5 Karakter Tampak Mencurigakan di Drakor Bloody Flower, Siapa Saja?

- Drakor Bloody Flower menampilkan sejumlah karakter dengan perilaku mencurigakan, memunculkan ketegangan dan misteri di setiap adegan yang membuat penonton terus menebak motif tersembunyi mereka.
- Kecurigaan muncul dari tokoh-tokoh seperti Chae Jeong Soo, Prof. Han Sang Ho, hingga Kepala Jaksa Oh Hyun Deuk yang terlibat dalam kasus medis dan hukum penuh kejanggalan.
- Hubungan antara institusi medis, pejabat hukum, dan politik memperlihatkan pola keputusan tidak transparan yang mengindikasikan adanya kepentingan tersembunyi di balik konflik utama cerita.
Dalam drakor Bloody Flower, beberapa karakter digambarkan memiliki sikap dan tindakan yang menimbulkan tanda tanya. Tidak semua tokoh menunjukkan niat mereka secara terbuka, sehingga penonton harus memperhatikan detail kecil dalam setiap adegan. Hal ini membuat alur cerita terasa penuh ketegangan dan tidak mudah ditebak.
Kecurigaan muncul dari keputusan yang tidak konsisten, perubahan sikap yang tiba-tiba, hingga keterlibatan dalam peristiwa penting di balik layar. Beberapa karakter tampak menyimpan informasi yang tidak mereka ungkapkan di persidangan. Kondisi ini membuat konflik semakin berkembang dan memperluas arah penyelidikan dalam cerita. Berikut karakter yang terlihat mencurigakan di drakor Bloody Flower.
1. Ketua Medical Centre Chaeum, Chae Jeong Soo (Kwon Soo Hyun)

Chae Jeong Soo memiliki ambisi besar untuk mengembangkan obat dari darah Lee Woo Gyeom (Ryeo Un). Ia memfasilitasi penelitian dengan menyediakan dana, laboratorium, dan akses pasien untuk uji coba. Dukungan penuh ini membuat Medical Centre Chaeum menjadi pusat utama pengembangan terapi tersebut.
Namun, langkah tersebut menimbulkan pertanyaan tentang motif sebenarnya di balik proyek itu. Riwayat dugaan kasus malpraktik yang pernah melibatkan Chaeum memperkuat kecurigaan publik. Hal ini memberi kesan bahwa ada kepentingan bisnis dan perlindungan institusi yang belum terungkap.
2. Prof. Han Sang Ho (Seung Eui Yeol)

Prof. Han Sang Ho pernah melakukan malpraktik eksperimen pengobatan tanpa izin wali pasien. Tindakan tersebut termasuk pelanggaran serius dalam etika dan hukum medis. Kasus ini sempat menimbulkan kontroversi di lingkungan rumah sakit. Selain itu, Prof Han memiliki hubungan dengan Lee Wo Gyeom yang belum terungkap apa keterkaitan keduanya.
Meskipun pelanggarannya berat, proses hukumnya ditangguhkan karena alasan kurangnya bukti. Keputusan itu dianggap tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan. Situasi ini memunculkan dugaan adanya perlindungan dari pihak yang memiliki pengaruh.
3. Kepala Jaksa Oh Hyun Deuk (Ri Woo Jin)

Oh Hyun Deuk menangani beberapa kasus besar yang berkaitan dengan Medical Centre Chaeum. Dalam sejumlah perkara, penyelidikan berakhir dengan penangguhan proses hukum. Alasan yang digunakan adalah kurangnya bukti untuk melanjutkan kasus.
Pola keputusan tersebut terjadi lebih dari satu kali dalam kasus yang serupa. Hal ini menimbulkan kecurigaan tentang kemungkinan adanya hubungan dengan pihak rumah sakit. Sikapnya dinilai tidak sepenuhnya independen dalam menangani perkara.
4. Anggota Dewan Baek Sang Hwa (Park Ji Il)

Baek Sang Hwa diketahui mendapat dukungan dari Medical Centre Chaeum dalam perjalanan politiknya. Dukungan tersebut membantunya memperoleh posisi sebagai anggota dewan. Hubungan ini menunjukkan adanya kedekatan antara dirinya dan pihak rumah sakit.
Sebelum menjabat, ia juga terlibat dalam keputusan penangguhan kasus-kasus terkait Chaeum. Riwayat tersebut menimbulkan pertanyaan tentang objektivitasnya dalam mengambil sikap. Kedekatan ini memberi kesan adanya kepentingan timbal balik.
5. Detektif Polisi Gong Min Chul (Ko Kyu Pil)

Detektif Gong Min Chul pernah menangani laporan yang melibatkan Medical Centre Chaeum. Namun, sejumlah kasus tersebut dihentikan sebelum prosesnya berjalan lebih jauh. Penutupan dilakukan dengan alasan kurangnya bukti atau kendala penyidikan. Selain itu Ia juga menangani kasus kematian ibu Lee Wo Gyeom yang disebutkan kena serangan jantung, namun kasusnya cepat ditutup dan tanpa penyelidikan lebih lanjut.
Pola penghentian yang berulang membuat publik mempertanyakan transparansi penanganan kasus. Tidak ada penjelasan rinci yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini menimbulkan kesan adanya campur tangan dari pihak berkepentingan.
Rangkaian keterkaitan antara para karakter tersebut menunjukkan bahwa kasus ini tidak berdiri sendiri. Ada pola keputusan dan hubungan yang menimbulkan kecurigaan terhadap independensi proses hukum dan medis. Situasi ini membuat dugaan adanya kepentingan tersembunyi semakin kuat dan memperluas arah penyelidikan.


















