5 Ironi yang Digambarkan dalam Drakor Taxi Driver 3

Taxi Driver 3 merupakan drakor bergenre thriller, action, dan crime. Kisahnya terpusat pada Kim Do Ki (Lee Je Hoon) dan tim Taksi Pelangi yang menghukum para penjahat untuk membantu membalaskan dendam korban-korban kejahatan yang tidak mendapatkan keadilan.
Meski membahas balas dendam, drakor ini juga memotret berbagai isu dan masalah sosial. Taxi Driver 3 menyinggungnya lewat gambaran ironi dalam ceritanya. Di antaranya, dalam lima hal berikut ini. Apa saja?
1. Penegak hukum malah terlibat kriminalitas

Berbeda dari dua season sebelumnya, Taxi Driver 3 memiliki beberapa tokoh penjahat dengan latar belakang penegak hukum. Misalnya, Go Seong Hyeok (Kim Sung Kyu). Ia adalah mantan jaksa yang menjadi pemimpin dari kelompok kriminal yang membuka waralaba kejahatan. Kisahnya menunjukkan penegak hukum yang harusnya melindungi dan menegakkan keadilan ironisnya malah terlibat, bahkan menjadi otak dari aksi kriminalitas.
2. Tentara hendak dikorbankan demi ambisi pribadi

Tentara adalah sosok pelindung warga sipil dan negara dari ancaman, terutama yang berasal dari pihak eksternal. Namun, ironis, musuh tentara di kasus terakhir Taxi Driver 3 malah atasan mereka sendiri. Sebagian jenderal dan komandan di sini dikisahkan bersekongkol untuk membunuh pasukan saat latihan. Tujuan mereka adalah menyalahkan pihak Korea Utara sehingga memicu perang. Dengan demikian, dekrit darurat militer bisa diterapkan dan mereka berkuasa di pemerintahan.
3. Oh Won Sang berlagak pahlawan, tapi mengorbankam warga sipil

Oh Won Sang (Kim Jong Soo) adalah villain utama di kasus terakhir Taxi Driver 3. Ia digambarkan sebagai mantan jenderal yang dipecat secara tidak hormat, tapi berlagak bersikap terhormat dan menyebut rencana jahatnya adalah demi negara. Namun, di balik itu, ia merupakan sosok ambisius yang bisa mengorbankan sesama tentara, dan bahkan warga sipil untuk mewujudkan ambisi pribadinya.
4. Kang Ju Ri menjebak calon idol karena kariernya hancur

Kang Ju Ri (Jang Nara) merupakan CEO agensi Yellowstar Entertainment. Ia dulu sempat menjadi idol. Namun, kariernya hancur saat ia terjatuh dari panggung di hari debutnya lalu salah satu kakinya harus diamputasi. Ia mengetahui rasanya berjuang meraih impian dan pahitnya kegagalan. Namun, ironisnya, ia menghancurkan mimpi para trainee muda yang ingin menjadi idol sehingga mereka merasakan kehancuran yang dulu ia rasakan.
5. Kemajuan digital dijadikan celah bagi aksi kejahatan

Kemajuan teknologi dan dunia digital bertujuan untuk membantu manusia. Namun, ironis, ada saja pihak jahat yang mengambil kesempatan dengan melakukan kejahatan berbasis digital. Hal ini pula yang disoroti dalam Taxi Driver 3. Kasus-kasus kriminal di musim ini banyak berkaitan dengan internet, seperti judol hingga penipuan.
Drakor Taxi Driver 3 tidak hanya seru, tapi juga membahas berbagai ironi berkaitan dengan beragam isu sosial. Mulai dari soal gagalnya penegakan hukum akibat ulah oknum hingga masalah maraknya kejahatan digital yang meresahkan masyarakat.


















