Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Unik Detail All of Us Are Dead, Seragam punya Makna!

6 Fakta Unik Detail All of Us Are Dead, Seragam punya Makna!
All of Us Are Dead (instagram.com/netflixkr)

All of Us Are Dead merupakan serial original Netflix yang telah dirilis pada 28 Januari 2022. Drama bergenre horror fiction ini sukses mendapat respon positif dari penonton dan merajai top 10 Netflix di 91 negara. Bukan hanya itu saja, drama ini juga sukses melambungkan nama pemainnya.

Sinopsisnya sendiri bercerita tentang sekelompok siswa SMA Hyonsan yang harus menghadapi situasi mencekam, karena seluruh siswa dan warga sipil terinfeksi virus zombie. Namun, tahu kah kamu kalau All of Us Are Dead menyimpan detail tersembunyi yang tak terduga? Dari pada penasaran berikut ulasannya.

1.Menggunakan properti boneka seukuran manusia

All of Us Are Dead (instagram.com/yooncy1)
All of Us Are Dead (instagram.com/yooncy1)

All of Us Are Dead yang mengangkat cerita tentang zombie, tentu saja akan ada banyak adegan berdarah-darah yang mungkin akan membuat sebagian penonton kurang nyaman. Oleh sebab itu, tak semua zombie diperankan langsung oleh pemeran profesional. Namun, diketahui pihak tim produksi menggunakan properti boneka seukuran manusia untuk dijadikan sebagai zombie buatan.

Hal tersebut terungkap dari ungguhan Instagram pemeran Cheong San, Yoon Chan Young dalam sebuah foto di balik layar All of Us Are Dead. Melalui potret tersebut terlihat Chan Young dan pemeran Gwi Nam, Yoo In Soo tertidur di antara tumpukan properti syuting berupa boneka.  

Nah, setelah mengatahui fakta ini apa kamu menyadari keberadaan dua aktor muda tersebut di antara tumpukan properti boneka dalam potret di atas?

2.Membangun set syuting bangunan sekolah

All of Us Are Dead (YouTube.com/The Swoon)
All of Us Are Dead (YouTube.com/The Swoon)

Bukan drama Korea namanya kalau tidak memberikan totalitas untuk menampilkan sinematografi yang memanjakan mata penonton. Buktinya selain menambahkan efek CGI yang realistis, All of Us Are Dead juga benar-benar membangun set syuting gedung sekolah SMA Hyonsan. Gak tanggung-tanggung tim produksi membangun gedung sekolah setinggi 4 lantai sepanjang 100 meter.

3.Makna tersembunyi di balik seragam sekolah berwarna hijau

All of Us Are Dead (instagram.com/netflixkr)
All of Us Are Dead (instagram.com/netflixkr)

Bukan tanpa alasan mengapa sutradara All of Us Are Dead, memilih warna hijau botol sebagai seragam sekolah para pemainnya. Diketahui, bahwa pemilihan warna tersebut tidak hanya terlihat bagus di layar saja. Akan tetapi Lee Jae Kyu, sang sutradara memperhatikan estetika di balik warna agar kontras dengan pencahayaan di setiap pengambilan gambar.

Karena darah merah begitu kontras dengan seragam hijau siswa SMA Hyonsan. Maka, dari simpul kontras inilah sutradara ingin menunjukkan intensitasnya dan pempertimbangkan realitasnya. Realitas yang dimaksud adalah menggabungkan konflik alur cerita dengan aktor, yang seperti murid di dunia nyata dan situasi yang seperti di dunia nyata.

Menariknya, dalam bidang seni warna merah dan hijau adalah warna yang saling berlawanan. Namun, secara khusus dua warna tersebut adalah koplementer yang berarti akan berfungsi jika saling melengkapi. Meski, warnanya saling bersebrangan tak mengurangi estetika di dalamnya. Karena alasan inilah, banyak yang percaya bahwa  warna komplementer akan memberikan ketegangan visual.

