Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Licik Je Yeol Honour dalam Mengontrol Korban agar Tetap Diam
Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)
  • Park Je Yeol, tokoh dalam drakor *Honour*, digambarkan sebagai jaksa sekaligus pemimpin platform prostitusi online yang menggunakan kekuasaan dan manipulasi untuk menutupi kejahatannya.
  • Ia mengancam Yoon Ra Young dan rekan-rekannya dengan membuka masa lalu mereka, serta memanfaatkan media untuk memutarbalikkan fakta agar dirinya tampak sebagai korban.
  • Park Je Yeol juga menanamkan rasa takut melalui ancaman dan kekerasan fisik terhadap korban, membuat mereka bungkam dan sulit mencari keadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
masa lalu

Park Je Yeol memanfaatkan kejadian di masa lalu untuk mengancam Yoon Ra Young, Kang Shin Jae, dan Hwang Hyun Jin agar tidak mengungkap kasus prostitusi online miliknya. Ia menuduh mereka melakukan percobaan pembunuhan meski tindakan itu merupakan upaya membela diri.

kini

Park Je Yeol terus berusaha menutupi kejahatannya dengan manipulasi media dan ancaman terhadap korban. Namun, kebenaran mulai terungkap dan kontrolnya terhadap para korban perlahan melemah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kisah dalam drama Korea “Honour” menampilkan tindakan Park Je Yeol, seorang jaksa sekaligus pengelola platform prostitusi online, yang menggunakan berbagai cara licik untuk mengontrol dan membungkam para korbannya.
  • Who?
    Park Je Yeol sebagai pelaku utama, serta Yoon Ra Young, Kang Shin Jae, dan Hwang Hyun Jin sebagai pihak yang berusaha mengungkap kejahatannya dalam alur cerita drama tersebut.
  • Where?
    Peristiwa digambarkan terjadi di lingkungan hukum dan dunia digital Korea Selatan, termasuk lokasi seperti apartemen Yoon Ra Young yang menjadi tempat perlindungan korban.
  • When?
    Kejadian berlangsung dalam alur cerita serial “Honour”, tanpa disebutkan waktu spesifik. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai periode waktu di dalam kisah tersebut.
  • Why?
    Tindakan dilakukan untuk melindungi rahasia kejahatan seksual dan mempertahankan kekuasaan Park Je Yeol dengan menekan korban agar tidak melapor atau membuka kasusnya ke publik.
  • How?
    Park Je Yeol memanfaatkan jabatannya, melakukan ancaman, manipulasi media, serta kekerasan fisik terhadap korban guna menciptakan ketakutan dan memastikan mereka tetap diam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kasus kejahatan seksual menjadi salah satu kasus yang susah dipecahkan karena kemahiran pelaku dalam menutupi tindakannya. Belum lagi jika pelaku memiliki jabatan tinggi atau nama besar di lingkungannya. Hal ini diperlihatkan secara jelas pada tokoh Park Je Yeol di drakor Honour.

Tingkah dari petinggi platform prostitusi online ini sering kali membuat penonton merasa kesal. Dia selalu melakukan banyak cara agar kejahatannya tidak terungkap. Mulai dari peningkatan sistem keamanan platform yang kuat sampai berusaha mengontrol korbannya agar patuh. Lebih lengkapnya, berikut empat cara licik Park Je Yeol dalam mengontrol korban agar tetap diam dalam drakor Honour. Cara-cara ini tidak patut dicontoh, dan jika kamu menemukan sosok dengan pola yang sama, segera meminta bantuan hukum.

1. Menggunakan jabatannya di bidang hukum untuk menekan korban

Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)

Apabila terdapat korban dari platform prostitusi online yang dipimpinnya ingin kabur, hal itu tidak dibiarkan begitu saja oleh Park Je Yeol. Jabatan dan branding-nya sebagai jaksa dimanfaatkan Park Je Yeol untuk menahannya. Terlebih lagi kemampuan manipulasinya membuat korban merasa terpojok dan memilih bungkam.

Bahkan lebih buruknya, aksi Park Je Yeol ini juga sampai ke tindakan membunuh korban dan orang-orang yang berpotensi membocorkan kejahatannya. Tidak hanya itu, kekuatan koneksi dari jabatan Park Je Yeol pun membuat korban merasa sungkan dan takut jika melawannya.

2. Mengancam Yoon Ra Young tentang pembongkaran kejadian di masa lalu

Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)

Cara licik Park Je Yeol semakin memuncak keti ka dia mulai memanfaatkan kejadian di masa lalu. Khususnya, saat Yoon Ra Young, Kang Shin Jae, dan Hwang Hyun Jin semakin nekat untuk mengungkap kasus platform prostitusi online miliknya. Park Je Yeol tidak ragu untuk mengancam dan mengintimidasi Ra Young.

Dia mengatakan bahwa jika trio pengacara itu melanjutkan proses atas kasusnya, maka dia akan lebih dulu membongkar tindakan percobaan pembunuhan yang dilakukan mereka. Padahal pada saat itu ketiganya hanya membela diri dan saing melindungi. Ancaman tersebut sempat membuat Ra Young kembali mengingat trauma dan takut.

3. Menggunakan media untuk memutarbalikkan fakta

Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)

Park Je Yeol tidak main-main dengan perkataannya. Terlebih lagi saat posisinya semakin terhimpit karena trio pengacara itu tetap tidak lelah untuk membongkar kajahatannya. Maka dari itu, dia langsung membuat berita yang mengungkap percobaan pembunuhan oleh Yoon Ra Young, Kang Shin Jae, dan Hwang Hyun Jin terhadap dirinya.

Tindakan tersebut hanya bagian cara liciknya untuk melindungi citra dan memutarbalikkan fakta. Lagipula percobaan pembunuhan di masa lalu itu tidak akan terjadi jika Park Je Yeol tidak berbuat kejahatan terlebih dahulu terhadap Ra Young. Park Je Yeol seolah menjadikan dirinya sebagai korban, padahal sebenarnya dia adalah pelaku yang ketakutan jika rahasianya terbongkar.

4. Memanfaatkan setiap rasa takut korban agar mereka tetap diam

Cuplikan adegan drakor Honour (dok. Hancinema/Honour/Edited by Canva)

Ketakutan korban menjadi senjata utama untuk Park Je Yeol memperkuat kontrolnya. Dia tidak segan mengancam bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap korban jika berani melawannya. Hal ini dibuktikan dengan penyekapan terhadap salah satu korban.

Padahal korban tersebut sudah berada di tempat yang aman, yakni apartemen Yoon Ra Young. Namun, setiap celah Park Je Yeol manfaatkan untuk menangkapnya dan memberikan pelajaran. Tidak hanya dilakukan sekali, tindakan tersebut dilakukan berkali-kali terhadap korban lainnya sehingga jarang ada yang mau mengungkap kebenaran.

Pelaku kejahatan seksual memiliki banyak cara licik untuk membuat korban diam. Bisa dari manipulasi, intimidasi, bahkan menciptakan bentuk kejahatan yang lebih besar. Dari empat cara licik Park Je Yeol dalam mengontrol korban agar tetap diam di atas, poin mana yang paling membuatmu kesal? Pada akhirnya, cara-cara yang dilakukannya hanya sia-sia dan perlahan kebenaran semakin terlihat jelas di depan mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorInaf Mei