Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Kesalahan Pemerintah dan Militer di Duty After School Part 1
cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tvn.asia)

Duty After School merupakan drakor orisinal TVING yang diadaptasi dari webtun. Drakor ini mengisahkan siswa dan siswi kelas 12 SMA yang alih-alih belajar untuk ujian masuk universitas, kini justru mengangkat senjata melawan alien pemakan manusia.

Bukan secara suka rela, para pelajar yang masih di bawah umur ini jadi tentara dan terjun dalam perang melawan alien karena taktik licik pemerintah dan pihak militer di Duty After School. Bukannya melindungi, orang-orang dewasa ini justru mengorbankan para pelajar.

Setidaknya tujuh kesalahan fatal ini dilakukan oleh pihak pemerintah dan militer dalam Duty After School part 1. Gak heran, para orang dewasa ini juga bisa disebut sebagai villain di drakor ini selain alien-alien itu sendiri. 

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.

1. Sejak awal menutupi resiko bahaya dari bola ungu

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Bola ungu pertama kali jatuh ke permukaan bumi satu bulan sebelum militer dan pemerintah mengumumkan soal wajib militer untuk pelajar kelas 12 SMA. Gak cuma siswa laki-laki, program wamil khusus ini juga ditujukan untuk siswi perempuan.

Yang bikin emosi, mereka sama sekali gak terbuka soal risiko bola ungu berisi alien ini. Walaupun saat pertama jatuh, bola ini telah membunuh satu divisi tentara dan satu-satunya yang selamat hanyalah Letnan Lee Chun Ho (Shin Hyun Soo).

Seandainya mereka cukup terbuka tentang betapa bahayanya alien ini dan dilakukan evakuasi warga sipil secepat mungkin, bisa jadi gak akan menelan terlalu banyak korban di awal. Lagi pula, sudah menjadi hak masyarakat untuk mengetahui hal tersebut.

2. Menyepelekan tingkat bahaya bola ungu

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Penonton dibuat heran sekaligus jengkel karena pemerintah maupun militer di banyak negara hampir gak melakukan apa pun soal bola ungu misterius yang tiba-tiba memenuhi langit dunia. Setelah beberapa penelitian dan uji coba, mereka menyimpulkan bahwa benda tersebut gak berbahaya.

Masyarakat pun merasa gak perlu cemas dan jadi hidup terbiasa dengan keberadaan bola ungu itu selama hampir setahun. Tentu saja ini menjadi bumerang sebab ternyata bola tersebut berisi alien berbahaya. Seandainya penelitian soal bola ungu gak dihentikan, akan lebih mudah untuk menghadapi makhluk ini.

Selain itu, saat jatuh pertama kali, tentara yang menjadi kepala divisi justru bertindak ceroboh. Bukannya memperlakukan bola ungu tersebut dengan hati-hati, ia justru memaksa menghancurkannya dengan senapan hingga meriam. Akibat perbuatannya, makhluk tersebut marah dan menyerang banyak orang.

3. Memanipulasi siswa SMA agar mau mengikuti pelatihan militer

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tvn.asia)

Setelah sebulan meneliti Alien Bola Ungu tanpa hasil memadai, pihak militer dan pemerintah malah mengambil keputusan kontroversial. Mereka memutuskan untuk menjadikan pelajar kelas 12 SMA sebagai tentara cadangan.

Masalahnya, perekrutan ini gak dilakukan secara adil dan jujur. Para pelajar diimingi-imingi akan mendapat bonus poin untuk ujian CSAT agar bisa lolos kuliah di universitas idaman. Pada akhirnya, ini hanya menjadi janji palsu dan gak penting sebab para pelajar harus mempertaruhkan nyawa mereka.

Selain janji manis soal bonus poin, pihak pemerintah dan militer gak menginformasikan risiko yang akan dihadapi oleh para pelajar. Dijanjikan hanya berupa program pelatihan empat minggu, nyatanya siswa dan siswi ini akan ditugaskan sebagai tentara cadangan di medan pertempuran.

4. Memutus komunikasi antara siswa dan keluarganya

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tvn.asia)

Selain menutupi fakta soal risiko hingga memberikan janji palsu, baik pemerintah maupun militer memutus komunikasi antara pelajar dan orangtua mereka. Setiap wali hanya bisa melihat anak-anak mereka dari video yang direkam salah satu siswa.

Bahkan sebelum serangan alien memutus jaringan komunikasi dan sinyal ponsel, para pelajar sudah gak bisa menghubungi keluarga mereka. Selama pelatihan di sekolah, mereka dilarang memakai ponsel sehingga gak tahu situasi atau berita yang terjadi di luar sana.

5. Gak terlalu memedulikan keselamatan siswa

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tvn.asia)

Prioritas utama pemerintah dan militer adalah keamanan nasional dari serangan alien. Tujuan mereka pun hanya satu, yakni membunuh sebanyak mungkin Alien Bola Ungu yang berbahaya bagi umat manusia.

Meski tujuan tersebut gak salah, pada akhirnya cara yang dipakai gak benar. Mereka telah membohongi para pelajar yang terhitung masih di bawah umur agar mau ikut wamil dan terjun ke medan perang yang berbahaya.

Mereka juga gak terlalu peduli pada keselamatan anak-anak SMA ini. Terbukti, saat salah satu siswa tewas, fakta tersebut justru ditutupi seolah gak terjadi apa-apa. Mereka memperlakukan para pelajar ini sebagai tentara asli padahal bukan. Para pelajar dimanipulasi dan dipaksa untuk terlibat.

6. Terburu-buru memberi perintah agar pelajar ikut operasi militer

poster drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Setelah berhasil selamat dari serangan alien di sekolah, para siswa dan siswi kemudian ditempatkan dalam kamp militer bersama tentara lainnya. Mereka menunggu untuk dipulangkan ke keluarga masing-masing. Sayangnya, hal ini gak terjadi.

Pihak militer memutuskan untuk menugaskan peleton berisi anak-anak SMA ini ke garis depan. Para pelajar dianggap sebagai tentara yang harus mematuhi perintah, yakni menjalankan operasi militer berbahaya.

Padahal petinggi militer bisa saja menunggu sebentar sampai senjata baru buatan PBB berhasil dibuat. Namun mereka justru terburu-buru dan mengirim peleton anak SMA untuk berperang memakai senjata seadanya yang hanya bisa membunuh alien kecil.

7. Beberapa petingginya lari dari tanggung jawab saat terjadi krisis

cuplikan drama Duty After School (instagram.com/tving.official)

Gak semua petinggi militer punya rasa tanggung jawab dan integritas di Duty After School part 1. Sebagian justru menunjukkan tindakan pengecut dan egois dengan kabur meninggalkan anggota peletonnya.

Untuk tentara asli saja menghilangnya sang komandan akan menimbulkan kebingungan. Apalagi bagi anak-anak SMA yang baru saja dilatih jadi tentara. Tindakan egois sang pemimpin yang kabur membuat banyak tentara muda ini tewas terbunuh oleh alien dan para penyintasnya jadi trauma berat.

Tindakan salah yang dilakukan pemerintah dan militer dalam drakor Duty After School bukan hanya bikin geregetan. Tapi juga memberikan pelajaran berharga akan pentingnya bagi orang dewasa untuk melindungi anak-anak muda di bawah umur ini dalam kehidupan nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team