3 Kesan Awal Jeong Nan Hee pada Sun Jae Gyu di Spring Fever

Di drakor Spring Fever, selama ini, Jeong Nan Hee mempercayakan hampir semua urusan yang berkaitan dengan Yoon Bom kepada Choi I Jun, terutama selama pria itu masih berada di Shinsu. Namun, ketenangannya langsung runtuh begitu mendengar kabar bahwa Yoon Bom kembali menjalin hubungan dengan seorang wali murid—sebuah situasi yang mengingatkannya pada kejadian serupa yang pernah terjadi di Seoul. Amarah dan rasa kecewa Jeong Nan Hee pun memuncak, apalagi setelah ia mengetahui fakta bahwa wali murid tersebut adalah musuh lama Choi I Jun, sosok yang disebut-sebut pernah membawa kabur uangnya hingga bertahun-tahun.
Kekhawatiran itu membuat Jeong Nan Hee yakin bahwa laki-laki yang dekat dengan Yoon Bom bukanlah pria sembarangan, dan besar kemungkinan menyimpan sisi berbahaya. Didorong oleh emosi dan rasa tidak percaya, Jeong Nan Hee akhirnya memutuskan untuk menyusul Yoon Bom ke Shinsu seorang diri, bahkan rela mengosongkan seluruh jadwalnya.
Namun, alih-alih langsung bertemu Yoon Bom, Jeong Nan Hee justru kesulitan menemukan alamat rumahnya hingga mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Di saat genting itulah, Sun Jae Gyu muncul dan menyelamatkannya dengan cara yang begitu heroik—meninggalkan kesan pertama yang sulit dilupakan di benak Jeong Nan Hee.
Berikut tiga kesan pertama Sun Jae Gyu di mata Jeong Nan Hee.
1. Sosok yang gagah dan sangat kuat

Tatapan pertama Jeong Nan Hee langsung tertuju pada postur Sun Jae Gyu yang tinggi dan kekar, dengan tubuh berotot yang memancarkan kesan maskulin. Ia bahkan sempat tercekat ketika melihat bagaimana Sun Jae Gyu dengan mudah mengangkat tubuhnya keluar dari mobil yang nyaris terguling.
Sepanjang hidupnya, Jeong Nan Hee merasa belum pernah bertemu pria dengan aura sekuat dan segagah itu. Tanpa ia sadari, rasa kagumnya tumbuh begitu cepat—padahal saat itu Jeong Nan Hee belum mengetahui bahwa pria yang menolongnya adalah sosok yang sedang menjalin hubungan dengan Yoon Bom.
2. Pria yang telah menyelamatkan nyawanya

Kecelakaan itu terjadi karena kesabaran Jeong Nan Hee yang menipis saat harus berkendara di belakang kendaraan berat yang berjalan sangat lambat. Keputusannya untuk mendahului justru berujung petaka, mobilnya oleng dan nyaris terguling ke sisi jalan. Dalam kondisi tersebut, sedikit saja pergerakan bisa membuat nyawanya melayang.
Kehadiran Sun Jae Gyu yang sigap menahan mobil dan mengeluarkan Jeong Nan Hee dari dalam kendaraan menjadi momen krusial yang menyelamatkan hidupnya. Bagi Jeong Nan Hee, pertolongan itu bukan sekadar kebetulan—ia merasa berutang nyawa kepada Sun Jae Gyu.
3. Pribadi yang baik hati dan penuh perhatian

Tak berhenti sampai di situ, kekaguman Jeong Nan Hee semakin bertambah setelah melihat sisi lembut Sun Jae Gyu. Pria itu dengan tulus menawarkan tempat tinggal sementara, memastikan kondisinya aman, bahkan memberinya makanan setelah mengetahui Jeong Nan Hee belum sempat makan. Perhatian kecil yang terasa begitu tulus itu membuat Jeong Nan Hee tak henti memuji kebaikannya. Saat melihat plakat penghargaan milik Sun Han Gyul yang tersusun rapi di rumah tersebut, Jeong Nan Hee semakin yakin bahwa Sun Jae Gyu adalah sosok yang bertanggung jawab dan memiliki nilai hidup yang kuat.
Pertemuan pertama Jeong Nan Hee dengan Sun Jae Gyu yang berawal dari insiden nyaris maut justru menjadi awal dari rasa kagum yang tak terduga. Di balik sikap waspada dan kecurigaannya terhadap pria yang dekat dengan Yoon Bom, Sun Jae Gyu meninggalkan kesan sebagai sosok yang kuat, tulus, dan penuh perhatian. Ironisnya, pria yang menyelamatkan nyawanya inilah yang kelak menjadi sosok paling membuat Jeong Nan Hee bimbang—antara logika yang menolak dan hati yang perlahan luluh.


















