Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Publik Berbalik Mendukung Lee Woo Gyeom di Bloody Flower?

Mengapa Publik Berbalik Mendukung Lee Woo Gyeom di Bloody Flower?
still cut drakor Bloody Flower (x.com/Viu_ID)

Lee Woo Gyeom (Ryeo Un) merupakan karakter pembunuh berantai di drakor Bloody Flower. Total korbannya sampai 17 orang sebelum ditangkap oleh polisi. Masyarakat pun resah hingga mereka mendesak pengadilan untuk memberi hukuman mati pada Lee Woo Gyeom.

Namun, opini publik mulai mengalami pergeseran begitu sidang demi sidang dilaksanakan. Beberapa dari mereka malah berbalik mendukung Lee Woo Gyeom karena sejumlah alasan yang didukung bukti-bukti yang ditunjukkan dalam persidangan. Mengapa publik pada akhirnya mendukung Lee Woo Gyeom meski tahu berapa banyak jiwa yang melayang karena dirinya?

1. Target Lee Woo Gyeom adalah para kriminal

still cut drakor Bloody Flower
still cut drakor Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Publik awalnya mengetahui bahwa Lee Woo Gyeom telah merenggut nyawa 17 orang. Perilaku kejinya pun mendapat kecaman yang tak main-main hingga banyak orang yang berdemo di depan pengadilan. Saat itu masyarakat tidak tahu identitas korban Lee Woo Gyeom.

Keadaan mulai berubah usai informasi seputar korbannya terungkap. Orang yang ditargetkan oleh Lee Woo Gyeom punya satu kesamaan. Mereka adalah pelaku kriminal yang juga menganggu ketenangan masyarakat. Fakta ini pun sedikit mengubah pandangan negatif soal Lee Woo Gyeom.

2. Penelitian sudah selesai sehingga diyakini tak akan ada korban lagi

still cut drakor Bloody Flower
still cut drakor Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Lee Woo Gyeom mengaku membunuh para penjahat keji dengan tujuan yang jelas. Ia menggunakan tubuh mereka untuk melakukan penelitian. Penelitian tersebut ditujukan untuk menciptakan obat demi penderita penyakit parah.

Lee Woo Gyeom mengklaim bahwa ia tak akan melakukan pembunuhan lagi. Tujuan penelitiannya sudah tercapai sehingga ia tidak perlu melakukannya. Masyarakat menilai bahwa tidak ada salahnya untuk menguji kemampuan Lee Woo Gyeom karena klaim tersebut.

3. Obat penyembuh milik Lee Woo Gyeom diakui Asosiasi Darah Amerika

still cut Bloody Flower
still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Obat yang digunakan Lee Woo Gyeom adalah darahnya sendiri. Ia menyebut ada sel penyembuh di darahnya yang bermutasi. Dengan itulah ia menolong penderita penyakit parah yang disebut tidak punya harapan untuk sembuh.

Pengacara Lee Woo Gyeom yaitu Park Han Jun (Sung Dong Il) lalu memohon pendapat dari Asosiasi Darah Amerika untuk meneliti darahnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, obatnya diyakini telah menyembuhkan penyakit pasien yang hadir sebagai saksi. Oleh karena itu, pengadilan mengakui kalau motif kejahatannya adalah untuk penelitian.

4. Hakim dinilai terlalu condong pada pendapat Forensik Nasional

still cut Bloody Flower
still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Bukan cuma pihak pembela Lee Woo Gyeom yang mencari pernyataan ahli soal klaim obat penyembuh tersebut. Pihak kejaksaan juga memohon opini Forensik Nasional. Rupanya hasil yang didapat berbanding terbalik.

Hakim memang mengakui kalau motif Lee Woo Gyeom untuk penelitian demi menolong pasien penyakit parah. Akan tetapi, hakim condong pada pendapat Forensik Nasional sehingga Lee Woo Gyeom dijatuhi hukuman mati. Publik merasa tidak setuju dengan putusan yang lebih memerhatikan pendapat Forensik Nasional dibanding Asosiasi Darah Amerika.

5. Terbukti bisa menyembuhkan pasien lewat demonstrasi medis

still cut Bloody Flower
still cut Bloody Flower (dok. Disney+ Korea/Bloody Flower)

Usai permohonan demonstrasi medis yang diajukan pihak Lee Woo Gyeom ditolak, ia mencoba jalur lain. Dengan begitu, pengadilan tak punya pilihan selain menyetujuinya. Rencana sukses, akhirnya demonstrasi medis dilakukan.

Kemampuan Lee Woo Gyeom pun bisa dibuktikan ke publik. Pendapat mereka akhirnya terpecah belah. Bukti bahwa Lee Woo Gyeom bisa menyembuhkan penyakit parah membuat publik mulai melupakan pembunuhan kejam yang ia lakukan terhadap 17 orang.

6. Lee Woo Gyeom jadi satu-satunya harapan pasien dengan penyakit tak tersembuhkan

still cut drakor Bloody Flower
still cut drakor Bloody Flower (x.com/Viu_ID)

Keberhasilan demonstrasi medis Lee Woo Gyeom juga memberi harapan baru. Bagi keluarga para pasien yang menderita penyakit parah, ia menjadi satu-satunya harapan yang tersisa. Begitu pula bagi Pengacara Park Han Jun yang menginginkan pengobatan dari Lee Woo Gyeom untuk putrinya. Sebab, pengobatan biasa sudah tidak dapat menyembuhkan penyakitnya.

Opini publik terhadap Lee Woo Gyeom dalam cerita Bloody Flower berubah di tengah jalan. Bukti-bukti yang diajukan berhasil membuat publik dilema. Pada akhirnya, metode pengobatannya pun dinantikan oleh mereka yang awalnya tidak punya harapan untuk sembuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Korea

See More

3 Proyek Jeno dan Jaemin NCT pada Tahun 2026, Ada Drakor!

26 Feb 2026, 10:19 WIBKorea