5 Kekesalan Terbesar Ji Hyeok pada Da Rim di Episode 3–4 Dynamite Kiss

- Gong Ji Hyeok kesal karena mencari Go Da Rim tanpa hasil
- Kesal karena Da Rim mengaku sudah menikah dan punya anak
- Kesal karena momen romantis di Jeju ternyata dibangun di atas kebohongan
Hubungan antara Gong Ji Hyeok (Jang Ki Yong) dan Go Da Rim (Ahn Eun Jin) yang sebelumnya dipenuhi momen manis di Jeju mendadak berubah menjadi rumit di episode 3–4 Dynamite Kiss. Penonton yang awalnya dibuat baper dengan interaksi spontan mereka, kini ikut merasakan getirnya kenyataan ketika kebohongan mulai terkuak satu per satu.
Gong Ji Hyeok, yang selama ini tampil sebagai sosok hangat dan tulus, justru harus berhadapan dengan luka paling besar dalam hidupnya. Berikut lima kekesalan terbesar Gong Ji Hyeok pada Go Da Rim yang menjadi sorotan utama di dua episode drakor ini.
1. Kesal karena selama ini ia mati-matian mencari Go Da Rim tapi justru dihindari

Setelah kembali dari Jeju, Gong Ji Hyeok tak bisa melupakan Go Da Rim. Semua momen yang mereka lalui, meninggalkan kesan mendalam baginya. Itu bukan sekadar liburan singkat, tapi awal dari perasaan yang tumbuh diam-diam.
Karena itu, ketika mereka berpisah tanpa kejelasan, ia berusaha mencari Go Da Rim. Ia mencoba berbagai cara, dari menelusuri jejak online hingga mencari kemungkinan tempat tinggalnya di Seoul. Namun, semua usaha itu nihil.
Hal yang membuatnya kesal adalah kenyataan bahwa ternyata Da Rim sengaja menghindarinya. Saat mereka akhirnya dipertemukan kembali secara tak terduga, Gong Ji Hyeok sadar bahwa selama ini ia berlari ke arah yang salah. Baginya, rasa sakit itu sederhana. Ia mencarinya dengan sepenuh hati, sementara Go Da Rim hanya ingin menghilang.
2. Kesal karena Da Rim mengaku sudah menikah dan punya anak

Momen paling mengejutkan sekaligus menyakitkan terjadi ketika Go Da Rim akhirnya membuka suara, ia "mengaku" sudah menikah dan memiliki anak berusia enam tahun. Bagi Gong Ji Hyeok, pengakuan itu bukan sekadar informasi, tapi sebuah pengkhianatan penuh.
Bukan hanya karena status Go Da Rim bertolak belakang dengan kesan yang ia tunjukkan di Jeju, tapi karena Da Rim menyampaikan semuanya dengan sangat tenang, seolah hubungan mereka hanyalah angin lalu.
Bagi Gong Ji Hyeok, kebohongan ini terasa seperti pukulan telak. Ia merasa menjadi orang bodoh yang jatuh cinta pada seseorang yang sudah membangun hidup bersama orang lain. Kekesalannya muncul bukan hanya karena fakta itu sendiri, tapi karena semua perasaan yang ia bangun mendadak dianggap tidak penting.
3. Kesal karena semua momen romantis di Jeju ternyata dibangun di atas kebohongan

Setiap adegan di Jeju kini berubah makna bagi Gong Ji Hyeok. Jika sebelumnya ia memandangnya sebagai memori indah, kini semuanya terasa palsu. Senyuman Go Da Rim, tatapan lembutnya, cara ia merespons percakapan, hingga waktu yang mereka habiskan bersama, semua itu kini tampak seperti sebuah ilusi yang sengaja dipertahankan Go Da Rim untuk melarikan diri dari kenyataan.
Kekesalannya semakin besar karena ia merasa Go Da Rim tahu persis apa yang ia lakukan. Ia tahu ada batas moral yang tak boleh dilewati, tetapi tetap membiarkan momen-momen romantis itu terjadi. Bagi Gong Ji Hyeok, ini adalah bentuk manipulasi emosional yang tidak bisa diterima.
4. Kesal karena cintanya harus pupus, tapi takdir terus mempertemukannya dengan Da Rim

Ironisnya, meski berusaha menjauh setelah mengetahui kebenaran, Gong Ji Hyeok justru terus dipertemukan dengan Go Da Rim. Baik dalam urusan pekerjaan maupun situasi tak terduga, wajah Go Da Rim selalu muncul di hadapannya.
Setiap pertemuan itu seperti membuka luka lama yang belum sempat mengering. Gong Ji Hyeok sebenarnya ingin menutup hatinya, tetapi kenyataan tidak memberinya ruang untuk bernapas.
Ia kesal karena seolah-olah takdir mempermainkannya. Saat ingin move on, Go Da Rim muncul lagi. Saat ingin menata perasaan, sebuah situasi baru memaksanya berinteraksi dengan wanita yang paling ingin ia lupakan. Kekesalan ini bukan hanya pada Go Da Rim, tapi juga pada keadaan yang terus mempertemukan mereka tanpa solusi.
5. Kesal karena cintanya ditolak dan ia merasa hanya dijadikan pelampiasan

Inilah luka terdalam Gong Ji Hyeok. Setelah semua yang terjadi, Go Da Rim mengaku bahwa ia melakukan hal-hal manis di Jeju karena sedang ingin keluar dari masalah rumah tangganya.
Dengan kata lain, Gong Ji Hyeok hanya menjadi tempat pelarian, seseorang yang kebetulan muncul di waktu yang salah.
Bagi Gong Ji Hyeok, ini menghancurkan harga diri sekaligus kepercayaannya pada perasaan yang ia anggap tulus. Ia merasa telah dimanfaatkan untuk menutup kekosongan dalam hidup Go Da Rim, bukan dicintai sebagaimana ia mencintai. Namun, yang tidak diketahui Gong Ji Hyeok, bahwa semuanya adalah kebohongan yang diciptakan Go Da Rim untuk melindungi pekerjaannya di Tim Satgas Ibu dalam Dynamite Kiss.


















