Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Sosok Ibu Paling Toksik di Drakor 2023, Sukses Bikin Geram
Kim Hae Sook di Revenant (dok. SBS/Revenant)

Na Byung Hee (Kim Hae Sook) merupakan karakter antagonis utama di drakor Revenant. Kekejamannya mengalahkan sosok roh jahat dalam drakor horor ini. Sebagai ibu dan nenek, bisa-bisanya ia tega menumbalkan anak hingga cucu kandungnya demi ambisi.

Di drakor sepanjang Januari-Agustus 2023, ada banyak sosok ibu toksik yang kejam dan bikin emosi, termasuk Na Byung Hee. Contohnya, deretan tokoh berikut. Siapa saja mereka?

1. Jung Mi Hee (Park Ji A) lebih memilih uang daripada membela putrinya yang menderita karena di-bully dalam drakor The Glory

Park Ji Ah di The Glory (dok. Netflix/The Glory)

2. Na Byung Hee (Kim Hae Sook) rela menumbalkan keluarganya, termasuk sang putra hanya demi harta dan usia panjang di Revenant

Kim Hae Sook di Revenant (dok. SBS/Revenant)

3. Nam Haeng Ja (Bae Hae Sun) meninggalkan putrinya selama belasan tahun dan kembali hanya demi uang di Crash Course in Romance

Bae Hae Sun di Crash Course in Romance (instagram.com/tvn_drama)

4. Di drakor yang sama, Jang Seo Jin (Jang Young Nam) sempat bikin emosi sebab terlalu menekan putra-putranya demi nilai tinggi

Jang Young Nam di Crash Course in Romance (dok. tvN/Crash Course in Romance)

5. Jin Young Soon (Ra Mi Ran) sempat bikin kesal sebab mendidik anaknya terlalu keras agar kelak jadi jaksa di The Good Bad Mother

Ra Mi Ran di The Good Bad Mother (dok. JTBC/The Good Bad Mother)

6. Oh Yu Jin (Park Hyo Joo) jadi mengabaikan penderitaan anak-anaknya karena terlalu fokus dengan konten 'keluarga bahagia' di Battle for Happiness

Park Hyo Joo di Battle for Happiness (twitter.com/channel_ENA)

7. Ma Hee Ja (Nam Gi Ae) dalam Call It Love membuat sang putra menderita dengan tindakannya yang kerap bermasalah dengan uang dan asmara

Nam Gi Ae di Call It Love (dok. Disney Plus/Call It Love)

Seharusnya sebagai ibu, deretan karakter di atas punya kasih sayang besar dan tulus pada anak-anak mereka. Sayangnya, mereka justru bersikap toksik, kejam, jadi beban, hingga banyak menuntut. Untungnya, sebagian akhirnya menyadari kesalahan dan bertobat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team