Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akting Byeon Woo Seok di Perfect Crown Dihujat, Sutradara Pasang Badan
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (instagram.com/mbcdrama_now)
  • Sutradara Park Joon Hwa menjelaskan ekspresi datar Byeon Woo Seok sebagai bagian dari karakter Pangeran Ian yang harus menjaga wibawa dan tidak mudah menunjukkan emosi.
  • Byeon Woo Seok sempat ingin menambah variasi akting, namun sutradara memintanya menahan diri agar tetap sesuai konsep karakter yang sudah dirancang sejak awal.
  • Park Joon Hwa mengaku puas dengan performa Byeon Woo Seok, menilai tatapan dan aura sedihnya berhasil menggambarkan kedalaman karakter meski menuai kritik publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski dramanya sudah tamat, kontroversi soal Perfect Crown masih berlanjut. Selain distorsi sejarah, nama Byeon Woo Seok yang memerankan Pangeran Ian ikut menjadi perbincangan hangat. Banyak netizen merasa ekspresi sang aktor terlalu kaku dan datar pada episode-episode awal, sehingga dianggap kurang menghidupkan karaktermya.

Menanggapi ramainya kritik tersebut, sutradara Park Joon Hwa akhirnya buka suara untuk memberikan pembelaan. Ia sekaligus menjelaskan tujuan dan maksud tersembunyi di balik performa sang aktor. Ternyata ada alasan teknis dan arahan khusus untuk Byeon Woo Seok, simak selengkapnya!

1. Sutradara Park Joon Hwa menekankan karakter Pangeran Ian yang penuh tekanan

Still cut drama Korea Perfect Crown (dok. iMBC/Perfect Crown)

Sutradara Park Joon Hwa menjelaskan bahwa posisi sosial karakter Daegun alias Pangeran Ian menuntutnya untuk tidak mudah mengumbar perasaan di depan umum. Menurutnya, wibawa seorang pangeran justru akan hilang jika terlalu emosional, sehingga kesan datar tersebut sengaja diciptakan.

"Kami juga sering membicarakan hal ini saat syuting, bahwa semakin tinggi posisi seseorang, semakin ia tidak mudah menunjukkan emosinya. Karena relasi dan kedudukannya, jika ia (Pangeran Ian) terlalu sering memperlihatkan emosi dalam berbagai situasi, maka bobot karakternya bisa hilang," ungkap sutradara Park Joon Hwa mengutip Osen pada Selasa (19/5/2026).

Untuk tetap membuat suasana hidup, sutradara menambahkan, "Saya merasa kesan Daegun yang di awal tampak kurang berekspresi bisa diwakili lewat reaksi ajudannya, Choi Hyun (diperankan Yoo Soo Bin)."

2. Sutradara Park Joon Hwa sengaja meminta Byeon Woo Seok menahan aktingnya

cuplikan drama Perfect Crown (dok. MBC/Perfecrt Crown)

Meski penonton menilai aktingnya kurang variatif, ternyata Byeon Woo Seok memiliki keinginan besar untuk menambahkan lebih banyak warna pada perannya tersebut. Namun, Park Joon Hwa meminta agar sang aktor menahan aktingnyar agar tetap berada dalam batas peran yang sudah direncanakan sejak awal.

"Saat melihat Woo Seok, saya benar-benar merasa dia bekerja sangat keras. Bahkan sebenarnya ada beberapa bagian yang justru saya tahan, karena ia ingin menambahkan sisi karakter yang lebih beragam," ujar sang sutradara.

3. Sutradara Park Joon Hwa merasa puas dengan akting Byeon Woo Seok

Potret Byeon Woo Seok (dok. Kakao Entertainment/Perfect Crown)

Walau mendapat kritik dari publik, Park Joon Hwa tetap memuji kedalaman tatapan mata dan aura sedih yang dimiliki Byeon Woo Seok. Menurutnya, emosi yang ditampilkan sang aktor justru sangat sejalan dengan karakter yang diperankannya dan layak mendapat lebih banyak apresiasi.

"Warna khas yang ia miliki, kedalaman tatapan matanya, hingga ekspresi sedih saat memandang seseorang mungkin belum bisa disebut sempurna sebagai Daegun. Namun, saya rasa ia benar-benar berusaha memasukkan banyak kesedihan ke dalam karakter itu. Saya berharap usaha tersebut mendapat lebih banyak pengakuan," pungkasnya.

Penjelasan dari sutradara Park Joon Hwa ini sontak membuat sudut pandang baru bagi para penonton yang sempat meragukan kualitas akting Byeon Woo Seok di drama Perfect Crown.

Sementara itu, drama garapan MBC tersebut menutup kisahnya dengan raihan rating nasional sebesar 13,8 persen. Angka ini sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang masa penayangannya.

Editorial Team