Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Trauma Membentuk Kepribadian Ra Young di Honour
still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

Yoon Ra Young (Lee Na Young) di drakor Honour (2026) dikenal sebagai pengacara selebritas yang memiliki kepribadian dingin dan tenang. Namun, di balik citra profesionalnya, ada luka lama yang membentuk siapa dirinya hari ini. 

Trauma akan pelecehan yang pernah ia alami di masa masa lalu, bukan hanya meninggalkan kenangan pahit, tapi juga perlahan membentuk kepribadiannya, mulai dari cara ia berpikir, bersikap, hingga memperlakukan orang lain. Beriku ini tujuh cara trauma itu membentuk kepribadian Ra Young yang seperti saat ini!

1. Trauma membuat Ra Young tumbuh menjadi pribadi yang sangat waspada dan selalu mengantisipasi ancaman sekecil apa pun

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

2. Ia membangun persona publik yang kuat dan tak tergoyahkan sebagai bentuk perlindungan diri dari rasa rapuh yang ia sembunyikan

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

3. Rasa bersalah atas insiden masa lalu membuatnya menjadi sosok yang perfeksionis dan keras pada dirinya sendiri

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

4. Pengalaman sebagai korban mendorongnya memilih jalur hukum untuk membela perempuan lain yang mengalami kekerasan

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

5. Ia cenderung menekan emosi dan menghindari pembicaraan tentang masa lalu sebagai cara bertahan dari rasa sakit yang belum selesai

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

6. Trauma membuatnya sulit mempercayai orang sepenuhnya, bahkan kepada orang-orang terdekatnya sekalipun

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

7. Luka lama itu juga membentuk tekadnya untuk selalu berada di posisi yang tinggi agar tak pernah lagi merasa tak berdaya

still cuts drama Honour (dok. ENA/Honour)

Ra Young mungkin terlihat paling kuat di antara trio L&J, tapi justru kekuatannya itu lahir dari luka yang belum sepenuhnya sembuh. Di Honour, kita bisa melihat bagaimana trauma tidak hanya menghancurkan seseorang, tapi juga membentuknya, menjadi lebih tajam, lebih hati-hati, sekaligus lebih rapuh di dalam. Mungkin, perjalanan terbesarnya bukan hanya menjatuhkan Connect In, tapi berdamai dengan dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team