Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Yoon Bom Menghukum Diri Sendiri di Spring Fever

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Yoon Bom (Lee Joo Bin) adalah tipe karakter yang tidak pernah berteriak ketika terluka, tetapi juga tak pernah benar-benar sembuh. Di Spring Fever, masa lalu bukan sekadar latar belakang konflik, melainkan beban yang terus ia seret ke mana pun ia pergi, bahkan saat ia sudah memilih meninggalkan kota dan menetap di desa yang seharusnya memberinya awal baru.

Alih-alih memaafkan diri sendiri, Yoon Bom justru membangun sistem hukuman yang sunyi namun kejam, seolah ia percaya bahwa penderitaan adalah satu-satunya cara untuk menebus kesalahan yang tak pernah sepenuhnya dijelaskan pada siapa pun. Ada lima cara utama Yoon Bom menghukum dirinya sendiri atas masa lalu itu, dan semuanya terjalin rapat dengan dinamika emosional Spring Fever.

1. Memilih diam saat punya hak untuk membela diri

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Yoon Bom berkali-kali berada dalam situasi di mana ia sebenarnya bisa menjelaskan posisinya, meluruskan kesalahpahaman, atau sekadar membela harga dirinya. Namun, ia memilih diam. Diamnya bukan karena ia lemah, melainkan karena ia merasa tidak pantas untuk dibela.

Sikap ini menunjukkan bagaimana Yoon Bom secara sadar membiarkan dirinya disalahpahami, seolah setiap prasangka negatif adalah hukuman yang layak ia terima atas masa lalunya. Dalam keheningan itu, ia menanggung beban sendirian, tanpa memberi ruang bagi orang lain untuk memahami lukanya.

2. Menjauh dari hubungan yang berpotensi membahagiakan

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Setiap kali Yoon Bom merasakan kehangatan, ia justru mundur selangkah. Kedekatannya dengan Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun) sering kali terhenti bukan karena konflik eksternal, melainkan karena ketakutan internal.

Ia menghukum dirinya dengan menolak kemungkinan bahagia, seolah kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah gugur haknya sejak masa lalu itu terjadi. Yoon Bom memilih kesepian yang ia kenal daripada kebahagiaan yang terasa asing dan menakutkan.

3. Membiarkan diri terjebak dalam rasa bersalah yang tak pernah selesai

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Rasa bersalah Yoon Bom tidak pernah memiliki titik akhir yang jelas. Ia tidak mencari penebusan, tidak pula mencoba mengurai perasaan itu dengan jujur. Sebaliknya, ia memelihara rasa bersalah tersebut sebagai bentuk hukuman seumur hidup.

Dalam Spring Fever, rasa bersalah ini tampak dari caranya memandang diri sendiri, selalu lebih keras, selalu lebih kejam dibandingkan cara orang lain menilainya. Ia tidak memberi ruang untuk kesalahan sebagai bagian dari proses menjadi manusia.

4. Menurunkan standar untuk drinya sendiri

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Yoon Bom kerap menerima perlakuan yang seharusnya tidak pantas ia terima. Ia jarang menuntut keadilan, jarang meminta kejelasan, dan hampir tidak pernah mengungkapkan kebutuhan emosionalnya. Ini bukan kerendahan hati, melainkan bentuk hukuman diri yang halus.

Ia menempatkan dirinya di posisi yang lebih rendah, seolah ia tidak layak mendapatkan perhatian, perlindungan, atau pengertian yang sama seperti orang lain. Dalam diam, ia menyusutkan nilai dirinya sendiri.

5. Mengisolasi diri di tengah kehidupan sosial desa

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Meski hidup di desa yang penuh interaksi dan kehangatan, Yoon Bom tetap terisolasi secara emosional. Ia hadir secara fisik, tetapi menjaga jarak secara batin. Isolasi ini bukan kebetulan, melainkan pilihan sadar untuk tidak terlibat terlalu dalam. Dengan membatasi hubungan, Yoon Bom menghukum dirinya agar tidak lagi menyakiti atau disakiti, meski konsekuensinya adalah kesepian yang terus mengendap.

Pada akhirnya, Spring Fever menggambarkan Yoon Bom sebagai sosok yang tidak sedang mencari pengampunan dari orang lain, melainkan terjebak dalam ketidakmampuannya memaafkan diri sendiri. Lima cara Yoon Bom menghukum dirinya sendiri atas masa lalu menunjukkan bahwa luka terdalam sering kali tidak datang dari luar, melainkan dari keyakinan bahwa diri sendiri tidak pantas untuk bahagia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Korea

See More

ENHYPEN Kolaborasi dengan Palang Merah Korea, Kampanye Donor Darah

13 Jan 2026, 14:06 WIBKorea