3 Alasan Pangeran Ian Batalkan Pernikahan dengan Seong Hui Ju di Perfect Crown

- Pangeran Agung Ian membatalkan pernikahan kontraknya dengan Seong Hui Ju setelah insiden sabotase yang hampir merenggut nyawa sang calon mempelai.
- Permintaan Min Jeong Woo agar Seong Hui Ju dijauhkan dari istana memperkuat keputusan Ian demi menjaga keselamatan dan privasinya.
- Trauma kehilangan masa lalu membuat Ian takut mengulang penderitaan serupa, sehingga ia memilih menjauh demi melindungi orang yang dicintainya.
Hubungan Pangeran Agung Ian dan Seong Hui Ju di Perfect Crown sejak awal memang dibangun di atas kesepakatan—pernikahan kontrak demi kepentingan masing-masing. Meski berawal dari strategi, kedekatan keduanya justru berhasil menarik perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi.
Namun, situasi berubah drastis setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Seong Hui Ju dan Baginda Raja. Peristiwa yang diduga sebagai sabotase itu menjadi titik balik bagi Pangeran Agung Ian untuk mempertimbangkan ulang keputusan besarnya. Ia mulai menyadari bahwa hubungan mereka membawa risiko yang tidak kecil.
Di tengah tekanan dan bahaya yang semakin nyata, Pangeran Agung Ian mengambil keputusan yang tidak mudah dengan membatalkan rencana pernikahan. Berikut tiga alasan di balik keputusannya tersebut di Perfect Crown.
1. Tidak ingin Seong Hui Ju terjerat bahaya yang lebih besar

Insiden kecelakaan mobil menjadi momen yang mengguncang bagi Pangeran Agung Ian. Ia menyaksikan sendiri bagaimana nyawa Seong Hui Ju berada di ujung bahaya, terlebih setelah diketahui bahwa kejadian tersebut bukan kecelakaan biasa, melainkan hasil sabotase.
Meski dirinya juga terluka hingga harus menjalani perawatan, perhatian Pangeran Agung Ian justru sepenuhnya tertuju pada kondisi Seong Hui Ju. Ia memastikan bahwa perempuan tersebut tidak mengalami luka serius, namun rasa cemasnya tidak berhenti di situ. Baginya, kejadian ini adalah peringatan bahwa bahaya bisa datang kapan saja.
Dari situlah muncul keraguan. Pangeran Agung Ian menyadari bahwa selama Seong Hui Ju tetap berada di sisinya, ancaman akan terus mengintai. Membatalkan pernikahan menjadi pilihan yang ia anggap paling logis—bukan karena ia ingin menjauh, tetapi karena ia ingin melindungi.
2. Menepati permintaan untuk menjauhkan Seong Hui Ju dari istana

Alasan lain datang dari permintaan Min Jeong Woo yang menginginkan Seong Hui Ju dijauhkan dari lingkungan istana. Sebagai orang yang memahami situasi internal kerajaan, ia tahu betul bahwa posisi Seong Hui Ju akan semakin rentan jika terus berada di dalam lingkaran kekuasaan.
Permintaan tersebut bukan tanpa dasar. Sejak hubungannya dengan Pangeran Agung Ian terungkap, Seong Hui Ju sudah beberapa kali menjadi target, baik melalui tekanan sosial maupun ancaman nyata. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa istana bukan tempat yang aman baginya.
Pangeran Agung Ian memahami maksud tersebut. Ia tahu bahwa satu-satunya cara efektif untuk melindungi Seong Hui Ju adalah dengan menjauhkannya sepenuhnya dari dunia istana—meski itu berarti harus mengorbankan hubungan mereka.
3. Trauma kehilangan membuatnya takut mengulang masa lalu

Di balik keputusannya, ada luka lama yang belum sepenuhnya sembuh. Pangeran Agung Ian masih dihantui oleh kenangan kehilangan orang-orang terdekatnya, terutama sang ibu yang meninggal dalam peristiwa tragis di hadapannya.
Trauma tersebut kembali muncul saat melihat Seong Hui Ju berada dalam situasi berbahaya. Ketakutan yang dulu ia rasakan seakan terulang, membuatnya diliputi kecemasan yang sulit dikendalikan. Ia tidak ingin mengalami kehilangan yang sama untuk kedua kalinya.
Perasaan ini menjadi faktor emosional yang kuat dalam keputusannya. Bagi Pangeran Agung Ian, menjauhkan Seong Hui Ju adalah cara untuk memastikan bahwa ia tidak perlu menyaksikan orang yang ia pedulikan mengalami nasib serupa.
Keputusan Pangeran Agung Ian untuk membatalkan pernikahan bukanlah bentuk keraguan, melainkan pilihan yang lahir dari rasa tanggung jawab dan ketakutan akan kehilangan.


















