Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
still cut drama Korea To My Beloved Thief
still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Intinya sih...

  • Ketika hukum yang dibela justru menyakiti rakyat

  • Dilema antara menangkap Gil Dong atau memahami alasannya

  • Benturan prinsip dengan empati pribadi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yi Yeol (Moon Sang Min) dikenal sebagai sosok yang tumbuh dalam sistem hukum dan nilai moral yang rapi di To My Beloved Thief. Sejak awal, ia meyakini bahwa hukum adalah satu-satunya jalan menuju keadilan, dan setiap pelanggaran harus ditindak tanpa kompromi. Keyakinan ini membentuknya menjadi pribadi rasional, tegas, dan nyaris tanpa celah emosional.

Namun, pertemuannya dengan realitas di luar istana, terutama lewat Hong Eun Jo (Nam Ji Hyun) yang tak lain adalah Hong Gil Dong, perlahan meruntuhkan pandangan hitam-putih tersebut. Yi Yeol mulai menyadari bahwa keadilan tidak selalu berjalan seiring dengan legalitas, dan kesadaran itu memunculkan konflik batin Yi Yeol tentang keadilan di To My Beloved Thief.

1. Ketika hukum yang dibela justru menyakiti rakyat

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Konflik pertama Yi Yeol muncul saat ia melihat langsung bagaimana hukum yang ia junjung tinggi justru menjadi alat penindasan. Aturan yang seharusnya melindungi rakyat kecil malah dipelintir untuk mengamankan kepentingan elite.

Yi Yeol berada di persimpangan sulit, tetap membela hukum demi stabilitas, atau mengakui bahwa sistem yang ia percayai telah gagal. Kesadaran ini menimbulkan kegelisahan mendalam, karena berarti seluruh hidupnya dibangun di atas fondasi yang rapuh.

2. Dilema antara menangkap Gil Dong atau memahami alasannya

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Sebagai penegak hukum, Yi Yeol seharusnya memburu Hong Gil Dong tanpa ragu. Namun, setiap kali ia memahami motif di balik aksi pencurian tersebut, hatinya justru semakin bimbang.

Ia melihat bahwa Hong Gil Dong melanggar hukum demi mengembalikan keadilan yang dirampas penguasa. Konflik batin ini membuat Yi Yeol bertanya pada dirinya sendiri, apakah menangkap seseorang yang membela rakyat justru berarti mengkhianati makna keadilan itu sendiri?

3. Benturan prinsip dengan empati pribadi

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Yi Yeol dibesarkan untuk mengendalikan emosi dan mengutamakan logika. Namun, empatinya terhadap penderitaan rakyat kecil dan Hong Eun Jo tumbuh tanpa bisa ia cegah. Setiap kali empati itu muncul, prinsip-prinsip lamanya terasa goyah.

Ia sadar bahwa terlalu mengikuti perasaan bisa menghancurkan tatanan hukum, tetapi menekan empati justru membuatnya kehilangan sisi kemanusiaan. Konflik ini menjadikannya pribadi yang semakin sunyi, karena tidak ada jawaban yang benar-benar menenangkan.

4. Ketakutan akan kehilangan identitas diri

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Menyadari bahwa keadilan tidak selalu legal membuat Yi Yeol takut kehilangan jati dirinya. Selama ini, ia mendefinisikan diri sebagai orang yang berdiri di sisi hukum dan kebenaran. Ketika dua hal itu tidak lagi sejalan, Yi Yeol merasa seolah kehilangan pijakan hidup.

Ia bukan hanya mempertanyakan sistem, tetapi juga mempertanyakan siapa dirinya tanpa keyakinan yang selama ini ia pegang. Konflik batin ini membuat Yi Yeol lebih pendiam dan berhati-hati dalam setiap langkah.

5. Pilihan antara mengubah sistem atau tetap setia pada aturan

still cut drama Korea To My Beloved Thief (instagram.com/kbsdrama)

Konflik terbesar Yi Yeol terletak pada pilihan jangka panjang: menerima sistem apa adanya atau mencoba mengubahnya dari dalam. Ia tahu perubahan tidak bisa dilakukan dengan cepat tanpa menimbulkan kekacauan, tetapi membiarkan ketidakadilan terus berlangsung terasa sama menyakitkannya.

Setiap pilihan memiliki konsekuensi moral yang berat. Yi Yeol menyadari bahwa apa pun keputusannya, ia akan kehilangan sesuatu, entah itu prinsip lama, kedamaian batin, atau orang-orang yang ia pedulikan.

Kelima konflik batin Yi Yeol tentang keadilan di To My Beloved Thief menjadikannya salah satu karakter paling manusiawi di drakor tersebut. Ia tidak digambarkan sebagai pahlawan sempurna, melainkan sebagai seseorang yang terus bergulat dengan pertanyaan moral tanpa jawaban mudah. Pergulatan ini membuat perjalanannya terasa relevan dan emosional, karena mencerminkan dilema nyata antara hukum dan keadilan. Melalui Yi Yeol, To My Beloved Thief menunjukkan bahwa kesadaran moral sering kali lahir dari kegelisahan, dan bahwa memahami keadilan sejati berarti berani mempertanyakan aturan yang selama ini dianggap mutlak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team