Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Identitas Palsu Sarah Kim yang Berbeda-beda di The Art of Sarah

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)
Intinya sih...
  • Mok Ga Hui, staf butik yang ingin menjadi kaya dengan menjual tas diskon dan berpura-pura menjadi selebgram
  • Du Ah, mantan penipu yang ingin membangun merek mewah Boudoir dengan memperalat orang lain
  • Kim Eun Jae, perempuan lulusan Oxford yang merencanakan peluncuran merek mewah Boudoir dengan cara curang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meski dikenal sebagai Sarah Kim (Shin Hae Sun) di The Art of Sarah, nyatanya ia hanyalah seseorang dengan kumpulan identitas palsu. Bahkan, hingga akhir, nama asli Sarah Kim tak pernah diketahui.

Ada sekitar empat identitas palsu dengan nama, usia, hingga latar belakang yang berbeda dalam beberapa tahun ke belakang. Inilah empat identitas palsu Sarah Kim yang berbeda-beda di The Art of Sarah. Yuk, simak!

1. Mok Ga Hui

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Sebelum hidup menjadi Sarah Kim, ia hanyalah seorang staf butik biasa dengan nama Mok Ga Hui. Selama bekerja sebagai pelayan merek mewah inilah ia menemukan impiannya, yaitu ingin menjadi orang kaya.

Suatu ketika, Ga Hui membuat toko kecolongan. Ia bertanggung jawab untuk mengganti kerugian senilai 50 juta won. Di sinilah titik baliknya, di mana ia harus bekerja paruh waktu, hingga meminjam uang ke rentenir demi mengembangkan uang.

Namun, di momen ini juga Ga Hui bisa mendapatkan uang banyak dengan menipu. Ia menjual tas yang dibelinya dari diskon karyawan menjadi berjuta-juta modal mengedit muka selebgram dan storytelling.

2. Du Ah

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Penipuannya berhasil, sehingga Ga Hui bisa mengganti kerugian 50 juta won tersebut. Namun, tiba-tiba ada pembatasan transaksi diskon karyawan. Ga Hui yang sudah terlanjur meminjam uang senilai 50 juta won dari rentenir, kelimpungan karena sumber 'penjualannya' jadi terbatas.

Di tengah kekalutan inilah Ga Hui menghancurkan toko, membeli tas-tas mewah, menyewa mobil Rolls Royce di hari ia bunuh diri. Meskipun begitu, Ga Hui ternyata berubah pikiran. Ia yang sudah terjun waduk, lantas kembali naik ke permukaan.

Di saat itu juga ia membuat status soal merek mewah Boudoir. Ia akhirnya punya impian membangun merek mewah, kemudian hidup sebagai Du Ah, seorang perempuan penghibur yang sedang menabung.

3. Kim Eun Jae

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Ketika bekerja sebagai perempuan penghibur, Du Ah bertemu dengan Hong Seong Shin (Jung Jin Young), rentenir kaya raya yang sedang depresi karena penyakit ginjalnya. Du Ah akhirnya menawarkan ginjalnya, tapi dengan syarat ia ingin dinikahi dan diberi uang 500 juta won setelah ia mendonorkan.

Pertemuan Du Ah dengan Seong Shin mengubah banyak hal. Identitasnya berganti menjadi Kim Eun Jae, seorang perempuan lulusan Oxford. Dengan status barunya ini, ia mulai merencanakan peluncuran merek mewah Boudoir.

Ia diam-diam memperalat Kang Ji Hwon (Kim Jae Won) untuk membuat reputasi elite Boudoir di kalangan perempuan sosialita. Meski sebenarnya, tas-tas Boudoir justru berasal dari pabrik kecil yang dijalankan Eun Jae bersama pegawai imigran ilegalnya.

4. Sarah Kim

Cuplikan drama Korea The Art of Sarah
Cuplikan drama Korea The Art of Sarah (dok. Netflix/The Art of Sarah)

Dengan bantuan Ji Hwon, merek mewah Boudoir mulai merambah kalangan orang-orang kaya. Ia bukan sekadar cerita fiksi lagi, karena orang-orang mengincar merek ini demi bisa 'naik status sosial'.

Sarah Kim, yang dikenal sebagai Kepala Cabang Asia Boudoir pun jadi sosok elite yang eksklusif. Tak banyak orang yang tahu rupanya, tapi namanya terkenal sebagai pencetus Boudoir di Korea Selatan. Tanpa mereka tahu, Sarah Kim sebenarnya hanyalah penipu yang manipulatif.

Empat identitas palsu Sarah Kim yang berbeda-beda di The Art of Sarah jadi bukti bahwa pemalsuan identitas bisa berjalan mulus ketika seseorang memiliki kecerdasan, keberanian, dan kemampuan membaca situasi di atas rata-rata. Pada akhirnya, The Art of Sarah menunjukkan bahwa yang dipuja bukanlah sosok di balik nama Sarah Kim, melainkan ilusi status sosial yang ia ciptakan dengan sangat meyakinkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Korea

See More

7 Lagu KPop tentang Upaya Memotong Rambut demi Move On, Realistis

15 Feb 2026, 18:06 WIBKorea