6 Keistimewaan Klub Menggambar yang Ada di Drakor Spirit Fingers

Spirit Fingers yang mengangkat genre komedi-romantis berhasil mengambil hati penggemar drakor dengan empat episode perdananya. Pertemuan klub menggambar bernama Spirit Fingers yang dibentuk oleh dua sahabat yaitu Nam Geu Rin (Park Yoo Na) dan Koo Seon Ho (Choi Bo Min) menjadi salah satu daya tarik utama. Sebab, klub ini begitu unik, istimewa, sekaligus hangat.
Song U Yeon (Park Ji Hu) yang masuk sebagai anggota baru jadi pemandu para penonton untuk mengenal lebih jauh seputar klub Spirit Fingers. Meski awalnya terkesan seperti klub yang berisi orang-orang aneh, Song U Yeon menyadari bahwa prasangka itu salah total. Sebab, klub Spirit Fingers justru lebih istimewa dari yang dibayangkan. Berikut adalah enam keistimewaannya.
1. Keahlian menggambar tidak diutamakan

Spirit Fingers adalah sebuah klub yang dibentuk untuk menyalurkan kecintaan terhadap gambar sketsa. Nam Geu Rin dan Koo Seon Ho yang memang suka menggambar tidak membatasi klub ini hanya untuk orang-orang yang ahli menggambar. Siapa pun yang suka menggambar boleh bergabung meski tidak memahami dasarnya sekali pun.
2. Tidak masalah dengan latar belakang yang berbeda

Termasuk Nam Geu Rin dan Koo Seon Ho yang merupakan pendirinya, klub Spirit Fingers kini sudah punya delapan anggota. Latar belakang para anggota di sini sangat beragam. Rentang usia mereka pun begitu luas, mulai dari anak SMA yang masih belasan tahun hingga pekerja kantoran 40 tahunan. Meskipun begitu, mereka semua dapat berbaur dan menciptakan suasana yang menyenangkan setiap bertemu.
3. Memberi ruang untuk berkembang bersama

Seperti yang disebut sebelumnya, klub Spirit Fingers tidak mengutamakan keahlian dalam menggambar. Semua anggota diberi ruang untuk tumbuh bersama asalkan mereka menjalani kegiatan klub dengan nyaman. Tidak ada yang menghakimi walaupun style gambar mereka berbeda-beda.
Song U Yeon yang di awal masih malu untuk memperlihatkan gambarannya dihibur oleh anggota lain. Mereka pun bisa karena sudah terbiasa. Dari yang mulanya hanya mampu menggambar satu garis, tangan mereka kemudian jadi semakin luwes seiring berjalannya waktu.
4. Konsep pertemuan yang gak membosankan setiap minggu

Pertemuan klub Spirit Fingers diadakan setiap hari Minggu. Salah satu alasan yang membuat pertemuan mereka tidak pernah membosankan adalah karena konsep yang ditentukan. Para anggota diharuskan berdandan sesuai konsep yang sekaligus akan menjadi tema gambaran mereka.
Tradisi ini membuat suasana klub jadi gak monoton. Konsep ditentukan lewat diskusi secara bebas di grup obrolan. Terkadang salah satu anggota yang ditugaskan untuk memikirkan konsep keseluruhan grup di minggu tertentu. Beberapa konsep yang sudah pernah digunakan antara lain murid SMA, sageuk, hingga girl crush.
5. Hanya menyebarkan energi positif untuk satu sama lain

Kenyamanan adalah kunci kelancaran kegiatan klub. Oleh karena itu, semua anggota hanya menyebarkan energi positif untuk satu sama lain. Misalnya dalam hal menggambar, mereka akan lebih menyoroti perkembangan atau kekuatan yang dimiliki anggota lain.
Anggota Spirit Fingers juga tidak mau ada pertengkaran di dalam klub. Jika ada yang bertengkar, anggota lain akan memberikan kesempatan pada pihak yang berselisih untuk berbaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan kegiatan klub. Kalau tidak seperti itu, suasana klub secara keseluruhan pasti akan rusak.
6. Setiap anggota memiliki kesempatan untuk jadi sorotan

Kegiatan para anggota Spirit Fingers tidak hanya menggambar. Satu per satu juga berkesempatan untuk jadi model. Mereka akan menjadi sorotan selama kurang lebih tiga menit. Tidak ada tuntutan apa pun, mereka bebas melakukan pose apa pun yang nanti akan digambar oleh anggota lainnya.
Kegiatan tersebut secara tak langsung menjadi sarana untuk meningkatkan rasa percaya diri setiap anggota klub Spirit Fingers. Perkembangan Song U Yeon adalah buktinya. Anak yang dulu tak suka sesi presentasi karena semua mata tertuju padanya, kini sudah bisa melakukan pose nyeleneh tanpa rasa malu.
Klub Spirit Fingers bukan perkumpulan biasa. Mereka suportif ketika anggota lain kehilangan kepercayaan diri. Klub ini pun jadi rumah yang nyaman dan istimewa secara tidak terduga dalam kehidupan Song U Yeon di Spirit Fingers.



















