Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Rekor Byung Gyun Bisa Terpatahkan di Kasus Ra Ik dalam Idol I

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)
Intinya sih...
  • Kwak Byung Gyun ragu sejak awal kasus, melanggar prinsip hidupnya sebagai jaksa.
  • Pengacara Do Ra Ik memiliki banyak "senjata" hukum, membuat Kwak Byung Gyun tidak lagi dominan.
  • Peluang kemenangan Kwak Byung Gyun hanya sekitar 20 persen, karena banyak kejanggalan dan alibi kuat dari pihak Do Ra Ik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama bertahun-tahun, nama Kwak Byung Gyun (Jeong Jae Kwang) dikenal sebagai momok dalam dunia hukum pidana di drakor Idol I. Ia adalah jaksa yang tidak pernah melepaskan tersangka. Sekali menetapkan seseorang sebagai pelaku, proses hukum yang ia bangun hampir selalu berakhir pada pengakuan dan vonis bersalah. Rekor mentereng itu membuatnya dipuja sebagai penegak hukum ideal, tegas, dingin, dan tak tergoyahkan.

Namun, kasus Do Ra Ik (Kim Jae Young) di Idol I menjadi anomali besar dalam karier Kwak Byung Gyun. Untuk pertama kalinya, ia menghadapi situasi di mana keyakinannya sendiri goyah, bukti tidak sepenuhnya berpihak, dan lawan di meja hijau justru memahami kelemahannya dengan sangat baik. Kasus ini bukan sekadar sulit, tetapi berpotensi mematahkan rekor yang selama ini ia banggakan. Berikut lima alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi.

1. Keraguan sudah muncul sejak awal kasus

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, Kwak Byung Gyun tidak sepenuhnya yakin sejak awal bahwa Do Ra Ik adalah pelaku. Ada jeda kecil, keraguan samar, yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip hidupnya sebagai jaksa.

Premis hukumnya terasa dipaksakan untuk mengejar kecepatan dan respons publik. Keraguan awal ini menjadi celah paling berbahaya, karena setiap langkah selanjutnya dibangun di atas fondasi yang tidak benar-benar kokoh.

2. Pengacara Do Ra Ik memiliki banyak “senjata” hukum

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (instagram.com/channel.ena.d)

Lawan Kwak Byung Gyun kali ini bukan pengacara sembarangan. Maeng Se Na (Sooyoung) dikenal sebagai pengacara kriminal dengan tingkat kemenangan nyaris sempurna. Ia memahami cara kerja jaksa, celah prosedural, hingga kelemahan logika dalam penyusunan dakwaan.

Setiap bukti yang diajukan jaksa tidak diterima mentah-mentah, tetapi dibedah, dipertanyakan, dan dipaksa untuk berdiri di atas fakta objektif. Situasi ini membuat Kwak Byung Gyun tidak lagi berada di posisi dominan.

3. Peluang kemenangan hanya sekitar 20 persen

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Secara realistis, potensi kemenangan Kwak Byung Gyun dalam kasus ini sangat kecil. Tidak seperti kasus sebelumnya yang hampir pasti, kasus Do Ra Ik penuh ketidakpastian. Bukti forensik tidak sepenuhnya mendukung, motif tidak solid, dan kronologi kejadian memiliki banyak lubang.

Angka 20 persen ini bukan sekadar statistik, melainkan tekanan psikologis yang terus menghantuinya. Jaksa yang terbiasa menang kini harus menghadapi kemungkinan kalah secara terbuka.

4. Banyak kejanggalan terjadi pada orang-orang di sekitar Do Ra Ik

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Alih-alih semua petunjuk mengarah ke Do Ra Ik, justru banyak hal janggal muncul dari orang-orang di sekelilingnya. Kesaksian yang berubah, alibi yang tidak sinkron, hingga perilaku mencurigakan dari pihak lain membuat fokus kasus semakin kabur.

Kejanggalan tersebut perlahan melemahkan narasi tunggal yang dibangun Kwak Byung Gyun. Semakin ia memaksakan satu tersangka, semakin terlihat bahwa ada kebenaran lain yang belum disentuh.

5. Do Ra Ik memiliki alibi dan saksi yang kuat

still cut drama Korea Idol I
still cut drama Korea Idol I (youtube.com/@Studio_Genie)

Alasan paling krusial adalah posisi Do Ra Ik sendiri. Ia tidak sepenuhnya sendirian. Ada alibi yang masuk akal, saksi yang konsisten, serta potongan fakta yang mampu membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Dalam sistem hukum, ini adalah mimpi buruk bagi jaksa yang mengandalkan tekanan dan asumsi. Setiap saksi yang berdiri di pihak Do Ra Ik menjadi ancaman langsung bagi reputasi Kwak Byung Gyun.

Kasus Do Ra Ik bukan hanya ujian profesional bagi Kwak Byung Gyun, tetapi juga ujian moral. Idol I menunjukkan bahwa rekor sempurna bisa runtuh ketika hukum dipaksa berjalan lebih cepat daripada kebenaran. Ketika seorang jaksa mulai takut kalah, justru di situlah kekalahannya perlahan dimulai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Premis Awal Drama Korea Spring Fever

07 Jan 2026, 13:11 WIBKorea