Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Dosa Keluarga terhadap Yoon Bom di Drama Korea Spring Fever

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Trauma yang dibawa Yoon Bom (Lee Joo Bin) dalam Spring Fever tidak lahir begitu saja. Luka itu bukan hanya berasal dari lingkungan kerja lamanya, tetapi juga dari keluarga yang seharusnya menjadi tempat paling aman untuk pulang. Alih-alih mendapat dukungan, Yoon Bom justru tumbuh dengan perasaan sendirian saat hidupnya runtuh akibat tuduhan yang tidak pernah terbukti kebenarannya.

Drama Spring Fever dengan halus namun menyakitkan memperlihatkan bagaimana pengkhianatan emosional dari keluarga bisa meninggalkan bekas paling dalam. Keputusan-keputusan orang tuanya, terutama sang ibu, menjadi sumber utama ketakutan, rasa bersalah, dan kecenderungan Yoon Bom untuk memilih diam dan pergi dari mereka. Berikut lima dosa keluarga terhadap Yoon Bom yang membentuk luka batin dan kepribadiannya sepanjang cerita Spring Fever.

1. Melarang Yoon Bom menuntut pihak yang menuduhnya selingkuh

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Saat Yoon Bom difitnah berselingkuh hingga dikeluarkan dan diusir dari sekolah, keluarga justru melarangnya menempuh jalur hukum. Alasan yang digunakan terdengar “rasional”, tetapi sejatinya menyakitkan, demi meredam masalah agar tidak semakin besar.

Larangan ini menjadi pukulan pertama yang membuat Yoon Bom kehilangan kepercayaan pada keadilan. Ia dipaksa menerima stigma tanpa diberi kesempatan membela diri, seolah kebenaran bukan sesuatu yang layak diperjuangkan jika risikonya menyentuh nama baik keluarga.

2. Ibunya lebih mementingkan reputasi daripada harga diri anak

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Salah satu luka terdalam Yoon Bom datang dari sikap ibunya yang lebih fokus pada pandangan orang lain terhadap dirinya sebagai seorang aktris. Dalam situasi genting, sang ibu memilih memikirkan citra keluarga dan pribadinya di mata publik ketimbang harga diri anaknya sendiri.

Yoon Bom tidak dipeluk, tidak dikuatkan, dan tidak diyakini. Ia justru dijadikan beban yang harus “diselesaikan secara diam-diam”. Spring Fever menyoroti betapa berbahayanya orang tua yang mengukur segalanya dengan reputasi, karena tanpa sadar mereka menghancurkan fondasi emosional anaknya.

3. Orang Tua tidak membela saat Yoon Bom ditindas

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Ketika Yoon Bom menjadi sasaran bisik-bisik, pengucilan, dan tekanan psikologis, orang tuanya memilih bersikap pasif. Tidak ada pembelaan terbuka, tidak ada upaya melawan narasi keliru yang berkembang.

Sikap ini menanamkan keyakinan pahit dalam diri Yoon Bom bahwa ia harus menghadapi dunia sendirian. Spring Fever menunjukkan bahwa ketidakhadiran emosional orang tua sering kali lebih menyakitkan daripada kemarahan, karena membuat anak merasa tidak layak diperjuangkan.

4. Ibunya mengutamakan nama baik di atas perasaan Yoon Bom

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Berulang kali, ibu Yoon Bom menempatkan perasaan anaknya sebagai prioritas kedua. Alih-alih bertanya bagaimana kondisi mental Yoon Bom, ia justru sibuk memastikan skandal itu tidak mencoreng nama keluarga.

Sikap ini membuat Yoon Bom belajar menekan emosinya sendiri, karena ia tahu perasaannya tidak dianggap penting. Dalam Spring Fever, pola ini menjelaskan mengapa Yoon Bom tumbuh menjadi sosok yang sulit mengungkapkan luka dan lebih memilih memendam segalanya sendirian.

5. Ayahnya memilih diam dan tidak memercayainya

still cut drama Korea Spring Fever
still cut drama Korea Spring Fever (instagram.com/tvn_drama)

Jika sikap ibu terasa aktif melukai, maka sikap ayah Yoon Bom justru pasif namun tak kalah menyakitkan. Ia memilih diam, tidak bertanya, dan tidak berusaha memahami. Lebih menyedihkan lagi, ia tidak sepenuhnya memercayai anaknya sendiri.

Diamnya sang ayah menjadi simbol pengkhianatan emosional yang sunyi. Spring Fever menggambarkan bagaimana ketidakpercayaan dari figur ayah meninggalkan dampak jangka panjang, membuat Yoon Bom terus meragukan dirinya sendiri bahkan ketika ia tahu bahwa ia tidak bersalah.

Kelima dosa keluarga ini menjadi fondasi luka batin Yoon Bom dalam Spring Fever. Ia bukan sekadar korban fitnah, tetapi juga korban sistem keluarga yang mengorbankan anak demi citra dan kenyamanan sosial. Spring Fever dengan kuat menegaskan bahwa keluarga yang gagal melindungi dapat menjadi sumber trauma paling dalam, dan proses penyembuhan sering kali baru dimulai saat seseorang berani menjauh dari mereka yang tak pernah berpihak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Korea

See More

Nasib Akhir 10 Karakter Drakor Made in Korea, Siapa yang Menang?

15 Jan 2026, 14:06 WIBKorea