Kenapa Keluarga Bisa jadi Tempat Ancaman di Pro Bono?

- Munculnya kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan terjadi di balik pintu rumah, seperti yang dialami Song Ji Hye.
- Ketidakseimbangan kekuatan dan kontrol. Orangtua Ji Hye memberikan jaminan hidup, tetapi paman dan bibinya memanfaatkannya.
- Eksploitasi anak. Elijah dimanfaatkan ibunya untuk popularitasnya tanpa dibayar secara layak.
Kasus Elijah (Jung Ji So) dan Song Ji Hye (Baek Seung Yeon) menyadarkan masyarakat jika keluarga yang seharusnya menjadi tempat aman bagi individu, bisa jadi sebuah tempat penuh ancaman di drakor Pro Bono (2025). Sayangnya, hukum yang diperjuangkan untuk menjadi pagar keamanan bagi individu dalam negeri tersebut harus kandas karena hubungan keluarga.
Dalam kasus keduanya, para pelaku harus dibebaskan karena pengadilan gak bisa memberikan hukuman pada keluarga Elijah dan paman Song Ji Hye. Dalam ketentuan perundang-undangan, keduanya gak bisa diadili hanya karena status keluarga yang tinggal bersama. Sayangnya, kondisi ini malah memperburuk penegakan hukum dan keamanan individu dalam unit terkecil di masyarakat. Lalu, kenapa kemungkinan ini bisa muncul dan menjadi tempat ancaman di drakor Pro Bono?
Peringatan, artikel ini mengandung spoiler.
1. Munculnya kekerasan dalam rumah tangga

Gak semua manusia punya rasa tanggung jawab dan pikiran waras untuk menjadi seorang keluarga yang bisa mengayomi dan menciptakan keamanan. Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai kasus kekerasan yang terjadi di balik pintu rumah masing-masing. Kondisi ini juga dialami langsung oleh Song Ji Hye selama tinggal bersama pamannya.
Song Ji Hye merupakan anak disabilitas intelektual. Kedua orangtuanya meninggal dunia sehingga membuatnya harus tinggal bersama paman dan bibinya. Sayangnya, kedua orang ini gak memberikan hak dan kewajiban Song Ji Hye secara adil. Mereka memaksa Ji Hye untuk bekerja di luar rumah dan menghasilkan uang yang telah ditargetkan.
Sayangnya, Song Ji Hye harus menjadi korban kekerasan ketika dirinya gak berhasil mendapatkan uang sesuai dengan target paman dan bibinya. Dia bahkan dipaksa untuk hidup di jalanan ketika hal ini terjadi.
2. Ketidakseimbangan kekuatan dan kontrol

Sekalipun menjadi yatim piatu, orangtua Ji Hye memberikan berbagai uang jaminan dan kesehatan untuk anaknya. Mereka sadar jika Ji Hye gak punya kemampuan layaknya manusia normal untuk mendapatkan penghasilan dan bertahan hidup. Makanya, keduanya memberikan modal yang sangat mencukupi untuk anaknya bertahan hidup.
Sayangnya, Song Ji Hye gak punya kemampuan yang cukup baik untuk menangkap segala hak yang telah diberikan kedua orangtuanya. Kondisi ini membuat paman dan bibinya memanfaatkan segala keuntungan Ji Hye untuk diri mereka sendiri. Pada akhirnya, Ji Hye gak mendapatkan uang jaminan tersebut karena ketentuan pengadilan.
3. Eksploitasi anak

Seorang anak memang terlahir untuk mempercayakan sepenuhnya kepada kedua orangtua mereka. Mereka bahkan mempercayai hidupnya pada kedua orangtua. Sayangnya, gak semua orangtua bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab. Hal ini terjadi pada kehidupan Elijah bahkan hingga dewasa.
Elijah memasuki dunia hiburan sejak kecil. Dia merupakan anak yang dibesarkan oleh ibunya karena sang ayah menjadi pelaku kekerasan. Hal ini membuat Elijah sangat mempercayai ibunya karena dianggap sebagai pelindung satu-satunya.
Sayangnya, kepercayaan Elijah malah membuat ibunya bersikap semena-mena. Dia memanfaatkan popularitas anaknya untuk keuntungan semata. Elijah bahkan gak dibayar secara layak atas kerja kerasnya selama ini.
4. Konflik antar pribadi

Selain konflik dengan ibunya, kakak Elijah, Kim Ju Won (Yang Joon Myung), juga memanfaatkan profesinya sebagai direktur agensi Elijah untuk meraup keuntungan dengan besar. Dia menggunakan uang investasinya untuk membayar asuransi atas nama anak tunggalnya. Sayangnya, kejadian ini dianggap gak bisa diadili karena keduanya tinggal di satu rumah yang sama.
Kasus Elijah ini membuktikan bahwa gak semua orang mampu dan bertanggung jawab dengan status dan anaknya. Mereka bahkan gak malu untuk mengakui perbuatan buruknya di depan anaknya. Makanya, banyak kasus eksploitasi anak di dunia hiburan Korea Selatan.



















