Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Pandang Hitam-Putih Park Gi Ppeum di Pro Bono, Naif Banget!

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)
Intinya sih...
  • Gi Ppeum menganggap orang yang melanggar aturan langsung salah, sulit menerima bahwa seseorang bisa berbuat kesalahan tanpa sepenuhnya jahat
  • Dalam kasus Kang Da Wit, Gi Ppeum fokus pada pelanggaran etika sebagai hakim, mengabaikan konteks luka masa lalu atas keputusan Da Wit
  • Gi Ppeum percaya bahwa niat baik harus bersih dan tidak tercemar emosi pribadi, sulit memahami kenyataan manusia yang penuh kontradiksi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) adalah salah satu karakter paling “baik” di Pro Bono. Ia empatik, peduli, dan selalu ingin berada di sisi yang benar. Namun justru karena itulah, cara pandangnya sering kali terasa terlalu sederhana.

Dunia hukum dan manusia yang ia hadapi tidak selalu bekerja dalam kategori baik dan jahat. Dalam banyak situasi, ia percaya bahwa niat baik harus selalu berjalan lurus dengan cara yang benar. Ketika kenyataan tidak sejalan dengan prinsipnya, ia memilih menghakimi, bukan memahami. Inilah tujuh cara pandang Park Gi Ppeum yang bikin dia jadi lebih naif dari orang lain.

1. Bagi Gi Ppeum, orang yang melanggar aturan langsung salah. Ia kesulitan menerima bahwa seseorang bisa melakukan kesalahan tanpa sepenuhnya jahat

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

2. Dalam kasus Kang Da Wit, Gi Ppeum fokus pada pelanggaran etika sebagai hakim. Ia mengabaikan konteks luka masa lalu atas keputusan Da Wit

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

3. Dunia itu bukan soal baik-jahat, tapi juga hal-hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Alih-alih memahami, Gi Ppeum lebih suka menghakimi

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

4. Gi Ppeum percaya bahwa jika niat seseorang tercemar emosi pribadi, maka seluruh tindakannya otomatis tidak sah. Baginya, niat baik itu harus bersih

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

5. Ia tak percaya bahwa keadilan bisa lahir dari motivasi yang tidak sempurna. Padahal manusia jarang bertindak dari niat yang sepenuhnya murni

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

6. Ironisnya, empati Gi Ppeum bekerja sangat kuat untuk korban “ideal”. Namun ketika pelaku adalah orang dekat yang kompleks posisinya, empati itu hilang

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

7. Ketika seseorang tidak bisa dikategorikan sepenuhnya benar atau salah, ia cenderung menolak diskusi lebih jauh. Hitam-putih terasa lebih aman baginya

Cuplikan drama Korea Pro Bono
Cuplikan drama Korea Pro Bono (dok. tvN/Pro Bono)

Park Gi Ppeum bukan karakter jahat di Pro Bono. Ia justru terlalu baik. Namun kebaikan yang hanya mengenal hitam dan putih sering kali gagal memahami kenyataan manusia yang penuh kontradiksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inaf Mei
EditorInaf Mei
Follow Us

Latest in Korea

See More

5 Tanda Jae Gyu Menjadi Zona Aman Baru bagi Yoon Bom di Spring Fever

11 Jan 2026, 09:51 WIBKorea