4. Latihan intens yang dilakukan oleh aktor dan kru

Park Solomon dan Yoon Chan Young (instagram.com/yooncy1)
Park Solomon dan Yoon Chan Young (instagram.com/yooncy1)

Satu per satu potret dan rekaman video kerja keras para pemain All of Us Are Dead terus diunggah oleh para pemainnya di media sosial. Sehingga fakta menarik di balik pembuatan serial berjumlah 12 episode ini mulai terungkap. Diketahui, demi membuat kesan zombie yang realistis pemeran dan kru melakukan latihan intensif sebelum pengambilan gambar mulai diproduksi.

Sutradara Lee Jae Kyu menjelaskan bahwa gerakan zombie tersebut dibuat oleh seorang koreografer dan aktor, yang menciptakan sinergi  luar biasa dalam menghidupkan karakter zombie. Menariknya, ketiga aktor utama All of Us Are Dead yaitu Park Solomon, Yoon Chan Young, dan Yoo In Soo mengaku kesulitan menjalani latihan intensif.

Bahkan, pemeran Cheong San (Yoon Chan Young) dan pemeran Gwi Nam (Yoo In Soo) sampai mengalami muntah saking sulitnya menjalani latihan intensif. Sedangkan pemeran Su Hyeok (Park Solomon) berusaha menahan agar tidak muntah, hingga ia harus beristirahat dan menjalani terapi akupunktur. Latihan intensif tersebut terdiri dari  meningkatkan daya tahan tubuh mereka, dan untuk melatih teknis dalam adegan aksi.

5. Lee Jae Hyuk ditantang sutradara menciptakan lagu

Lim Jae Hyuk pemeran Dae Su di serial All of Us Are Dead (dok.Netflix)
Lim Jae Hyuk pemeran Dae Su di serial All of Us Are Dead (dok.Netflix)

Saat Cheong San (Yoon Chan Young) dan kawan-kawan berhasil menuju atap sekolah, terdapat adegan dimana Dae Su (Lim Jae Hyuk) bernyanyi untuk menghibur teman-temannya di tengah-tengah api unggun. Siapa sangka, ternyata lagu itu diciptakan sendiri oleh aktor berusia 27 tahun tersebut. Di mana Jae Hyuk ditantang langsung oleh sutradara untuk membuat sebuah lagu, yang akan dinyanyikan di salah satu adegan All of Us Are Dead.

Menurut sang sutradara, permintaannya dilakukan karena pernah mendengar bahwa Jae Hyun memiliki pengalaman di bidang musik. Lagu itu akhirnya tercipta karena ia terinspirasi dari apa yang diinginkan oleh teman-temannya di dalam drama. Sehingga ia berpikir akan lebih tepat kalau lagu tersebut menceritakan tentang pulang ke rumah.

6.Menggunakan metode one take saat syuting berlangsung

All of Us Are Dead (YouTube.com/The Swoon)
All of Us Are Dead (YouTube.com/The Swoon)

Disepanjang episode All of Us Are Dead, penonton disuguhkan oleh sinematografi  mengesankan yang memanjakan mata. Ternyata pengambilan gambar tersebut dilakukan dengan teknik one take. One take sendiri adalah metode yang menggunakan konsep pengambilan gambar dalam satu kali  shot saja.

Salah satu adegan All of Us Are Dead yang menggunakan metode one take adalah saat para zombie menyerang area kantin yang dipenuhi oleh 200 murid. Teknik one take dengan ratusan pemain di dalamnya memang cukup berisiko, namun sutradara yang akrab disapa Lee JQ tetap memilih teknik pengambilan gambar tersebut agar drama terlihat lebih realistis.

Itulah detail tak terduga dari serial original Netflix All of Us Are Dead yang sukses jadi sorotan. Apa kamu sudah menyaksikan serial yang sedang booming ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nanda Yuanita
EditorNanda Yuanita
Follow Us