Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Bagi Sarah Kim (Shin Hae Sun) di The Art of Sarah, Boudoir bukan sekadar merek tas, melainkan eksperimen sosial. Ia membuktikan bahwa kemewahan bisa diciptakan dengan reputasi yang direkayasa.

Dari nol, tanpa warisan keluarga kaya atau atelier Eropa, Boudoir tumbuh menjadi merek mewah dengan status sosial yang mahal. Meski kesannya ini manipulatif, tapi tak dapat dipungkiri kalau Sarah Kim ternyata sosok pebisnis yang handal.

Inilah tujuh prinsip yang digunakan Sarah Kim untuk membangun Boudoir hingga dipercaya sebagai merek mewah.

1. Sarah Kim sadar bahwa membuat tas bukanlah hal istimewa. Yang langka justru kemampuan menciptakan desire

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

2. Boudoir tidak dijual sebagai tas fungsional, melainkan sebagai simbol pencapaian sosial. Ketika orang menginginkannya, kualitas jadi urusan kedua

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

3. Barang mewah tidak dibuat untuk menyenangkan pelanggan. Justru sebaliknya, semakin sulit dijangkau sebuah merek, semakin tinggi nilainya

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

4. Tas Boudoir diproduksi di Sinwol-dong, Korea Selatan. Namun bukti impor tetap ada, dari hendel tas yang dipasang di Inggris lalu diimpor kembali

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

5. Secara teknis, Boudoir bisa mengklaim produknya sebagai barang impor. Dalam dunia luxury, detail administratif sering kali lebih dipercaya

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

6. Sejarah merek, klaim sertifikasi, hingga isu Boudoir sebagai pemasok keluarga kerajaan Inggris menjadi fondasi citra mewahnya

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

7. Bagi Sarah Kim, itu adalah cerita yang disebarkan dari mulut ke mulut. Ia tak memaksa orang percaya, merekalah yang yakin dengan sendirinya

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Pada akhirnya, Boudoir sukses bukan karena kebohongan Sarah Kim semata, melainkan karena manusia selalu rela membayar mahal demi terlihat lebih tinggi dari orang lain. Di The Art of Sarah, Sarah Kim memang manipulatif, tetapi ia tidak menciptakan sistem tersebut, ia hanya memahaminya dengan sangat baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team