7 Alasan Seong Hui Ju Tidak Cocok Hidup di Istana dalam Perfect Crown

- Seong Hui Ju, seorang pebisnis penuh ide gila, memutuskan menikah dengan Pangeran I An demi menaikkan status sosialnya menjadi bangsawan.
- Kepribadian Seong Hui Ju yang bebas dan rebel bertolak belakang dengan kehidupan istana yang penuh aturan, protokol ketat, dan minim privasi.
- Tinggal di istana membuat Seong Hui Ju harus melepas bisnisnya, menjaga citra keluarga kerajaan, serta kehilangan kebebasan menikmati hal-hal sederhana.
Seong Hui Ju (IU) adalah seorang pebisnis yang mempunyai seribu ide gila. Salah satu ide gila yang tercetus di otaknya adalah menikah dengan Pangeran I An (Byun Woo Seok). Tujuannya menikah dengan I An adalah untuk menaikkan status sosialnya menjadi seorang bangsawan.
I An merupakan keluarga kerajaan. Oleh karena itu, jika Seong Hui Ju menikah dengan I An maka ia juga harus tinggal di istana. Padahal, jika dilihat dari keperibadiannya, Seong Hui Ju sama sekali tidak cocok tinggal di istana seperti yang diceritakan dalam drakor Perfect Crown. Mengapa demikian?
1. Seong Hui Ju dikenal mempunyai jiwa rebel. Ia cenderung menolak aturan dan norma. Dalam bertindak, ia selalu mengikuti kata hatinya

2. Istana mempunyai protokol yang ketat. Semua ada aturannya, dari cara berbicara, makan atau berjalan. Jika melanggar protokol, akan mendapat sanksi

3. Seong Hui Ju akan sangat sulit mendapatkan privasi, mengingat di setiap bagian istana selalu ada pelayan atau petugas keamanan yang berjaga

4. Sebagai istri seorang keluarga kerajaan, Seong Hui Ju akan selalu dituntut menjaga citra dan martabat keluarga. Ia tidak bisa sebebas dahulu

5. Setelah tinggal di istana, Seong Hui Ju tidak bisa lagi menjalankan bisnisnya. Ia harus melepas bisnisnya yang dibangun dari nol

6. Istana bukan tempat yang menyenangkan untuk hidup. Lingkungan istana sangat kaku. Tidak ada kehangatan di tempat tersebut

7. Jika tinggal di istana, maka Seong Hui Ju tidak bisa menikmati jajanan-jajanan favoritnya lagi

Menikah dengan I An merupakan keputusan impulsif yang dicetuskan oleh Seong Hui Ju. Ia sama sekali tidak memikirkan konsekuensi yang diperoleh dari keputusannya tersebut. Ia juga tidak menyangka bahwa istana mempunyai aturan yang sangat ketat.