5 Alasan Do Gi Nekat Menyamar sebagai Militer di Taxi Driver 3

Kepergian Kim Do Gi (Lee Je Hoon) dari Rainbow Taxi di Taxi Driver 3 bukanlah keputusan impulsif yang lahir dalam satu malam. Di balik wajah tenangnya, tersimpan gejolak emosi yang selama ini tak pernah benar-benar padam. Episode demi episode menunjukkan bahwa Kim Do Gi bukan hanya seorang eksekutor keadilan, melainkan manusia yang menyimpan luka lama dari masa lalunya sebagai prajurit.
Saat ia memilih kembali mengenakan seragam militer dan menanggalkan identitasnya sebagai sopir taksi, penonton diajak menyelami sisi Kim Do Gi yang paling rapuh sekaligus paling berbahaya. Lima alasan berikut menjadi fondasi mengapa Kim Do Gi nekat menyamar sebagai militer, mempertaruhkan nyawa, dan berjalan sendirian dalam misi yang bahkan tak diketahui oleh tim Rainbow Taxi.
1. Kabar kematian Yu Seon Ah membuka luka lama yang belum sembuh

Segalanya bermula ketika Kim Do Gi menerima pesan bahwa Yu Seon Ah (Kim Sung Kyu), anak didiknya semasa di militer, telah tewas. Nama itu bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan simbol kegagalan terbesar dalam hidup Kim Do Gi. Kabar tersebut menjadi pemicu emosional yang menghancurkan ketenangannya, karena kematian Yu Seon Ah sejak awal diselimuti stigma dan tuduhan yang tidak masuk akal.
2. Keraguan pada versi resmi mendorongnya mencari kebenaran

Kim Do Gi tidak pernah benar-benar percaya pada narasi resmi yang menyebut kematian Yu Seon Ah sebagai kecelakaan biasa. Tuduhan pembelotan, penurunan pangkat, dan label pengkhianat negara terasa terlalu rapi untuk sebuah tragedi. Keraguan inilah yang mendorongnya kembali ke lingkungan militer, satu-satunya tempat di mana kebenaran itu mungkin masih tersisa.
3. Mencari dalang di balik kematian Yu Seon Ah

Bagi Kim Do Gi, mengetahui fakta saja tidak cukup. Ia yakin ada pihak tertentu yang diuntungkan dari kematian Yu Seon Ah dan sengaja membangun narasi palsu untuk menutupinya. Dengan menyamar sebagai militer aktif, Kim Do Gi membuka jalan untuk mendekati lingkaran kekuasaan yang sebelumnya tak bisa ia sentuh sebagai warga sipil.
4. Dorongan membalas dendam atas ketidakadilan

Rasa keadilan Kim Do Gi selalu lahir dari empati terhadap korban. Dalam kasus Yu Seon Ah, korban itu bukan orang asing, melainkan seseorang yang ia latih, lindungi, dan percayai. Ketidakadilan yang menimpa Yu Seon Ah mengubah misi ini menjadi personal, membuat Kim Do Gi rela menempuh jalan paling berbahaya demi memastikan pelaku tidak lolos dari konsekuensi.
5. Menepati janji lama yang tak pernah ia lupakan

Alasan paling emosional dari keputusan Kim Do Gi adalah janji yang pernah ia ucapkan kepada Yu Seon Ah. Janji bahwa ia akan selalu membantu bila anak didiknya itu berada dalam bahaya. Meski Yu Seon Ah telah tiada, Kim Do Gi merasa kewajibannya belum selesai, karena membiarkan kebenaran terkubur sama saja dengan mengkhianati janji tersebut.
Keputusan Kim Do Gi menyamar sebagai militer dalam Taxi Driver 3 memperlihatkan bahwa perjuangannya kali ini bukan sekadar menjalankan misi balas dendam, melainkan upaya berdamai dengan masa lalu yang penuh penyesalan. Langkahnya menjauh dari Rainbow Taxi menunjukkan bahwa ada pertempuran yang tak bisa dimenangkan bersama, melainkan harus dihadapi sendirian.


















