5 Alasan Go Da Rim Kerap Gagal Wawancara Kerja di Dynamite Kiss

Go Da Rim (Ahn Eun Jin) bukan hanya menjalani hidup yang keras, tetapi juga harus menghadapi dunia kerja yang penuh persaingan, terutama bagi mereka yang tidak berasal dari latar belakang "sempurna". Dalam Dynamite Kiss, perjalanan Go Da Rim mencari pekerjaan menjadi salah satu konflik paling menyayat hati. Setiap wawancara tampak seperti ujian hidup baru yang harus ia lewati, namun hasilnya selalu berulang,yakni penolakan.
Bukan karena ia tidak kompeten. Namun, ada serangkaian faktor yang membuatnya sulit bersaing. Berikut lima alasan utama mengapa Go Da Rim kerap gagal dalam wawancara kerja, lengkap dengan dinamika emosional yang membuat penonton makin bersimpati.
1. Tidak berasal dari kampus ternama, membuatnya langsung diremehkan

Salah satu tembok terbesar yang menghalangi Go Da Rim adalah latar belakang pendidikannya. Ia bukan lulusan universitas ternama yang biasanya menjadi incaran perusahaan. Dalam dunia nyata maupun di dalam drama, hal ini sering menjadi stereotip yang merugikan. Begitu pewawancara melihat nama kampusnya, sikap meremehkan langsung terlihat: nada bicara berubah, ekspresi mereka tidak lagi antusias, dan pertanyaan berikutnya terasa menjurus ke arah menjatuhkan.
Stigma seperti inilah yang membuat Go Da Rim berada pada posisi kurang menguntungkan bahkan sebelum ia sempat menunjukkan kemampuannya. Ia harus berusaha dua kali lebih keras untuk membuktikan dirinya, namun sering kali tidak diberi kesempatan untuk sampai ke tahap itu. Reaksi negatif yang berulang membuatnya semakin kehilangan rasa percaya diri.
2. Minim pengalaman kerja membuatnya sulit meyakinkan pewawancara

Go Da Rim menghabiskan bertahun-tahun belajar untuk ujian PNS, berharap jalur itu akan membuka pintu kehidupan baru. Namun, ketika berkali-kali gagal ujian, ia terjebak dalam situasi tanpa pengalaman kerja sama sekali. Di usia 30-an, kondisi ini membuat CV-nya tampak kosong bagi perusahaan.
Ketika ditanya soal pengalaman, Go Da Rim sering terlihat kikuk. Ia berusaha menjelaskan bahwa ia memiliki kemampuan organisasi dan disiplin dari masa belajarnya, tetapi ini tidak cukup kuat untuk meyakinkan pewawancara. Banyak perusahaan yang mengutamakan kandidat dengan pengalaman konkret, dan Go Da Rim sering kali tidak masuk kriteria minimal. Ketiadaan pengalaman kerja membuatnya tampak seperti kandidat yang tidak siap menghadapi dunia profesional, meski sebenarnya ia sangat tekun dan cepat belajar.
3. Dianggap terlalu tua untuk posisi entry level

Usia menjadi masalah serius bagi Go Da Rim. Dalam banyak proses rekrutmen, kandidat berusia 30-an dianggap terlalu tua untuk posisi pemula. Pewawancara menilai ia tidak akan mudah diarahkan, atau akan sulit beradaptasi dengan lingkungan kerja yang rata-rata diisi anak muda.
Tanpa Go Da Rim sadari, banyak keputusan penolakan tidak datang dari ketidakmampuannya, tetapi dari asumsi perusahaan bahwa ia tidak cocok dengan kultur kerja mereka. Di adegan-adegan tertentu, pewawancara bahkan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat melihat usia Da Rim. Hal ini membuatnya semakin gugup dan merasa kecil di hadapan mereka. Ketika usia menjadi hambatan yang tidak bisa diubah, Go Da Rim sering pulang dari wawancara dengan perasaan gagal bukan karena diri sendiri, tetapi karena kondisi yang tidak bisa ia kendalikan.
4. Sikap yang terlalu bersemangat justru sering disalahpahami

Secara alami, Go Da Rim adalah orang yang berenergi tinggi dan penuh antusiasme. Namun, dalam wawancara kerja, sifat ini kadang tidak bekerja untuknya. Ketika merasa gugup, ia cenderung berbicara terlalu cepat, menjelaskan terlalu detail, atau tersenyum berlebihan. Bukannya menunjukkan passion, gestur tersebut sering dianggap sebagai tanda ketidakstabilan emosional atau kurang profesional.
Pewawancara menganggapnya kurang tenang, padahal itu bentuk usaha Go Da Rim untuk tetap positif di bawah tekanan. Namun, citra yang muncul justru sebaliknya, ia tampak tidak siap, kurang terstruktur, bahkan terlalu impulsif dalam menjawab. Energi yang seharusnya menjadi kelebihannya justru berubah menjadi bumerang karena kurangnya pengalaman menghadapi situasi formal.
5. Gagal meyakinkan pewawancara karena kurang percaya diri

Dari semua alasan penolakannya, faktor terbesarnya adalah kurangnya rasa percaya diri yang muncul akibat pengalaman buruk sebelumnya. Trauma diintimidasi, diremehkan, dan ditolak berkali-kali membuat Go Da Rim selalu masuk ruang wawancara dengan mental setengah kalah.
Saat ditanya hal mendasar, ia sering ragu-ragu, dan saat diberi pertanyaan lanjutan, ia terlihat bimbang. Ketidakpastian ini memberi kesan bahwa ia tidak yakin pada kemampuannya sendiri dan pewawancara biasanya menangkap sinyal tersebut hanya dalam hitungan menit.
Padahal Go Da Rim memiliki banyak kualitas baik, ia pekerja keras, tekun, cepat belajar, dan memiliki empati tinggi. Namun semua itu tenggelam karena rasa minder yang begitu besar di dalam ruang wawancara.
Go Da Rim adalah potret realistis banyak pencari kerja di usia 30-an yang harus menghadapi dunia kerja yang kompetitif, penuh standar, dan sering tidak adil. Melalui Dynamite Kiss, penonton diajak melihat sisi rapuhnya, tetapi juga kekuatan yang tumbuh dari semua kegagalannya.



















