Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Akhir Bahagia Pangeran Agung Ian di Perfect Crown, Sangat Memuaskan
still cut drama Korea Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)
  • Pangeran Agung Ian mengambil keputusan besar menghapus sistem monarki dan menyerahkan masa depan kerajaan kepada rakyat melalui pemungutan suara, yang akhirnya disetujui mayoritas publik.
  • Hubungan Pangeran Agung Ian dengan Ibu Suri membaik setelah kebenaran masa lalu terungkap, membuat keduanya berdamai dan saling mendukung tanpa kebencian maupun kecurigaan.
  • Setelah monarki dihapus, Pangeran Agung Ian hidup bebas sebagai Lee Wan, menikmati kehidupan sederhana tanpa tekanan takhta dan ancaman politik kerajaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama Korea Perfect Crown akhirnya menutup kisah panjang penuh konflik politik, perebutan takhta, hingga hubungan rumit antar karakter di dalam kerajaan. Pangeran Agung Ian menjadi salah satu karakter yang paling banyak mengalami tekanan sejak kecil, mulai dari larangan untuk naik takhta, pengkhianatan orang terdekat, hingga berbagai percobaan pembunuhan yang mengancam nyawanya. Semua itu membuat hidup Pangeran Agung Ian dipenuhi rasa takut dan tanggung jawab besar yang harus ia tanggung sendirian.

Namun setelah melewati berbagai kekacauan tersebut, Pangeran Agung Ian akhirnya mendapatkan akhir yang membahagiakan. Tidak hanya berhasil menyelesaikan konflik kerajaan, ia juga perlahan mendapatkan kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu hidup dengan damai tanpa tekanan takhta dan hubungan yang lebih hangat dengan orang-orang di sekitarnya. Berikut tiga akhir bahagia Pangeran Agung Ian di Perfect Crown.

1. Pangeran Agung Ian berhasil menghapus sistem monarki kerajaan

still cut drama Korea Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Setelah resmi mengambil alih posisi Baginda Raja, banyak orang mengira Pangeran Agung Ian akan mempertahankan kekuasaan kerajaan dan melanjutkan sistem monarki seperti sebelumnya. Namun di luar dugaan, ia justru mengambil keputusan besar dengan menghapus sistem monarki kerajaan yang selama ini menjadi akar berbagai konflik dan perebutan kekuasaan di dalam istana.

Keputusan tersebut tentu tidak berjalan mudah. Banyak pihak menentangnya, termasuk Min Jeong Woo dan beberapa anggota kabinet yang merasa monarki masih harus dipertahankan demi stabilitas negara. Meski begitu, Pangeran Agung Ian tetap teguh pada pendiriannya karena ia sadar bahwa selama ini takhta hanya menciptakan tekanan, ketakutan, dan penderitaan bagi banyak orang, termasuk keluarganya sendiri.

Alih-alih memaksakan keputusan sepihak, Pangeran Agung Ian memilih menyerahkan keputusan itu kepada rakyat melalui pemungutan suara. Ia ingin masyarakat menentukan sendiri masa depan kerajaan mereka. Hasilnya, mayoritas publik setuju dengan penghapusan monarki. Keputusan itu akhirnya membuat seluruh anggota kerajaan hidup seperti masyarakat biasa tanpa gelar maupun batasan yang selama ini mengikat kehidupan mereka.

2. Hubungannya dengan Ibu Suri akhirnya membaik

still cut drama Korea Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Selama bertahun-tahun, hubungan Pangeran Agung Ian dengan Ibu Suri dipenuhi ketegangan dan kebencian. Ibu Suri selalu melihat Pangeran Agung Ian sebagai ancaman bagi posisi anaknya sebagai Baginda Raja. Karena itulah, ia terus berusaha menghalangi Pangeran Agung Ian mengambil alih takhta, bahkan rela melakukan berbagai tindakan kejam demi mempertahankan kekuasaannya.

Namun semuanya mulai berubah ketika Ibu Suri mengetahui bahwa Baginda Raja selama ini diam-diam mengetahui semua rahasia kelam yang terjadi di masa lalu, termasuk pertengkaran tentang turun takhta dan keterlibatan dirinya dalam berbagai konflik kerajaan. Fakta bahwa anaknya memendam semua ketakutan itu sendirian membuat hati Ibu Suri mulai luluh dan dipenuhi rasa bersalah.

Sejak saat itu, Ibu Suri perlahan berubah dan mulai memperbaiki hubungannya dengan Pangeran Agung Ian. Ia bahkan membantu membongkar berbagai kejahatan yang selama ini ditutupi, termasuk kasus keracunan Seong Hui Ju dan percobaan pembunuhan yang dilakukan Min Jeong Woo. Setelah monarki dihapus, hubungan mereka perlahan berubah menjadi lebih hangat. Mereka akhirnya bisa berbicara dan bertemu tanpa dipenuhi rasa curiga ataupun kebencian seperti sebelumnya.

3. Pangeran Agung Ian akhirnya bisa hidup bebas tanpa tekanan takhta

still cut drama Korea Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)

Hal paling membahagiakan bagi Pangeran Agung Ian setelah semua konflik berakhir adalah dirinya akhirnya bisa hidup bebas sebagai Lee Wan, bukan lagi sebagai sosok kerajaan yang selalu dibatasi aturan dan tanggung jawab besar. Selama hidupnya, ia hampir tidak pernah benar-benar memiliki kebebasan karena semua langkahnya selalu diawasi dan dikaitkan dengan posisi kerajaan.

Setelah monarki dihapus, Pangeran Agung Ian memilih beristirahat sementara dari pekerjaannya dan menikmati kehidupan yang lebih tenang. Ia mulai melakukan hal-hal sederhana yang sebelumnya sulit ia lakukan, seperti belajar memasak, berjalan bebas tanpa pengawalan, hingga mengunjungi Choi Hyeon dengan santai ketika Seong Hui Ju sibuk bekerja.

Kebebasan itu menjadi hadiah terbesar bagi Pangeran Agung Ian setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan. Ia tidak lagi harus memikirkan perebutan takhta, politik kerajaan, ataupun ancaman dari orang-orang yang ingin menjatuhkannya. Untuk pertama kalinya, Pangeran Agung Ian benar-benar bisa menjalani hidup sesuai keinginannya sendiri dengan damai dan tenang.

Ending Pangeran Agung Ian di Perfect Crown menjadi salah satu penutup paling memuaskan karena setelah melalui begitu banyak luka dan tekanan, ia akhirnya mendapatkan kehidupan yang selama ini ia impikan. Bukan hanya tentang cinta dan kekuasaan, tetapi juga tentang kebebasan, ketenangan, dan kesempatan untuk hidup sebagai dirinya sendiri tanpa dibebani takhta kerajaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team