Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Strategi Park Je Yeol yang Berbalik Jadi Bumerang di Honour

7 Strategi Park Je Yeol yang Berbalik Jadi Bumerang di Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

Sebagai dalang dibalik aplikasi Connect In, Park Je Yeol (Seo Hyun Woo) di drakor Honour (2026) dikenal licik, tenang, dan selalu selangkah lebih maju. Ia memanfaatkan posisinya sebagai jaksa untuk mengontrol permainan dan menekkan trio pengcara L&J. Namun, semakin ia merasa telah berada di atas dan tak tersentuh, makin terlihat pula celah dalam strateginya. 

Di tengah ambisi balas dendam dan obsesinya pada masa lalu, Je Yeol justru melakukan beberapa langkah yang berpotensi menjadi bumerang baginya sendiri. Berikut tujuh strategi Park Je Yeol yang perlahan berbalik menghancurkannya.

1. Je Yeol terlalu percaya diri mengangkat lagi kasus 20 tahun lalu tanpa memperhitungkan keberanian Ra Young untuk membuka semuanya ke publik

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

2. Ia sengaja menunjuk Gu Seon Kyu (Choi Young Joon) sebagai penanggung jawab kasus lama demi memecah fokus dan solidaritas trio L&J

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

3. Strategi itu justru gagal karena Seon Kyu memilih berdiri di sisi kebenaran dan ikut mengincar Je Yeol

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

4. Ia melakukan kekerasan terhadap istrinya sendiri, yang akhirnya membuat Yeon Hui berbalik arah dan membantu L&J mendapatkan akses data Connect In

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

5. Ia meremehkan kekuatan opini publik yang berubah drastis setelah Ra Young mengungkap fakta pelecehan yang ia alami

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

6. Ia terus menggunakan ancaman dan intimidasi sebagai alat tekanan, yang justru memperkuat tekad L&J untuk menjatuhkannya

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

7. Je Yeol terlalu lama mengandalkan jabatan dan kekuasaan sebagai jaksa tanpa menyadari bahwa posisinya mulai goyah dari dalam

still cuts drama Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

Park Je Yeol mungkin merasa mengendalikan permainan, tetapi sejarah menunjukkan bahwa kejatuhan sering kali datang dari kesalahan sendiri. Di Honour, langkah-langkah yang ia ambil demi mempertahankan kuasa dan dendam justru perlahan membangun jalan menuju kehancurannya. Kini tinggal menunggu waktu apakah Je Yeol akan sadar dan mundur, atau justru tenggelam karena kesalahan yang ia ciptakan sendiri?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us