5 Hal yang Berhasil Diubah dalam Kasus Sang Jin di The Judge Returns

Kasus Kim Sang Jin (Bae In Hyuk) menjadi salah satu luka terbesar dalam karier Lee Han Young (Ji Sung) di drama Korea The Judge Returns. Di garis waktu awal, ia gagal membaca tanda-tanda penting saat masih menjadi hakim muda, sehingga Kim Sang Jin lolos dari pengawasan hukum dan berkembang menjadi pembunuh berantai. Kegagalan itu tidak hanya merenggut banyak nyawa, tetapi juga menjadi simbol ketidakmatangan Lee Han Young sebagai penegak keadilan.
Ketika Lee Han Young mengalami lompatan waktu dan kembali ke tahun 2025, kasus Kim Sang Jin menjadi prioritas yang ingin ia tebus. Dengan membawa ingatan masa depan, ia berusaha mengubah jalannya tragedi dan memperbaiki kesalahan fatal yang dulu ia buat. Ada lima hal penting yang berhasil diubah Lee Han Young dalam kasus ini, sekaligus menunjukkan pertumbuhan moral dan profesionalnya.
1. Berhasil menangkap Kim Sang Jin sebelum pembunuhan berikutnya terjadi

Perubahan paling krusial adalah keberhasilan Lee Han Young menangkap Kim Sang Jin lebih awal. Di masa lalu, ia gagal mengaitkan bukti dan pola kejahatan sehingga Kim Sang Jin sempat melakukan pembunuhan terhadap seorang anak kecil. Kesalahan itu menghantuinya selama bertahun-tahun.
Usai lompat waktu, Lee Han Young memanfaatkan pengetahuan masa depan untuk membaca ulang petunjuk yang dulu ia abaikan. Dalam The Judge Returns, penangkapan dini ini menjadi simbol kemenangan kecil melawan takdir, sekaligus bukti bahwa pengalaman pahit bisa menjadi alat penyelamat nyawa.
2. Menyelamatkan Kang Ju Young dari status kambing hitam

Pada garis waktu sebelumnya, Kang Ju Young (Choi So Yoon) seorang saksi mata kunci, justru dijadikan kambing hitam dan hampir dianggap sebagai kaki tangan Kim Sang Jin. Sistem hukum yang malas dan bias memilih jalan mudah dengan mengorbankan orang tak bersalah.
Lee Han Young yang baru tidak mengulangi kesalahan itu. Ia melindungi Kang Ju Young, memastikan kesaksiannya diuji secara adil, dan menempatkannya sebagai korban, bukan tersangka. The Judge Returns menampilkan perubahan ini sebagai kritik tajam terhadap praktik hukum yang sering mengorbankan individu lemah demi efisiensi semu.
3. Membalaskan ‘dendam’ keluarga para korban secara legal dan bermartabat

Di masa depan yang kelam, keluarga korban Kim Sang Jin hidup dengan kemarahan dan penyesalan karena pelaku tidak segera dihentikan. Lee Han Young menyadari bahwa keadilan yang terlambat sama saja dengan ketidakadilan.
Dengan mengubah jalannya kasus, ia memberikan penutup yang layak bagi keluarga korban. Dalam The Judge Returns, balas dendam ini bukan diwujudkan lewat kekerasan, melainkan lewat proses hukum yang tegas, transparan, dan berpihak pada korban.
4. Menjatuhkan hukuman berat dan menghentikan rantai kejahatan

Keberhasilan lain yang tak kalah penting adalah vonis berat yang dijatuhkan pada Kim Sang Jin. Tidak ada lagi celah hukum, keringanan tak masuk akal, atau kompromi prosedural. Lee Han Young memastikan bahwa hukuman mencerminkan skala kejahatan yang dilakukan.
Dalam The Judge Returns, hukuman ini menjadi pernyataan moral bahwa sistem hukum masih bisa bekerja jika dijalankan dengan keberanian. Rantai kejahatan Kim Sang Jin pun benar-benar terhenti, bukan sekadar ditunda.
5. Memulihkan kepercayaan Lee Han Young pada perannya sebagai hakim

Perubahan paling personal justru terjadi dalam diri Lee Han Young sendiri. Kegagalannya di masa lalu membuatnya memandang profesi hakim sebagai beban penuh rasa bersalah. Kasus Kim Sang Jin menjadi simbol ketidakmampuannya saat itu.
Dengan berhasil mengubah hasil kasus ini, Lee Han Young mulai berdamai dengan masa lalunya. The Judge Returns menunjukkan bahwa penebusan tidak selalu menghapus dosa, tetapi memberi alasan untuk tetap berdiri dan menjalankan tanggung jawab dengan lebih jujur.
Lima hal yang berhasil diubah Lee Han Young dalam kasus Kim Sang Jin menegaskan bahwa The Judge Returns adalah drama tentang kesempatan kedua yang dijalani dengan kesadaran penuh. Drama The Judge Returns tidak menjadikan lompatan waktu sebagai alat ajaib, melainkan sebagai ruang untuk menghadapi kesalahan lama secara langsung.


















