7 Etika Kerajaan yang Harus Dipelajari Hui Joo di Perfect Crown

Dalam Perfect Crown, IU berperan sebagai Seong Hui Joo, pewaris chaebol yang cerdas dan ambisius. Ia nekat menjalani pernikahan kontrak dengan Pangeran Yi An demi mendapatkan status sosial yang diinginkan. Namun, keputusannya itu tidak mudah, karena ia harus menghadapi penolakan dari pihak kerajaan hingga berusaha menarik perhatian sang pangeran.
Setelah pernikahan disetujui, perjalanan Hui Joo belum selesai. Ia masih harus mempelajari berbagai etika kerajaan yang ketat sebelum resmi menjadi istri pangeran. Dari cara berbicara hingga sikap dalam keseharian, semuanya harus disesuaikan dengan aturan istana. Lantas, apa saja etika kerajaan yang dipelajari Hui Joo sebelum menikah dengan I An? Yuk, simak!
1. Etika pertama yang dipelajari Hui Joo adalah cara berbicara di istana. Ia gak boleh mengulang ucapan sendiri agar tetap sopan dan terhormat

2. Ia juga harus menjaga etika suara. Tidak memanjangkan nada akhir, tidak memotong pembicaraan, dan selalu menunggu giliran berbicara

3. Etika sikap tubuh juga diajarkan. Mulai dari berdiri tegap, duduk dengan anggun, hingga menjaga gestur agar mencerminkan kehormatan kerajaan

4. Dalam etika berjalan, Hui Joo dilatih berjalan pelan, anggun, dan penuh kontrol agar mencerminkan status sebagai calon keluarga kerajaan

5. Ia juga mempelajari etika upacara kerajaan, termasuk tata cara pemakaman dari awal proses hingga ritual yang harus dijalankan dengan hormat

6. Etika konsumsi sangat ketat. Anggota kerajaan hanya boleh makan dari tempat yang terjamin kebersihannya untuk menjaga keamanan diri

7. Hui Joo juga wajib menaati etika netralitas. Tidak boleh memakai atribut yang menunjukkan keberpihakan pada kelompok tertentu di kerajaan

Berbagai etika yang dipelajari Hui Joo di drakor Perfect Crown menunjukkan bahwa menjadi istri pangeran bukan sekadar status, tapi juga tanggung jawab besar. Menurut kamu, etika mana yang paling sulit dijalani?