7 Pandangan Eun Ho tentang Manusia di No Tail to Tell, Terlalu Rapuh!

Episode perdana No Tail to Tell (2026) menghadirkan cerita pembuka yang langsung mencuri perhatian. Eun Ho (Kim Hye Yoon) diperkenalkan sebagai seorang gumiho yang telah hidup selama ratusan tahun. Melintasi generasi demi generasi, ia menyaksikan hampir seluruh fase kehidupan manusia, dari masa ke masa.
Meski telah lama hidup berdampingan dengan manusia, Eun Ho memiliki prinsip yang tak mudah goyah. Berbeda dari kisah gumiho dalam cerita fiksi pada umumnya yang menerima takdir untuk menjadi manusia, Eun Ho justru bertekad mempertahankan jati dirinya sebagai makhluk abadi. Berikut tujuh pandangan Eun Ho tentang kehidupan manusia yang membuatnya enggan menjalani hidup sebagai manusia.
1. Menurut Eun Ho, kehidupan manusia bagaikan berenang di lautan penderitaan. Sejak dilahirkan, hidup manusia nyaris tak pernah benar-benar damai

2. Hidup dipandang sebagai persaingan tanpa akhir, untuk naik ke atas, seseorang harus menjatuhkan orang lain dan ini bak roda yang tak pernah putus

3. Manusia tak pernah benar-benar tenang, karena kebahagiaan bagi mereka hanyalah ilusi sementara yang selalu diikuti oleh keinginan baru

4. Bagi Eun Ho, menjadi manusia itu ribet, sebab hidup mereka dipenuhi aturan, ambisi, dan pilihan-pilihan yang kerap berujung pada stres

5. Terlalu banyak merasa. Menurut Eun Ho, manusia mudah terikat pada cinta, penyesalan, dan rasa bersalah, sesuatu yang selalu ia hindari

6. Manusia juga dianggap terlalu lemah. Mereka bisa sangat rapuh di momen tertentu, namun berubah menjadi keji saat ambisi mengambil alih

7. Pada akhirnya, setelah mendapatkan semua keinginan pun, manusia tetap akan mati. Lantas, untuk apa berambisi sedemikian rupa?

Itulah pandangan Eun Ho tentang kehidupan manusia dalam drakor No Tail to Tell. Singkatnya, bagi Eun Ho, manusia adalah makhluk paling kompleks dan rumit. Meski begitu, ia tetap menikmati hidupnya di tengah emosi dan dinamika manusia-manusia ini, sesuatu yang justru membuatnya terus bertahan di dunia mereka.
















