5 Alasan Baek Ki Tae Sulit Ditaklukkan di Drakor Made in Korea

Dalam drakor Made in Korea, Baek Ki Tae (Hyun Bin) adalah seorang Kepala Departemen Intelijen di KCIA yang menyimpan rahasia besar. Di balik statusnya sebagai pejabat negara, ia diam-diam mengendalikan jaringan peredaran narkoba.
Aktivitas ilegal ini membuatnya menjadi target buruan pihak kejaksaan hingga atasannya sendiri yang merasa terancam dan berniat menghabisinya. Meski mendapat tekanan dari segala sisi, nyatanya Baek Ki Tae tetap sulit ditaklukkan karena alasan-alasan berikut.
1. Memiliki peran ganda yang strategis

Posisi Baek Ki Tae sebagai Kepala Departemen Intelijen KCIA di Busan memberinya perlindungan strategis. Ia tahu bagaimana sistem hukum bekerja karena ia adalah bagian dari sistem tersebut.
Baek Ki Tae dapat menggunakan informasi rahasia negara untuk memeras lawan atau melenyapkan bukti sebelum jaksa seperti Jang Geon Young (Jung Woo Sung) bisa menyentuhnya. Ia sulit ditaklukkan karena ia bertarung menggunakan senjata dan aturan yang ia kuasai dari dalam pemerintahan.
2. Ketahanan mental yang dingin

Dikenal karena ketenangannya yang luar biasa, Baek Ki Tae adalah sosok yang sangat observatif dan sulit ditebak. Setiap tindakannya diperhitungkan dengan matang, bukan hasil dari keputusan gegabah. Keteguhan mentalnya membuat Baek Ki Tae tidak mudah terintimidasi.
Ketika Jaksa Jang Geon Young hampir mengungkap peran gandanya, Baek Ki Tae tidak panik. Sebaliknya, ia dengan tenang menawarkan kerja sama. Bahkan saat nyawanya terancam oleh Hwang Guk Pyeong (Park Yong Woo), ia mampu membalikkan keadaan dengan mengusulkan perjanjian yang menguntungkan atasannya itu.
3. Kecerdasan dan kemampuannya dalam berdiplomasi

Baek Ki Tae memiliki kemampuan unggul untuk keluar dari situasi terdesak dengan menawarkan kesepakatan cerdik kepada lawan-lawannya. Didukung kemampuan multibahasa serta wawasan global, ia dengan mudah mengoperasikan jaringan kriminal lintas negara.
Hal ini memungkinkannya menghadapi tantangan dari berbagai musuh secara elegan tapi tetap mematikan. Kemampuannya dalam berkomunikasi membuatnya mampu memanipulasi negosiasi dengan musuh, mengubah lawan menjadi sekutu sementara melalui kesepakatan bisnis yang menggiurkan.
4. Motivasi dan ambisi yang kuat

Latar belakang masa kecil yang serba kekurangan dan rasa trauma masa lalu memicu ambisi besar dalam diri Baek Ki Tae. Rasa lapar akan kekuasaan yang muncul dari ketidakamanan membuatnya memiliki ambisi yang tidak ada batasnya.
Karena tujuannya adalah melindungi keluarga, ia tidak memiliki keraguan moral. Musuh sulit mengalahkannya karena ia tidak memiliki "tombol berhenti", ia akan terus melawan hingga titik darah penghabisan karena baginya, kekalahan berarti kembali ke kemiskinan yang menghancurkan.
5. Baek Ki Tae selalu selangkah lebih maju dari musuh-musuhnya

Sifat licik dan manipulatif Baek Ki Tae adalah senjata rahasia yang membuatnya selalu selangkah lebih maju dari musuh-musuhnya. Ia tidak hanya melihat musuh sebagai ancaman, tetapi sebagai subjek yang memiliki celah.
Kelicikannya muncul saat ia berhasil mengidentifikasi apa yang paling diinginkan atau ditakuti oleh lawannya, apakah itu uang, jabatan, atau rahasia gelap. Dengan informasi ini, ia memanipulasi situasi sehingga lawan merasa "membutuhkan" dirinya daripada ingin menangkapnya.
Meski ditekan dari berbagai arah, Baek Ki Tae menjadi sosok yang sangat sulit untuk ditumbangkan di drakor Made in Korea. Kombinasi antara kekuasaan resmi dan kelihaiannya dalam mengelola dunia kriminal menjadikannya lawan yang berat bagi penegak hukum atau musuh-musuhnya.



















