3 Alasan Seonu Chan Membenci Ayahnya di In Your Radiant Season

- Seonu Chan menyalahkan ayahnya atas kepergian dan kematian ibunya yang terjadi setelah konflik keluarga terkait dunia seni.
- Setelah kehilangan ibunya, Seonu Chan dipaksa meninggalkan mimpinya di bidang seni dan dikirim belajar ke luar negeri pada jurusan yang tidak ia sukai.
- Meski mengalami kecelakaan parah, ayahnya tetap menuntut Seonu Chan melanjutkan pendidikan, membuat hubungan mereka semakin retak karena kurangnya empati terhadap kondisi anaknya.
Hubungan Seonu Chan dengan ayahnya, Sunwoo Seok, telah lama retak. Bahkan setelah kecelakaan ledakan yang hampir merenggut nyawanya, Seonu Chan memilih memutus hubungan dengan sang ayah. Ia pernah mengatakan bahwa sejak peristiwa kecelakaan itu terjadi, dirinya yang dulu sudah “mati”, menandakan bahwa ia tidak lagi ingin terikat dengan kehidupan yang pernah dipaksakan oleh ayahnya.
Padahal semasa kecil, Seonu Chan selalu berusaha menuruti keinginan ayahnya. Ia rela mengubur mimpinya di dunia seni, meninggalkan hal yang ia sukai, hingga menjalani pendidikan di luar negeri pada jurusan yang tidak pernah ia pilih sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, Seonu Chan menyadari bahwa semua keputusan yang dipaksakan oleh ayahnya justru meninggalkan luka mendalam dalam hidupnya. Berikut tiga alasan Seonu Chan membenci ayahnya di In Your Radiant Season.
1. Kehilangan ibunya akibat konflik dengan ayahnya

Salah satu kenangan paling menyakitkan bagi Seonu Chan adalah pertengkaran antara kedua orang tuanya ketika ia masih kecil. Saat itu ibunya ingin kembali menekuni dunia seni, sesuatu yang sangat ia cintai. Namun, Sunwoo Seok menentang keputusan tersebut dengan keras hingga membuat suasana keluarga mereka dipenuhi konflik.
Akhirnya ibunya memilih pergi untuk mengejar mimpinya, meninggalkan Seonu Chan yang masih kecil. Tragisnya, beberapa tahun kemudian ia meninggal dunia karena terlalu memaksakan dirinya dalam dunia seni yang ia tekuni. Bagi Seonu Chan, peristiwa itu meninggalkan luka yang sangat dalam. Ia merasa kehilangan kesempatan untuk merasakan kasih sayang ibunya lebih lama dan dalam hatinya ia menyalahkan sang ayah atas semua yang terjadi.
2. Dipaksa meninggalkan mimpinya di dunia seni

Setelah kematian ibunya, Sunwoo Seok semakin membenci segala hal yang berkaitan dengan dunia seni. Ia bahkan melarang Seonu Chan untuk menggambar, sesuatu yang sebenarnya menjadi cara Seonu Chan mengenang ibunya. Ayahnya tidak ragu merobek gambar-gambar yang ia buat dan menyita semua alat lukis yang dimilikinya.
Tidak berhenti sampai di situ, Sunwoo Seok juga mengirim Seonu Chan ke Boston untuk melanjutkan pendidikan di bidang yang sama sekali tidak ia sukai. Hidup jauh dari rumah dan menjalani studi yang dipaksakan membuat Seonu Chan merasa sangat tertekan. Ia merasa hidupnya hampa dan kehilangan arah, bahkan sempat berada di titik di mana ia hampir menyerah pada hidupnya sendiri.
3. Ayahnya tetap memaksakan pendidikan setelah kecelakaan terjadi

Setelah kecelakaan ledakan yang dialaminya di Boston, kehidupan Seonu Chan berubah drastis. Ia harus menjalani proses pemulihan yang panjang akibat luka bakar di tubuhnya serta kehilangan pendengaran di salah satu telinganya. Selain itu, ia juga kehilangan sebagian ingatannya dan harus berkali-kali menjalani terapi untuk memulihkannya.
Di tengah kondisi fisik dan mental yang belum stabil, Sunwoo Seok justru meminta Seonu Chan untuk kembali ke Boston dan melanjutkan pendidikannya yang sempat terhenti. Permintaan itu membuat Seonu Chan sangat marah. Baginya, keputusan ayahnya menunjukkan bahwa pendidikan jauh lebih penting daripada kondisi anaknya sendiri yang masih berjuang untuk pulih dari trauma dan luka akibat kecelakaan tersebut.
Konflik antara Seonu Chan dan ayahnya bukan sekadar pertengkaran biasa antara orang tua dan anak. Di balik kemarahannya, tersimpan luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh. Masa lalu yang penuh tekanan itulah yang akhirnya membuat Seonu Chan memilih menjauh dan menjalani hidupnya dengan caranya sendiri.