Mengapa Kebaikan Seon Jae Gyu Sering Disalahpahami di Spring Fever?

Karakter Seon Jae Gyu yang diperankan Ahn Bo Hyun di Spring Fever sangatlah unik. Ia punya penampilan yang menyeramkan, badan besar, ada tato palsunya, tapi karakternya justru pria yang hangat dan tulus.
Hal ini bikin Jae Gyu terus disalahpahami, meski sebenarnya ia tak pernah berniat berbuat jahat. Setiap ia disalahpahami pun, Jae Gyu tak berusaha membela dirinya. Ketika orang menganggap dia salah, Jae Gyu tak ambil pusing dan mengkonfrontasi.
Kira-kira, mengapa ya Jae Gyu sering disalahpahami meski sebenarnya ia baik dan tulus? Yuk, simak tiga alasannya berikut ini. Menarik dibahas!
1. Penampilan fisik yang terlalu intimidatif

Jae Gyu memang punya tubuh besar, wajah keras jarang senyum, rahang tegas, dan tatapan yang tajam. Bahkan, ia memakai sarung tato di sebelah tangannya, ditambah pula nada bicaranya yang penuh dialek dan terdengar galak.
Penampilan yang intimidatif ini sering masyarakat kaitkan dengan orang yang penuh bahaya, kekerasan, dan jahat. Orang yang baru melihatnya sudah keburu pasang tembok, karena meski Jae Gyu cuma berdiri diam, auranya sudah bikin orang mundur.
Makanya, belum ia berbuat apa-apa, orang-orang sudah menganggap Jae Gyu salah terus. Semua kebaikannya tampak abu-abu, seolah-olah ia tak pantas berbuat baik.
2. Cara berpikir yang terlalu lurus dan definitif

Jae Gyu adalah sosok pria yang cara berpikirnya definitif. Kalau salah, ya salah. Kalau benar, semuanya benar. Bukan karena dia terlalu polos, tapi karena cara berpikirnya ini dibentuk oleh hidup yang keras dan penuh tanggung jawab sejak muda.
Dunia tidak memberinya pilihan untuk ragu-ragu, bimbang, atau bermain aman. Ia belajar bahwa dalam hidup, keputusan harus tegas, sikap harus jelas, dan tindakan harus nyata.
Sayangnya, hal ini tidak sejalan di dunia nyata. Masalahnya, dunia sosial tidak berjalan dengan kejujuran semacam itu. Dunia penuh dengan basa-basi, senyum palsu, makanya cara berpikir Jae Gyu yang definitif ini bikin dia tampak kasar.
3. Jae Gyu tunjukkan kepedulian lewat tindakan, bukan kata

Jae Gyu tidak dibesarkan dalam keluarga yang mengajarkan cara mengungkapkan emosi lewat kata-kata. Ia belajar mencintai lewat kerja, lewat tanggung jawab, lewat pengorbanan.
Dan karena ia tidak pernah mengumumkan kebaikannya, orang luar melihatnya hanya sebagai pria kasar yang suka ribut dan melabrak. Mereka tidak melihat tangan yang bekerja diam-diam, malam yang dihabiskan untuk menjaga keponakannya.
Bagi dunia, ia tampak seperti preman. Namun, bagi orang-orang tersayangnya, ia adalah sosok pria yang penuh dengan kepedulian.
Dalam Spring Fever, Seon Jae Gyu bukan pria yang tidak tahu cara mencintai. Ia hanya mencintai dengan bahasa yang tidak semua orang mengerti. Tidak semua orang bisa memahaminya, kecuali mereka yang benar-benar mau mendengarkannya.


















