Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Hwang Dong Man Mengatasi Stres di Drakor We Are All Trying Here
Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Dalam drama Korea We Are All Trying Here, Hwang Dong Man (Koo Kyo Hwan) adalah seorang calon sutradara yang sudah lama berusaha mewujudkan mimpinya. Selama hampir 20 tahun, ia belum berhasil membuat film debut, sementara teman-temannya sudah lebih dulu sukses di dunia perfilman. Kondisi ini membuat Dong Man sering merasa tertinggal, minder, dan tertekan.

Dong Man memiliki sifat cerewet, sensitif, dan mudah tersinggung. Ia sering terlihat defensif dan kadang bersikap sinis, sehingga membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di dekatnya. Akibatnya, ia tidak selalu disukai oleh teman-temannya, tetapi sikap itu sebenarnya muncul dari rasa kecewa, stres, dan rendahnya kepercayaan diri akibat kegagalan yang terus ia alami. Berikut empat cara Hwang Dong Man mengatasi stress di drakor We Are All Trying Here.

1. Meneriakkan namanya di atas bukit

Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Hwang Dong Man sering meluapkan emosinya dengan berteriak menyebut namanya di tempat yang sepi, seperti di atas bukit. Cara ini membantunya melepaskan tekanan, rasa frustrasi, dan emosi yang selama ini ia pendam. Dengan berteriak, ia merasa lebih lega dan pikirannya menjadi lebih ringan.

Tindakan ini juga menunjukkan bahwa Dong Man membutuhkan ruang untuk mengekspresikan perasaannya secara bebas. Ia memilih tempat terbuka agar bisa meluapkan emosinya tanpa merasa dinilai oleh orang lain. Setelah melakukannya, ia biasanya merasa lebih tenang dan siap menghadapi masalahnya kembali.

2. Berbicara tanpa henti

Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Saat merasa tertekan, Dong Man cenderung berbicara terus-menerus. Ia sering menceritakan pikiran, keluhan, atau pendapatnya tanpa henti kepada orang di sekitarnya. Baginya, berbicara adalah cara untuk mengurangi beban pikiran.

Dengan berbicara, Dong Man merasa emosinya tersalurkan. Ia juga mendapatkan rasa lega karena apa yang ada di dalam pikirannya tidak lagi dipendam sendiri. Aktivitas ini memberinya perasaan lebih nyaman, bahkan bisa membuat suasana hatinya menjadi lebih baik.

3. Memakan semua makanan yang ada

Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Ketika stres, Dong Man merasakan dorongan untuk makan lebih banyak. Hal ini digambarkan melalui jam tangan emosinya yang berubah menjadi warna merah sebagai tanda tingkat stres yang tinggi. Dalam kondisi seperti itu, tubuhnya terasa lapar dan membutuhkan asupan energi.

Ia akan memakan apa pun yang tersedia di depannya untuk menenangkan diri. Makan memberinya rasa nyaman dan membantu mengurangi ketegangan yang ia rasakan. Selain itu, aktivitas ini juga membantunya memulihkan tenaga setelah mengalami tekanan emosional.

4. Menonton film seharian

Still cut We Are All Trying Here (dok.JTBC/We Are All Trying Here)

Menonton film adalah salah satu cara Dong Man untuk menenangkan pikirannya. Ia sangat menikmati film-film yang menurutnya berkualitas dan memiliki cerita yang kuat. Saat menonton, ia bisa sejenak melupakan masalah yang sedang dihadapinya.

Film memberinya rasa nyaman dan kesempatan untuk beristirahat secara mental. Selain sebagai hiburan, menonton film juga mengingatkannya pada alasan ia tetap mencintai dunia perfilman. Kegiatan ini membantu Dong Man merasa lebih tenang dan kembali bersemangat.

Cara Hwang Dong Man mengatasi stres menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara sendiri untuk menenangkan diri. Meskipun terlihat sederhana, kegiatan seperti berbicara, makan, berteriak, dan menonton film membantunya mengurangi tekanan serta memulihkan emosinya. Melalui karakter Dong Man, drama ini menunjukkan bahwa mengenali kebutuhan diri adalah langkah penting dalam menghadapi stres.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team