drama The Deal (dok. Wavve/The Deal)
Lee Jun Seong (Yoo Seung Ho) merupakan seorang mantan atlet sepak bola di masa sekolah SMA. Ia memiliki kemampuan yang luar biasa hebatnya di bidang olahraga sepak bola. Jun Seong bahkan diwanti-wanti bakal menjadi pemain tim nasional Korea Selatan beberapa tahun ke depan. Sayangnya, hal itu tidak lagi menjadi mimpi Jun Seong karena suatu alasan. Hidupnya yang semula cemerlang, berubah jadi kacau. Apalagi ia harus terjebak menghadapi quarter life crisis di usianya yang menginjak kepala dua.
Suatu hari Jun Seong bertemu dengan teman SMA-nya dulu, Song Jae Hyo (Kim Dong Hwi), yang kini tengah menempuh pendidikan di sekolah kedokteran. Di lain sisi, Jae Hyo sedang mengambil krisis yaitu terlilit hutang hingga 1 milyar won.
Jae Hyo pun mengajak Jun Seong untuk menculik Park Min Woo (Yoo Soo Bin), salah satu teman SMA mereka yang merupakan anak tunggal dari keluarga kaya raya. Mereka meminta tebusan sebesar 10 miliar won kepada kedua orangtua Min Woo.
Kehidupan remaja memang terkadang cukup pelik, banyak rintangan yang harus mereka hadapi di masa peralihan menuju usia dewasa. Bagi kamu yang relate dan tengah menghadapi masa-masa itu, pastinya drama-drama di atas wajib banget untuk kamu tonton.
Mengapa tema kriminalitas remaja sering diangkat dalam drakor belakangan ini? | Tema ini diangkat untuk memberikan kritik sosial terhadap sistem hukum di Korea Selatan (seperti Undang-Undang Remaja) yang sering dianggap terlalu ringan bagi pelaku di bawah umur. Selain itu, drakor ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai isu perundungan (bullying), eksploitasi, dan kurangnya pengawasan orang tua. |
Apa drakor yang menceritakan tentang sekumpulan remaja yang terlibat dalam penipuan atau pencurian? | Bitch X Rich atau Hope or Dope. Dalam Hope or Dope, seorang remaja digunakan sebagai kurir narkoba oleh orang tuanya sendiri dan akhirnya menemukan ladang ganja di sebuah desa terpencil bersama teman-temannya. |
Apa pesan moral yang biasanya ingin disampaikan dari genre ini? | Drama-drama ini biasanya menekankan bahwa lingkungan dan pola asuh sangat memengaruhi perilaku remaja. Selain itu, genre ini juga menjadi peringatan bahwa kejahatan tetaplah kejahatan tanpa memandang usia, dan korban sering kali menanggung luka yang permanen. |