5 Pelajaran Hidup dari Drakor Cashero, Gunakan Uang dengan Bijak!

Tayang perdana pada Jumat (26/12/2025) lalu, drama Korea Cashero langsung menjadi trending di platform streaming Netflix. Drakor ini mengisahkan tentang Kang Sang Ung (Lee Jun Ho), manusia super yang menghadapi struggle antara menyembunyikan kekuatannya agar bisa hidup hemat atau menghabiskan uang agar kekuatannya aktif dan bisa membantu orang lain.
Drakor ini menyelipkan banyak pelajaran hidup yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Cashero menegaskan bahwa uang seharusnya menjadi alat, bukan tujuan utama dalam hidup. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah sejumlah pelajaran hidup dari drakor Cashero.
Perhatian, artikel ini mengandung spoiler.
1. Uang hanyalah alat, bukan penentu nilai kemanusiaan

Di drama ini, Kang Sang Ung bisa menjadi sosok yang tak terkalahkan apabila dalam genggamannya ada uang. Semakin banyak uang yang ia habiskan, semakin meningkat pula kekuatannya. Awalnya, Kang Sang Ung gak mau menggunakan kekuatan super yang ia miliki sebab ia sedang menabung untuk membeli rumah.
Namun, melihat orang-orang di sekitarnya sering terancam bahaya, termasuk pacarnya sendiri yang bernama Kim Min Suk (Kim Hye Jun), ia pun gak memikirkan lagi sebanyak apapun uang yang dihabiskannya. Ia rela menghabiskan uangnya untuk bisa menolong orang lain.
2. Pahlawan sejati adalah mereka yang berani berkorban

Kang Sang Ung sempat ingin menjual kekuatannya kepada Jo Won Do (Kim Eui Sung). Kekuatannya ditaksir mencapai miliaran, jauh lebih mahal dibandingkan manusia super lainnya. Namun, ia sadar bahwa semua itu hanya akal-akalan Jo Won Do dan Jo Anna (Kang Han Na) saja.
Kekuatannya merupakan warisan yang harus digunakan untuk kebaikan. Ia rela finansialnya makin melemah gara-gara ia terlalu sering membantu orang lain. Ketika uangnya menipis saat melawan Jo Nathan (Lee Chae Min), ia gak menyerah. Dengan uang yang tersisa, ia tetap bangkit karena gak mau orang-orang di sekitarnya terluka. Baginya, ada kepuasan tersendiri di hatinya saat ia berhasil membantu orang lain.
3. Kekayaan tanpa empati adalah racun

Karakter Jo Nathan menjadi bukti nyata bahwa kekayaan bisa menjadi sesuatu yang mematikan rasa empati apabila tidak dimanfaatkan dengan semestinya. Di drama ini, ia ingin mengedarkan obat generik yang mengakibatkan pemakainya berperilaku abnormal. Jo Nathan gak memikirkan konsekuensi yang harus ditanggung banyak orang atas tindakannya itu. Baginya, yang terpenting adalah meraup keuntungan yang besar tak peduli ada orang lain yang terkena dampak buruknya.
4. Prinsip hidup seharusnya gak dipengaruhi oleh uang

Meskipun sadar bahwa kekuatannya hanya akan aktif jika menghabiskan uang dan ia sendiri membutuhkan banyak uang untuk menyambung hidup, Kang Sang Ung gak pernah memilih-milih orang yang akan ia tolong. Hati nuraninya tergerak sendiri apabila ada orang yang membutuhkan pertolongannya.
Hal tersebut berkebalikan dengan Jo Nathan yang menjadi budak dari ambisinya sendiri. Ia mengincar kekuatan Kang Sang Ung karena kekuatan tersebut akan makin besar selagi ia punya uang. Saat berkali-kali gagal menangkap Kang Sang Ung hingga terluka parah, ia nekat mengambil semua ekstrak kekuatan super yang masih tersisa di laboratoriumnya dengan tujuan mengalahkan Kang Sang Ung.
5. Bahagia adalah ketika merasa syukur atas apa yang dimiliki

Jo Nathan gak pernah merasa puas dengan apa yang ia dapatkan. Begitu pula Jo Won Do dan Jo Anna yang gak pernah merasa lega meskipun sudah punya segalanya. Berbeda dengan Kang Sang Ung yang merasa cukup walaupun harus hidup pas-pasan demi menjalankan misi kemanusiaannya. Kang Sang Ung tetap bersyukur dengan keadaan yang ia miliki sebab selagi orang-orang yang ia sayangi masih mendukungnya, ia merasa dunianya akan baik-baik saja.
Drakor Cashero berhasil menunjukkan bahwa uang bukan segalanya, meskipun segalanya membutuhkan uang. Melalui kisah para tokohnya, drama ini mengingatkan bahwa manusia harus bijak dalam menggunakan uang.


















