7 Justifikasi Lee Woo Gyeom terhadap Pembunuhan di Bloody Flower

Lee Woo Gyeom (Ryeoun) di drama Bloody Flower dikenal sebagai sosok dokter yang sangat jenius. Semasa kuliah, ia adalah lulusan kedokteran paling terbaik di universitas.
Namun, siapa sangka Woo Gyeom berubah jadi dokter mengerikan yang suka membunuh manusia? Pasalnya, Woo Gyeom mengungkapkan kalau ia membunuh, demi menyelamatkan manusia lain.
Apa motif Woo Gyeom melakukan ini semua? Yuk, simak tujuh justifikasi Lee Woo Gyeom terhadap pembunuhan di Bloody Flower. Bikin merinding!
1. Lee Woo Gyeom ditangkap di rumahnya saat ia "baru mau" membunuh korbannya. Saat itu juga ditemukan 7 potongan tubuh di kulkas rumahnya

2. Saat ditangkap, Woo Gyeom sama sekali merasa tak bersalah. Ia bahkan secara sukarela ikut jaksa dan detektif yang menangkap, tanpa ada perlawanan

3. Ketika diinterogasi, Woo Gyeom mengaku kalau ia sudah membunuh 17 korban. Hanya saja, ia membuang potongan tubuh korban secara acak

4. Woo Gyeom mengaku dia sebenarnya tidak membunuh, tapi justru mencoba menyelamatkan kehidupan manusia. Apa maksudnya?

5. Ia mengaku saat ini sedang mengembangkan penelitian untuk membuat obat penyembuh penyakit yang tak bisa disembuhkan, alias kanker

6. Namun, untuk menguji obat itu, Woo Gyeom butuh tubuh manusia supaya ia bisa tau, apakah obat itu benar-benar bekerja?

7. Bagi Woo Gyeom, membunuh 17 korban, apalagi ia memilih kriminal sebagai korbannya, sebanding dengan caranya untuk menyelamatkan manusia lainnya

Tidak ada motif balas dendam atau unsur psikopat dalam kepribadian Woo Gyeom. Dalam Bloody Flower, Woo Gyeom hanya yakin satu hal, kalau ia memang melakukan hal yang benar, meski harus membunuh banyak orang demi menguji klinis obat kanker tersebut.
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















