Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Konsekuensi yang Harus Ditanggung Shin I Rang dalam Pekerjaannya di Phantom Lawyer

3 Konsekuensi yang Harus Ditanggung Shin I Rang dalam Pekerjaannya di Phantom Lawyer
still cut drama Korea Phantom Lawyer (x.com/SBSNOW)
Intinya Sih
  • Shin I Rang terlibat membantu arwah mencari keadilan meski awalnya sulit menerima kemampuan berinteraksi dengan dunia roh.
  • Ia harus menjaga jarak dari arwah emosional agar tidak kerasukan, karena kehilangan kesadaran bisa membahayakan dirinya.
  • Tindakan saat kerasukan membuatnya terjerat masalah hukum hingga sempat ditahan, menambah berat tanggung jawab sebagai pengacara arwah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Menjadi pengacara saja sudah penuh tekanan, apalagi jika harus menangani klien yang berasal dari dunia lain. Itulah yang dialami Shin I Rang dalam Phantom Lawyer, ketika ia tanpa sengaja terlibat dengan arwah-arwah yang belum bisa pergi dengan tenang karena kematian mereka yang penuh misteri.

Awalnya, Shin I Rang kesulitan menerima kondisi tersebut hingga hampir menyerah. Namun seiring waktu, rasa iba membuatnya memilih bertahan dan membantu para arwah mencari keadilan. Meski begitu, keputusan tersebut bukan tanpa risiko. Ada berbagai konsekuensi berat yang harus ia tanggung. Berikut tiga konsekuensi yang harus dihadapi Shin I Rang di Phantom Lawyer.

1. Harus menjaga jarak saat arwah emosional agar tidak kerasukan

still cut drama Korea Phantom Lawyer
still cut drama Korea Phantom Lawyer (x.com/SBSNOW)

Sejak pertama kali berhadapan dengan arwah, Shin I Rang menyadari bahwa emosi mereka juga antusias mereka bisa menjadi pemicu utama kerasukan. Arwah yang dipenuhi amarah, dendam, atau rasa tidak terima akan lebih mudah kehilangan kendali dan memanfaatkan tubuh Shin I Rang untuk meluapkan perasaan mereka. Hal ini membuat Shin I Rang tidak bisa bersikap sembarangan, ia harus membaca situasi dan menjaga jarak setiap kali emosi arwah mulai tidak stabil.

Kesulitannya, Shin I Rang tidak selalu bisa memprediksi kapan arwah akan kehilangan kendali. Seperti saat persidangan Lee Gang Pung, di mana emosi yang memuncak justru membuat situasi berbalik merugikan dirinya. Karena setiap kerasukan membuatnya kehilangan kesadaran, Shin I Rang juga tidak bisa mempertanggungjawabkan tindakannya secara penuh. Inilah alasan mengapa ia sering membutuhkan bantuan orang lain seperti Da Bong Su untuk berjaga-jaga, terutama dalam situasi genting.

2. Nyawanya bahkan ikut terancam saat kehilangan kesadaran

still cut drama Korea Phantom Lawyer
still cut drama Korea Phantom Lawyer (x.com/SBSNOW)

Kondisi kerasukan bukan hanya mengganggu pekerjaannya sebagai pengacara, tetapi juga mengancam keselamatannya secara langsung. Ketika tubuhnya diambil alih oleh arwah, Shin I Rang sepenuhnya kehilangan kontrol atas dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana tubuhnya bergerak, apa yang ia lakukan, bahkan dalam situasi berbahaya sekalipun.

Contoh paling nyata terlihat saat ia menangani kasus Kim Su A. Dalam kondisi kerasukan, tubuh Shin I Rang bergerak mengikuti keinginan Kim Su A tanpa mempertimbangkan bahaya di sekitarnya. Ia hampir tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan secara sembarangan. Momen ini menunjukkan bahwa satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Tanpa kehadiran Han Na Hyun yang menyelamatkannya, nyawa Shin I Rang mungkin sudah tidak tertolong.

3. Terjerat masalah hukum hingga harus ditahan

still cut drama Korea Phantom Lawyer
still cut drama Korea Phantom Lawyer (x.com/SBSNOW)

Konsekuensi lain yang tidak kalah berat adalah dampak hukum dari tindakan yang dilakukan saat kerasukan. Sebagai manusia biasa, Shin I Rang tetap harus bertanggung jawab atas segala tindakannya, meskipun ia tidak sadar ketika melakukannya. Hal ini menjadi dilema besar, karena niatnya membantu justru bisa berbalik merugikan dirinya sendiri secara hukum.

Dalam kasus Jeon Sang Ho, Shin I Rang harus menghadapi situasi di mana tubuhnya digunakan untuk meluapkan amarah kepada pihak yang diduga bersalah. Akibatnya, ia terlibat dalam tindakan yang membuatnya harus berurusan dengan pihak berwajib dan bahkan sempat ditahan.

Menjadi “phantom lawyer” bukan sekadar membantu arwah menemukan keadilan, tetapi juga tentang keberanian menghadapi risiko yang tidak kasat mata. Meski penuh bahaya dan konsekuensi, Shin I Rang tetap memilih bertahan, membuktikan bahwa keadilan tetap layak diperjuangkan, bahkan bagi mereka yang sudah tiada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us