Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuplikan drama Korea Idol I
Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

Di akhir Idol I, Kwak Byung Gyun (Jeong Jae Kwang) muncul sebagai salah satu karakter dengan perkembangan paling kuat dan menyentuh. Sejak awal, ia hidup di bawah bayang-bayang ayahnya.

Masa lalunya dengan Maeng Se Na (Choi Soo Young), serta tragedi bunuh diri ayah Se Na akibat fitnah, membentuk Byung Gyun menjadi sosok dingin, congkak, dan patuh tanpa bertanya. Namun di ending, semuanya berubah.

Inilah tujuh character development Kwak Byung Gyun di ending Idol I. Terbaik!

1. Sejak muda, Byung Gyun dibesarkan untuk percaya bahwa taat pada ayah adalah satu-satunya jalan. Ia tak pernah benar-benar memilih hidupnya sendiri

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

2. Sebagai teman sekelas Maeng Se Na, Byung Gyun tahu kebenaran tentang apa yang terjadi. Namun ia memilih diam dan menekan rasa bersalah

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

3. Saat diperintahkan menjadikan Ra Ik (Kim Jae Young) sebagai tersangka, motif Byung Gyun bukan kebenaran, melainkan exposure kesuksesan ayahnya

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

4. Seiring waktu, ia menyadari bahwa ajaran “kebenaran bisa dikalahkan kekuatan” justru menghancurkan banyak orang, termasuk dirinya sendiri

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

5. Untuk pertama kalinya, Byung Gyun memilih melihat fakta apa adanya. Ia tak lagi memalingkan wajah dari kebenaran, meski itu berarti melawan ayahnya

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

6. Ia berani mengkonfrontasi sang ayah, mempertanyakan mengapa ayahnya hidup seperti itu selama ini? Bagaimana ia mengabaikan kebenaran di depan mata?

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

7. Di akhir, Byung Gyun menanggalkan keangkuhannya. Ia meminta maaf pada Maeng Se Na atas masa lalu mereka

Cuplikan drama Korea Idol I (dok. ENA/Idol I)

Byung Gyun tumbuh dari rasa bersalah dan pilihan sulit di Idol I. Pada akhirnya, ia bisa berubah berkat kerendahan hati Se Na, yang tidak membalasnya dengan kasar, tapi teguran pelan dan menyentuh bahwa ia tak perlu hidup seperti ayahnya lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team