Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Dampak Keinginan yang Berbalik di Drakor If Wishes Could Kill
cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)
  • Aplikasi Girigo di SMA Seorin memungkinkan siswa mewujudkan keinginan mereka, namun setiap permohonan menuntut harga mahal berupa ancaman kematian dalam waktu 24 jam.
  • Penggunaan aplikasi tersebut memicu rusaknya persahabatan lama karena munculnya kecurigaan, pengkhianatan, dan hasutan yang membuat para siswa saling tidak percaya.
  • Girigo membawa kutukan mematikan yang sulit dihapus, memaksa para tokoh berjuang melawan kekuatan supranatural demi menghentikan rantai tragedi dan menyelamatkan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drakor If Wishes Could Kill menceritakan tentang kehidupan para siswa SMA Seorin yang berubah menjadi sangat mencekam sejak kemunculan aplikasi bernama Girigo. Lewat aplikasi tersebut, seseorang bisa membuat permohonan. Permohonan itu benar-benar terkabul, tetapi ada harga mahal yang harus menjadi bayarannya.

Membuat keinginan lewat aplikasi Girigo ternyata bisa menjadi bumerang bagi pemohonnya. Aplikasi tersebut memakan korban jiwa dan melibatkan kekuatan supranatural hingga tidak bisa diselesaikan dengan logika. Berikut adalah tiga dampak keinginan yang berbalik dari penggunaan aplikasi tersebut.

1. Keuntungan sementara yang dibayar mahal

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Choi Hyeong Wook (Lee Hyo Je) membuat permohonan agar nilai matematikanya sempurna. Keinginannya itu benar-benar terwujud. Ia menjadi salah satu siswa dengan nilai matematika tertinggi di kelasnya. Bahkan ia termasuk satu dari empat siswa peraih nilai sempurna di kota Seorin.

Sayangnya, setelah bereuforia dengan keberhasilan tersebut, Choi Hyeong Wook harus menghadapi konsekuensi yang gak pernah ia bayangkan. Timer di aplikasi tersebut menyala dan saat tiba waktunya, ia tewas dengan cara yang mengerikan.

Begitu pula yang dialami karakter lain, seperti Kim Geon Woo (Baek Sun Ho), Yoo Se Ah (Jeon So Young), dan Lim Na Ri (Kang Mi Na). Mereka terancam tewas apabila timer di aplikasi Girigo sudah habis. Mereka bisa mendapatkan apa yang mereka mau, tetapi mereka akan kehilangan nyawa dalam waktu 24 jam.

2. Rusaknya persahabatan yang sudah lama terjalin

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Adanya aplikasi Girigo membuat rusaknya persahabatan yang sudah ada. Hal itu dialami oleh Yoo Se Ah dkk. Choi Hyeong Wook sempat mengira teman-temannya membicarakan ia di belakang. Padahal, itu adalah tipu daya yang ditunjukkan dari aplikasi Girigo.

Di sisi lain, Lim Na Ri yang sering bersikap sesuka hati gak menyangka ceplas-ceplosnya yang tanpa sadar membuat permohonan agar Choi Hyeong Wook tewas benar-benar terwujud. Ia gak berterus terang kepada teman-temannya. Yoo Se Ah dan Kang Ha Joon (Hyeon Woo Seok) baru mengetahui bahwa Lim Na Ri membuat permohonan saat mereka melihat video yang diunggah Lim Na Ri.

Selanjutnya, mereka gak bisa saling mempercayai lagi. Persahabatan yang telah terjalin sejak SMP seketika rusak gara-gara aplikasi Girigo. Ada yang bertahan dan mencari solusi agar semua selamat, sedangkan yang lain malah termakan hasutan karena menganggap semua yang terjadi adalah kesialan.

3. Terjebak kutukan yang sulit dihapus

cuplikan drama If Wishes Could Kill (dok. Netflix/If Wishes Could Kill)

Haetsal (Jeon So Nee), kakak Kang Ha Joon memberitahu bahwa Girigo membawa kutukan yang mematikan. Sulit dipercaya, tetapi melihat beberapa tragedi berdarah yang telah terjadi, Yoo Se Ah dan Kang Ha Joon mau gak mau menuruti perintah Haetsal. Yoo Se Ah harus memasuki alam lain untuk bisa terbebas dari pengaruh kutukan yang dibawa aplikasi Girigo.

Mereka harus bersusah payah menghapus kutukan dari aplikasi tersebut. Meskipun sudah memusnahkan hp yang jadi media awal kutukan terjadi, ternyata mereka masih harus menghadapi hal lain yang lebih menakutkan. Mereka harus mengorbankan diri karena kutukan bisa terus berlanjut dan menelan korban jiwa.

Ketiga hal di atas menunjukkan bahwa dalam drakor If Wishes Could Kill, mendapatkan keinginan hanya dengan mengucapkannya di sebuah aplikasi ternyata membawa banyak dampak buruk. Keinginan memang benar-benar terwujud, tetapi setelahnya ada banyak bahaya yang mengintai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team