5 Premis Awal Drama Korea Spring Fever

Drama Korea Spring Fever hadir sebagai salah satu romcom paling hangat di awal tahun 2026. Tayang perdana di tvN pada 5 Januari 2026, drama ini langsung mencuri perhatian berkat premis sederhana namun emosional, tentang seseorang yang melarikan diri dari masa lalu, lalu dipertemukan dengan cinta yang datang tanpa permisi. Adaptasi dari web novel populer ini menggabungkan romansa, komedi, dan dinamika kehidupan desa dengan dunia pendidikan.
Sejak episode awal, Spring Fever menegaskan bahwa kisah ini bukan sekadar romansa manis, melainkan perjalanan penyembuhan dua individu dengan luka dan cara hidup yang sangat berbeda. Berikut lima premis awal yang menjadi fondasi kuat cerita drama ini.
1. Guru SMA populer yang hidupnya mendadak berubah

Yoon Bom (Lee Joo Bin) dikenal sebagai guru SMA ideal di Seoul. Ia cerdas, berdedikasi, dan memiliki hubungan hangat dengan para muridnya. Popularitasnya di sekolah bukan sekadar soal penampilan, melainkan karena kepeduliannya terhadap masa depan siswa. Namun, sebuah insiden besar mengubah segalanya dalam sekejap.
Tanpa banyak pilihan, Yoon Bom harus meninggalkan Seoul dan seluruh reputasi yang telah ia bangun. Keputusan pindah ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga bentuk pelarian dari masa lalu yang belum selesai. Premis ini langsung memperlihatkan bahwa Yoon Bom bukan karakter sempurna, melainkan sosok rapuh yang berusaha bertahan dengan caranya sendiri.
2. Desa kecil sebagai ruang pelarian dan penyembuhan

Perpindahan Yoon Bom ke desa kecil menjadi titik awal cerita. Lingkungan yang tenang, jauh dari tekanan kota besar, seharusnya memberi ruang bernapas. Namun, bagi Yoon Bom, desa ini justru menjadi tempat ia membangun jarak dengan semua orang.
Alih-alih bersikap ramah, Yoon Bom dikenal dingin dan tertutup. Ia membatasi interaksi sosial dan fokus sepenuhnya pada pekerjaannya sebagai guru. Premis ini menekankan konflik internal, desa yang hangat berhadapan dengan hati seseorang yang membeku. Dari sinilah drama mulai membangun kontras emosional yang kuat.
3. Kehadiran Sun Jae Gyu yang mengacaukan segalanya

Kehidupan Yoon Bom mulai terusik saat ia bertemu Sun Jae Gyu (Ahn Bo Hyun), paman dari salah satu muridnya. Berbeda total dari Yoon Bom, Sun Jae Gyu adalah pria blak-blakan, spontan, dan penuh energi. Ia dikenal warga desa sebagai sosok “bermasalah” karena sikapnya yang terlalu jujur dan sering bertindak tanpa berpikir panjang.
Namun, di balik citra pembuat onar, Sun Jae Gyu memiliki empati dan kehangatan yang tulus. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Yoon Bom, sebuah perasaan yang tidak ia sembunyikan sedikit pun. Premis ini mempertemukan dua karakter dengan kepribadian bertolak belakang, membuka potensi konflik sekaligus komedi yang konsisten.
4. Romansa terang-terangan tanpa tarik ulur

Salah satu daya tarik utama Spring Fever terletak pada pendekatan romansa yang tidak bertele-tele. Sun Jae Gyu memilih mengejar Yoon Bom secara terbuka dan jujur. Ia tidak bermain tarik ulur, tidak berpura-pura acuh, dan tidak ragu menunjukkan ketertarikan.
Sikap ini menjadi tekanan tersendiri bagi Yoon Bom yang terbiasa menjaga jarak. Setiap pendekatan Sun Jae Gyu memaksa Yoon Bom menghadapi ketakutan terbesarnya, membuka hati dan kembali percaya pada orang lain. Premis ini menempatkan cinta bukan sebagai sesuatu yang manis semata, tetapi sebagai proses yang menuntut keberanian emosional.
5. Konflik sekolah yang memperkaya cerita

Selain romansa dewasa, Spring Fever juga memperkenalkan konflik di lingkungan sekolah melalui Sun Han Gyul (Jo Joon Young) dan Choi Se Jin (Lee Jae In). Sun Han Gyul adalah siswa berprestasi yang membawa ekspektasi besar, sementara Choi Se Jin hadir sebagai rival akademik sekaligus “anti-fan” yang sering memancing ketegangan.
Konflik remaja ini tidak hanya menjadi selingan, tetapi memperlihatkan sisi profesional Yoon Bom sebagai guru. Ia harus menyeimbangkan masalah pribadi dengan tanggung jawabnya terhadap murid-murid. Premis ini memperluas cerita, menjadikan Spring Fever lebih dari sekadar kisah cinta dua orang dewasa.
Melalui lima premis awal ini, Spring Fever membangun cerita yang hangat, ringan, namun emosional. Drama ini mengajak penonton percaya bahwa perubahan hidup sering kali dimulai dari tempat yang tidak kita pilih, dan cinta bisa datang dari orang yang paling tidak kita rencanakan. Dari desa kecil inilah, kisah tentang luka, keberanian, dan harapan perlahan bertumbuh seperti musim semi.


















