7 Cara Pandang Hitam-Putih Park Gi Ppeum di Pro Bono, Naif Banget!

- Gi Ppeum menganggap orang yang melanggar aturan langsung salah, sulit menerima bahwa seseorang bisa berbuat kesalahan tanpa sepenuhnya jahat
- Dalam kasus Kang Da Wit, Gi Ppeum fokus pada pelanggaran etika sebagai hakim, mengabaikan konteks luka masa lalu atas keputusan Da Wit
- Gi Ppeum percaya bahwa niat baik harus bersih dan tidak tercemar emosi pribadi, sulit memahami kenyataan manusia yang penuh kontradiksi
Park Gi Ppeum (So Ju Yeon) adalah salah satu karakter paling “baik” di Pro Bono. Ia empatik, peduli, dan selalu ingin berada di sisi yang benar. Namun justru karena itulah, cara pandangnya sering kali terasa terlalu sederhana.
Dunia hukum dan manusia yang ia hadapi tidak selalu bekerja dalam kategori baik dan jahat. Dalam banyak situasi, ia percaya bahwa niat baik harus selalu berjalan lurus dengan cara yang benar. Ketika kenyataan tidak sejalan dengan prinsipnya, ia memilih menghakimi, bukan memahami. Inilah tujuh cara pandang Park Gi Ppeum yang bikin dia jadi lebih naif dari orang lain.
1. Bagi Gi Ppeum, orang yang melanggar aturan langsung salah. Ia kesulitan menerima bahwa seseorang bisa melakukan kesalahan tanpa sepenuhnya jahat

2. Dalam kasus Kang Da Wit, Gi Ppeum fokus pada pelanggaran etika sebagai hakim. Ia mengabaikan konteks luka masa lalu atas keputusan Da Wit

3. Dunia itu bukan soal baik-jahat, tapi juga hal-hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Alih-alih memahami, Gi Ppeum lebih suka menghakimi

4. Gi Ppeum percaya bahwa jika niat seseorang tercemar emosi pribadi, maka seluruh tindakannya otomatis tidak sah. Baginya, niat baik itu harus bersih

5. Ia tak percaya bahwa keadilan bisa lahir dari motivasi yang tidak sempurna. Padahal manusia jarang bertindak dari niat yang sepenuhnya murni

6. Ironisnya, empati Gi Ppeum bekerja sangat kuat untuk korban “ideal”. Namun ketika pelaku adalah orang dekat yang kompleks posisinya, empati itu hilang

7. Ketika seseorang tidak bisa dikategorikan sepenuhnya benar atau salah, ia cenderung menolak diskusi lebih jauh. Hitam-putih terasa lebih aman baginya

Park Gi Ppeum bukan karakter jahat di Pro Bono. Ia justru terlalu baik. Namun kebaikan yang hanya mengenal hitam dan putih sering kali gagal memahami kenyataan manusia yang penuh kontradiksi.



















