Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kritik terhadap Drakor Perfect Crown, Akting Pemain Juga Kena!

3 Kritik terhadap Drakor Perfect Crown, Akting Pemain Juga Kena!
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/DisneyPlusKR)
Intinya Sih
  • Akting Byeon Woo Seok dikritik karena pelafalan dialog kurang jelas dan ekspresi emosionalnya dianggap tidak seimbang dibanding lawan mainnya, terutama dalam adegan serius bersama Gong Seung Yeon.
  • Penonton menyoroti keputusan tim produksi yang tidak menggunakan aktor lebih muda untuk versi sekolah para karakter, membuat perbedaan usia 16 tahun terasa tidak realistis di layar.
  • Konsep monarki konstitusional dalam Perfect Crown dinilai ambigu karena masih menampilkan ketimpangan sosial dan ketakutan rakyat terhadap bangsawan, bertolak belakang dengan latar modern yang diusung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Drakor Perfect Crown sukses menjadi perbincangan bahkan sebelum episode pertamanya tayang. Comeback IU dan Byeon Woo Seok tentang pasangan kerajaan era modern ini memang begitu dinantikan penggemar. Tak heran, dua episode awalnya berhasil meraih rating tinggi.

Meski viral dan menuai banyak pujian, ada beberapa kritik yang diarahkan pada drakor yang mengusung genre romcom yang turut dibintangi Gong Seung Yeon dan Noh Sang Hyun ini. Apa saja kritik terhadap drakor Perfect Crown? Berikut tiga di antaranya.

1. Akting dan pelafalan dialog Byeon Woo Seok

Byeon Woo Seok di Perfect Crown
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Dalam drakor Perfect Crown, karakter Pangeran Agung Ian yang diperankan Byeon Woo Seok merupakan anggota inti keluarga kerajaan sekaligus kerabat terdekat dari tiga raja yang naik takhta. Mulai dari ayah, kakak, hingga keponakannya yang masih kecil. Dengan kata lain, Pangeran Agung Ian adalah aristokrat sejati.

Penampilan Byeon Woo Seok di awal drakor ini, sayangnya, dianggap kurang mewakili sisi kebangsawanan seorang pangeran agung. Sebagian warganet menilai pelafalan dialog Byeon Woo Seok kurang memuaskan dan tidak sejelas lawan mainnya, terutama yang memerankan keluarga dalam di istana.

Micro-expression Byeon Woo Seok di beberapa adegan juga tidak tersampaikan dengan baik. Khususnya, saat adegan dengan suasana serius, menegangkan, dan menggambarkan konflik batin. Aktingnya dikritik kebanting dengan akting Gong Seung Yeon, pemeran Ibu Suri Yoon Yi Rang, saat mereka ada dalam satu adegan.

2. Karakter saat era sekolah tidak diperankan artis lain yang lebih muda

Byeon Woo Seok di Perfect Crown
Byeon Woo Seok di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Selain masa kini, drakor Perfect Crown menampilkan cerita flashback saat karakter-karakter utama masih bersekolah di Akademi Kerajaan Korea. Interaksi mereka di era ini berkaitan dengan hubungan mereka sekarang. Di masa ini pula, Pangeran Agung Ian dikisahkan bertemu pertama kali dengan Seong Hui Ju (IU) dalam satu momen yang berkesan.

Adegan-adegan di masa sekolah ini sebetulnya cuma kilas balik sebab cerita akan fokus ke waktu sekarang. Namun, kritik ditujukan terhadap tim produksi sebab tidak merekrut aktor dan aktris berbeda yang usianya lebih muda untuk memerankan karakter-karakter ini. Keempat pemeran utamanya juga memerankan versi muda karakter mereka. Padahal kisah saat sekolah terjadi di tahun 2009. Dengan jarak waktu 16 tahun kemudian, wajah karakter versi remaja dan dewasa jadi sama serta tidak berubah.

3. Konsep monarki konstitusional yang ambigu

poster drama Perfect Crown
poster drama Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Drakor Perfect Crown mengisahkan kerajaan era modern di mana Korea merupakan negara monarki konstitusional. Disebutkan raja dianggap sebagai pemimpin yang sekadar simbolis dan seremonial dan fokus melestarikan kebudayaan, sementara sektor pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri.

Masalahnya, sistem monarki dalam drakor ini tidak jelas. Di satu sisi, peran raja dikatakan tidak seberkuasa di era Dinasti Joseon. Namun, ada banyak dialog yang menyoroti ketakutan orang biasa akan dihukum sebab dinilai menyinggung anggota keluarga kerajaan, bahkan saat mereka berbincang secara kasual tanpa nada hinaan.

Selain itu, pembagian kelas sosial berdasarkan kelahiran tidak mencerminkan sudut pandang modern dan sama saja seperti di masa lalu. Orang-orang terbagi menjadi bangsawan atau rakyat jelata. Para bangsawan ini juga bersikap angkuh dan menganggap rendah orang biasa. Tingkah mereka seperti dalam drakor sageuk meski latar drakor ini adalah masa sekarang.

Kisah cinta Pangeran Agung Ian dan Seong Hui Ju si pewaris kaya jadi poin menarik dalam drakor Perfect Crown. Sayangnya, ada kritik yang diarahkan terhadap drakor ini. Khususnya, berkaitan dengan detail-detail tertentu dalam cerita dan adegan hingga inkonsistensi akting salah satu pemeran utama. Bagaimana menurut kamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us