7 Macam Kenakalan Remaja di Drakor Teach You A Lesson, Apa Saja?

- Teach You A Lesson menyoroti perjuangan tim BPHP dalam memperbaiki sistem pendidikan Korea melalui berbagai kasus sosial di sekolah.
- Serial ini menampilkan tujuh bentuk kenakalan remaja, mulai dari perundungan, narkoba, judi online, hingga pembunuhan dan kecurangan akademik.
- Drakor ini menjadi refleksi keras terhadap kondisi pendidikan global serta pentingnya peran keluarga dan institusi dalam membentuk karakter generasi muda.
Teach You A Lesson akhirnya telah tayang pada Jumat (5/6/2026). Drakor orisinal Netflix ini mengisahkan tentang sekelompok orang yang berjuang memperbaiki sistem pendidikan di Korea. Kelompok ini diberi nama BPHP (Biro Perlindungan Hak Pendidikan) yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan.
Dengan jumlah 10 episode, serial ini menyajikan banyak kasus yang menodai pendidikan. Choi Sang Seok (Lee Sung Min) bersama Na Hwa Jin (Kim Moo Yul), Bong Geun Dae (Pyo Ji Hoon), dan Im Han Rim (Jin Ki Joo), bekerja sama demi memperbaiki sistem pendidikan yang bobrok. Kasus yang ditangani oleh mereka macam-macam.
Penonton menyoroti kasus kenakalan remaja karena ini adalah masalah umum yang terjadi di berbagai negara. Lantas, apa saja kenakalan remaja di drakor Teach You A Lesson? Yuk, cari tahu di bawah ini!
1. Perundungan

Bullying menjadi masalah umum yang sering terjadi di berbagai sekolah, baik itu secara nasional maupun internasional. Dalam serial ini, siswa yang berani menjadi perundung kebanyakan tak dididik dengan benar oleh orangtuanya. Sementara yang dirundung adalah siswa yang dianggap lemah, baik itu dari segi fisik maupun perekonomian.
2. Tidak menghormati guru

Guru diibaratkan sebagai orang tua kedua bagi anak. Sayangnya, beberapa anak ada yang gak menghargai guru. Setiap kali guru memberi materi, murid malah asyik dengan dunianya sendiri.
Beberapa murid dalam serial ini dikisahkan ada yang sibuk siaran langsung di media sosialnya, fokus berkeinginan untuk memamerkan otot, bahkan izin di tengah pelajaran hanya untuk mengedarkan narkoba. Parahnya, ada siswi yang berani memfitnah wali kelasnya melakukan tindakan asusila terhadap dirinya. Guru tersebut akhirnya mengakhiri hidupnya karena gak mampu menahan tekanan dari komentar negatif.
3. Main judi online

Judi online yang akhir-akhir ini menjadi musuh utama, ternyata bisa merambah ke para remaja. Awalnya, ia diberi kemenangan yang sangat mudah. Selang waktu berlalu, ia mengalami kekalahan terus-menerus yang mengharuskan dirinya mengeluarkan uang dalam jumlah banyak.
Perjudian yang dilakukan para remaja, membuat orang tua sengsara. Hal ini karena seluruh harta bisa ludes begitu saja untuk membayar pinjol. Sulit berhenti apabila seseorang sudah kecanduan judol.
4. Narkoba

Narkoba juga menjangkit generasi muda. Penyebaran yang dilakukan secara diam-diam, membuat narkoba sulit dilacak apabila tak ada pihak yang ikut campur. Mereka yang menggunakan narkoba ini bertujuan untuk menjadi langsing dan berprestasi dalam hal akademik.
Tak hanya pemakai, pengedar pun mendapatkan keuntungan. Para pengedar saling iri soal penghasilan. Akhirnya, mereka fokus jualan narkoba daripada belajar.
5. Premanisme

Usia labil seorang anak adalah saat dirinya berada di masa remaja. Mereka sedang mencari jati diri untuk menentukan tujuan mereka hidup. Mereka masih butuh figur yang membentuk kepribadian secara utuh.
Sayangnya, figur yang mereka dapat ternyata mengarahkan ke arah buruk. Akhirnya, mereka memilih jalan pintas untuk menjadi preman hanya bermodal otot. Mereka jadi malas belajar karena figurnya adalah preman.
6. Membunuh

Membunuh bisa dilakukan oleh siapa saja ketika amarah telah menguasai. Bahkan, seorang remaja bisa saja membunuh tanpa memikirkan dampaknya. Dalam serial ini ada tiga remaja yang berani membunuh seseorang, di antaranya jengkel terhadap sang guru dan marah besar kepada teman-temannya yang merundung dirinya.
7. Bertindak curang dalam pelajaran

Sebenarnya, bibit menjadi seorang koruptor bisa dilihat sejak anak-anak. Salah satunya adalah mendapatkan jawaban soal yang diujikan supaya bisa meraih nilai sempurna. Tentunya, ini berasal dari kekuatan orang tua yang mengusahakan untuk anaknya walau dengan cara gak benar.
Tujuh macam kenakalan remaja di Teach You A Lesson menjadi gambaran bagaimana sistem pendidikan untuk skala global. Meski fiksi, drakor ini sebenarnya menjadi sentilan bagi pihak yang berkepentingan. Jika tak diperbaiki, akankah bisa melahirkan pemimpin yang baik di masa mendatang?


















