seperti yang disampaikan oleh Nova.
"Saya Ibunda Aru, saya ingin angkat bicara terkait tuduhan yang beredar belakangan ini kepada anak saya di media sosial. Karena tuduhan yang beredar, kondisi kesehatan anak saya semakin menurun. Bagaimana bila anda menjadi seorang ibu yang anak nya di tuduh plagiat padahal tidak melakukannya," penjelasan klarifikasi tersebut.
Sang ibu juga menambahkan tuduhan plagiarisme adalah fitnah bagi anaknya. Sebab, ia tahu kualitas karya Aru serta pendidikan akademiknya yang disebut berprestasi.
"Saya tau prosesnya bagaimana anak saya buat cerita itu. Jadi jangan asal menuduh. Menuduh adalah fitnah. Anak saya banyak membuat karya sebelum ini, menulis cerita adalah hobi dia. Saya tau kualitas anak saya, dalam segi pendidikan akademik, alhamdulillah dia berprestasi. Saya sudah cukup sabar untuk mendiamkan kalian, argumen kalian para netizen tidak berkualitas dalam tata bahasa dan tidak ada etika memojokan anak saya di belakang ini semua, kalau mau bicara face to face. Monggo, ayo berbicara dengan saya sebagai orangtuanya, sampaikan dengan punya tata krama dan sopan," lanjutnya.
Klarifimasi itu juga menjelaskan kronologi komunikasi Nova dan Aru. Ia juga melampirkan klaim bukti bantahan atas tuduhan plagiarisme dalam file pdf 43 halaman ke Google Drive. Dalam file itu, terdapat screenshot obrolan WA dengan teman Aru yang mendiskusikan tentang novelnya hingga histori laman pencarian. Sebagian besarnya, Aru membedah cerita dan tokohnya.
Klarifikasi yang diunggah di akun Instagram Aru justru menuai kontroversi di media sosial. Netizen menyayangkan tidak ada ucapan dukacita dalam klarifikasi tersebut.