Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea Pro Bono
still cut drama Korea Pro Bono (instagram.com/tvn_drama)

Sejak awal Pro Bono, Oh Jung In (Lee Yoo Young) digambarkan sebagai sosok ambisius, rasional, dan penuh perhitungan. Ia tampak berbeda dari ayahnya, Oh Gyu Jang (Kim Kap Soo), karena memiliki cara sendiri untuk bertahan dan bergerak di tengah dunia hukum yang keras dan penuh intrik. Namun, semakin dekat drama ini menuju akhir, posisi Oh Jung In justru semakin rapuh, terombang-ambing di antara ambisi, rasa bersalah, dan nurani yang selama ini ia tekan.

Di balik wajah tenangnya, Oh Jung In menyimpan kegelisahan yang terus menumpuk. Hubungannya dengan Kang Da Wit (Jung Kyoung Ho), konflik batin terhadap sang ayah, serta rahasia besar yang ia simpan menjadikan dirinya salah satu karakter paling tragis di Pro Bono. Berikut enam kegelisahan Oh Jung In yang membentuk klimaks emosional menjelang akhir cerita.

1. Ketahuan memanfaatkan Kang Da Wit sebagai kelemahan sang ayah

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Kegelisahan terbesar Oh Jung In bermula saat Kang Da Wit menyadari bahwa dirinya pernah dimanfaatkan sebagai alat untuk melemahkan Oh Gyu Jang. Oh Jung In merekrut Kang Da Wit bukan semata karena kapasitas hukumnya, melainkan karena tahu bahwa pria ini adalah titik rapuh sang ayah, seorang mantan hakim jujur yang bisa menjadi ancaman bagi sistem kotor yang selama ini dibangun. Ketika rahasia ini terbongkar, Jung In kehilangan satu hal yang paling ia jaga, kendali atas situasi dan orang-orang di sekitarnya.

2. Bukti rekaman yang bisa menyeret ayahnya ke jurang hukum

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Oh Jung In memegang bukti rekaman yang sangat berbahaya, bukan hanya bagi Oh Gyu Jang, tetapi juga bagi seluruh sistem hukum yang telah ia kuasai. Rekaman ini berpotensi membuka kolusi besar, manipulasi hukum, dan kejahatan terstruktur yang selama ini tertutup rapat. Di satu sisi, bukti ini adalah senjata, di sisi lain ia adalah beban moral yang menghantui Oh Jung In setiap saat karena menyeret ayahnya sendiri berarti menghancurkan satu-satunya keluarga yang ia miliki.

3. Tetap gamang meski telah mundur dari perusahaan ayahnya

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Keputusan Oh Jung In mundur dari firma hukum Oh and Partners tidak serta-merta membebaskannya dari bayang-bayang sang ayah. Ia masih diliputi kegamangan saat melihat Oh Gyu Jang harus menghadapi konsekuensi dari dosa-dosanya sendiri.

Di titik ini, Oh Jung In menyadari bahwa menjauh secara struktural tidak sama dengan melepaskan ikatan emosional. Rasa bersalah sebagai anak dan kemarahan sebagai individu terus bertabrakan dalam dirinya.

4. Membayar dosa kepada Kang Da Wit dengan membantu menjatuhkan ayahnya

still cut drama Korea Pro Bono (instagram.com/tvn_drama)

Sebagai bentuk penebusan, Oh Jung In memilih membantu Kang Da Wit menghadapi Oh Gyu Jang. Ia sadar bahwa perbuatannya di masa lalu telah menyeret Kang Da Wit ke jurang terdalam hidupnya. Dengan membuka akses, informasi, dan strategi, Oh Jung In berusaha membayar utang moralnya, meski tahu bahwa pilihannya ini akan mengubah hidup semua orang yang terlibat, termasuk dirinya sendiri.

5. Membongkar semua rahasia kekuasaan kepada Kang Da Wit

still cut drama Korea Pro Bono (instagram.com/tvn_drama)

Langkah paling berani Oh Jung In adalah membongkar seluruh rahasia yang selama ini ia simpan rapat. Ia membuka bagaimana hukum dimanipulasi, bagaimana hakim ditempatkan, dan bagaimana firma hukum dijadikan benteng perlindungan kejahatan kelas atas.

Dengan melakukan ini, Jung In bukan hanya mengkhianati ayahnya, tetapi juga sistem yang selama ini memberinya privilese. Pilihan ini menempatkannya pada posisi berbahaya, baik secara hukum maupun politik.

6. Ditinggal Kang Da Wit karena perbedaan visi

still cut drama Korea Pro Bono (youtube.com/@tvNDRAMA_official)

Kegelisahan terakhir Oh Jung In adalah kehilangan Kang Da Wit, bukan karena konflik, melainkan karena perbedaan visi tentang hukum dan keadilan. Kang Da Wit memilih jalan yang sepenuhnya berpijak pada nurani, sementara Oh Jung In masih bergulat dengan realitas kekuasaan dan kompromi. Perpisahan ini menjadi simbol bahwa penebusan tidak selalu berujung kebersamaan, dan tidak semua pengorbanan akan mendapat balasan yang diharapkan.

Enam kegelisahan Oh Jung In menjadikannya karakter yang kompleks, rapuh, sekaligus manusiawi dalam Pro Bono. Melalui Oh Jung In, Pro Bono menunjukkan bahwa kejahatan struktural selalu meninggalkan luka terdalam justru pada mereka yang paling dekat dengan pusat kekuasaan, dan bahwa memilih kebenaran sering kali berarti kehilangan segalanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team