5 Perspektif Choi Se Jin terhadap Yoon Bom di Spring Fever

- Choi Se Jin menganggap Yoon Bom hanya guru sementara yang tidak akan tinggal lama dan enggan membuka diri.
- Se Jin yakin Yoon Bom pasti kembali ke Seoul dan memandangnya sebagai orang luar yang tidak akan memahami tekanan di sekolah.
- Se Jin mencurigai Yoon Bom menyimpan rahasia besar, melihat kepindahan sebagai pelarian, dan meragukan kekuatan mentalnya.
Choi Se Jin (Lee Jae In) menjadi salah satu karakter yang paling tajam memandang kehadiran Yoon Bom (Lee Joo Bin) di drama Korea Spring Fever. Sebagai siswa yang kritis, ambisius, dan terbiasa membaca situasi dengan kecurigaan, Choi Se Jin tidak serta-merta menerima sosok guru baru yang tiba-tiba muncul di sekolahnya.
Berbeda dengan murid lain yang cenderung bersikap netral atau bahkan simpatik, Choi Se Jin justru melihat Yoon Bom dari sudut pandang yang dingin dan penuh asumsi. Berikut lima perspektif Choi Se Jin terhadap Yoon Bom yang memperlihatkan konflik batin, ketidakpercayaan, sekaligus jarak emosional yang terbangun sejak awal cerita Spring Fever.
1. Menganggap Yoon Bom hanya guru sementara

Bagi Choi Se Jin, status Yoon Bom sebagai guru pertukaran membuat posisinya tidak pernah benar-benar solid. Ia menilai Yoon Bom bukan figur pendidik yang akan tinggal lama dan berjuang bersama murid-muridnya hingga akhir.
Pandangan ini membuat Choi Se Jin enggan membuka diri. Ia merasa tidak ada gunanya membangun kedekatan atau kepercayaan dengan seseorang yang sewaktu-waktu bisa pergi tanpa meninggalkan dampak berarti.
2. Yakin Yoon Bom pasti kembali ke Seoul

Choi Se Jin melihat kepindahan Yoon Bom ke desa hanya sebagai persinggahan sementara sebelum kembali ke kehidupan lamanya di Seoul. Baginya, desa kecil mereka tidak lebih dari tempat pelarian, bukan tujuan akhir.
Keyakinan ini membuat Choi Se Jin memandang Yoon Bom sebagai orang luar. Ia merasa sang guru tidak akan pernah benar-benar memahami tekanan, persaingan, dan dinamika yang terjadi di sekolah mereka.
3. Mencurigai Yoon Bom menyimpan rahasia besar

Sikap Yoon Bom yang tertutup, hati-hati, dan cenderung menghindari pembicaraan personal justru memancing kecurigaan Choi Se Jin. Ia yakin ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan sang guru.
Bagi Se Jin, rahasia itu bukan sekadar urusan pribadi, melainkan sesuatu yang bisa memengaruhi profesionalisme Yoon Bom. Perspektif ini membuatnya selalu waspada dan sulit percaya pada niat baik sang guru.
4. Menganggap kepindahan Yoon Bom sebagai bentuk pelarian

Choi Se Jin menilai Yoon Bom datang ke desa bukan karena panggilan hati, melainkan karena berusaha menjauh dari masalah besar di masa lalunya. Ia melihat kepindahan ini sebagai langkah melarikan diri, bukan keberanian untuk menghadapi kenyataan.
Sudut pandang ini membuat Se Jin meragukan kekuatan mental Yoon Bom. Ia mempertanyakan apakah seseorang yang lari dari masalah benar-benar pantas menjadi figur teladan bagi murid-muridnya.
5. Bukan wali kelas ideal baginya

Dalam standar Choi Se Jin, wali kelas ideal adalah sosok tegas, konsisten, dan berani bersikap keras demi prestasi siswa. Yoon Bom, dengan pendekatan empatik dan penuh kehati-hatian, dianggap terlalu lembut dan tidak tegas.
Perspektif ini menempatkan Yoon Bom sebagai figur yang tidak sesuai dengan ekspektasi Se Jin. Ia merasa sang guru tidak cukup kuat untuk memimpin kelas di tengah persaingan akademik yang ketat.
Melalui lima perspektif ini, Spring Fever memperlihatkan bagaimana sudut pandang seorang siswa bisa sangat dipengaruhi oleh luka, ambisi, dan pengalaman hidupnya sendiri. Drama Spring Fever tidak serta-merta membenarkan penilaian Choi Se Jin, tetapi menggunakannya sebagai cermin konflik generasi dan perbedaan cara memandang dunia.



















