7 Alasan Pro Bono Layak dapat Season 2, Cerita Belum Selesai?

Meski sudah tamat dengan ending yang bisa dibilang memuaskan, cerita dari Pro Bono (2025) masih terasa belum benar-benar selesai. Banyak konflik memang ditutup, tapi justru di episode terakhir penonton disuguhi arah cerita baru yang terasa terlalu besar untuk dibiarkan begitu saja.
Alih-alih menjadi penutup, ending Pro Bono terasa seperti titik awal babak baru. Dari firma hukum baru hingga konflik hukum yang lebih besar, semuanya seolah berteriak minta dilanjutkan. Inilah alasan kenapa Pro Bono rasanya wajib punya musim kedua.
1. Firma hukum Mata Ganti Mata baru didirikan Kang Da Wit belum sempat menunjukkan jati dirinya di dunia hukum

2. Model firma yang fokus pada kasus kepentingan publik menimbulkan pertanyaan besar soal keberlanjutan dan sumber dana

3. Kasus popok beracun sebagai klien pertama hanya ditampilkan sekilas, yang memancing penasaran penonton karena tim akan melawan Oh & Patners

4. Hubungan Da Wit dan Oh Jung In menjadi ambigu setelah terungkapnya pengkhianatan, namun belum jelas apakah mereka akan menjadi rival

5. Peran Woo Myeong Hun yang kini berada di jajaran manajemen Oh & Partners membuka kemungkinan konflik hukum baru dengan firma Da Wit

6. Skandal besar Jang Hyeon Bae, Shin Jung Seok, dan jaringan penyuapan elit hukum belum mendapat vonis final yang jelas

7. Ending yang menyorot langkah baru tim Pro Bono terasa seperti awal perjalanan, bukan benar-benar penutup cerita

Dengan semua benang cerita yang masih terbuka, Pro Bono terasa terlalu sayang untuk benar-benar ditutup di season pertama. Perjalanan Kang Da Wit dan timnya baru saja menemukan bentuk idealnya, dan justru di titik itulah konflik paling menarik bisa dimulai. Kalau menurut kalian, gimana nih? Setuju nggak kalau cerita dilanjutkan ke musim kedua?


















